Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 17, 2018

Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Ini Seharusnya Tidak Boleh Terjadi

Baru-baru ini saya mengadakan sebuah konferensi di kota tempat saya tinggal. Bila Anda pernah menyiapkan hal seperti ini, tentu Anda akan menghayati, tantangan yang berat dan melelahkan. Semakin berat tekanan yang kita bebankan pada diri sendiri agar semuanya berjalan dengan sempurna, semakin tinggi keteganggan yang kita rasakan.

Banyak teman menganggap saya adalah seorang petualang. Ya, saya suka bertualang. Mencoba hal baru, bertemu orang baru, belajar budaya baru, dan tentu saja mencicipi makanan khas yang baru di lidah saya.

Namun, saya bukanlah seorang petualang tanpa persiapan. Semuanya sudah saya persiapkan. Mulai dari obat-obatan, budaya daerah yang akan dikunjungi dan situasinya.

Begitu juga saat saya mempersiapkan konferensi ini. Selama satu atau dua tahun saya berkutat dengan ide konferensi ini hingga saya rasa beres semuanya. Saya mendekati calon pembicara utama dan memastikan kehadiran mereka di konferensi. Saya memesan lokasi konferensi dan menu makanan berbulan-bulan se…

Cerpen Sebuah Koin Penyok

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi sara…

Bersungut-sungut : Hal Kebutuhan Hidup

Baca: Keluaran 16:13-36"Tetapi Musa berkata kepada mereka: 'Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu." (Keluaran 16:15b)Hal kebutuhan hidup atau urusan 'perut' seringkali menjadi alasan banyak orang bersungut-sungut. Mereka mengeluhkan keadaan ekonominya yang belum pulih. Alasan makanan (ekonomi) ini jugalah yang membuta bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan; dan karena sungut-sungut serta keluh kesah bangsa Israel yang begitu hebatnya inilah akhirnya Tuhan memberikan manna sebagai makanan bagi mereka.Manna disebut pula dengan roti dari sorga, makanan yang diberikan Tuhan kepada orang Israel selama berada di padang gurun: "...warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu." (Keluaran 16:31). Tuhan menurunkan manna setiap hari, kecuali pada hari Sabat, dengan maksud supaya mereka beristirahat dan menguduskan hari Tuhan.Namun meski sudah mendapatkan cukup makanan, umat Israel tetap saja bersungut-sungut, bukan h…

Bersungut-sungut :Suka Menjadi Budak

Baca: Keluaran 16:1-12"Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;" (Keluaran 16:2)Ketika bangsa Israel berada di Mara dan mendapati bahwa air di situ rasanya pahit sehingga tidak bisa diminum mereka pun langsung bersungut-sungut kepada Musa. Tuhan menyatakan mujizat-Nya di hadapan bangsa itu dengan memerintahkan Musa melemparkan kayu ke dalam air, "...lalu air itu menjadi manis." (Keluaran 15:25).Ketika perjalanan mereka sampai di Elim, "...di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma," (Keluaran 15:27). Begitu pula ketika berada di padang gurun Sinai, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, segenap umat Israel kembali bersungut-sungut, katanya, "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.&qu…

Ibadah Bukan Sekadar Pamer

IbadahBukanSekadarPamerMarkus 2:18-22 Aturan keagamaan itu sifatnya mengikat dan baku. Aturan tersebut berlaku bagi setiap pemeluknya.Saat para murid Yohanes dan Farisi berpuasa, beberapa orang datang kepada Yesus dan mengajukan komplain terhadap murid-murid-Nya yang tidak ikut berpuasa (18). Yesus menjelaskan makna puasa yang benar untuk menanggapi pertanyaan tersebut. Meski aturannya baku tidak berarti harus dipahami secara kaku. Semestinya aturan itu dimaknai secara baru ketika dilakukan.Orang Yahudi sangat disiplin menjalankan berpuasa. Ada waktu wajib menjalani puasa, yaitu Hari Pendamaian. Orang Yahudi mengakui segala dosanya dan berpuasa agar mendapatkan pengampunan Allah. Mereka juga berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Tujuan dari berpuasa adalah merendahkan dan menyerahkan diri dalam pimpinan Allah.Memang harus diakui bahwa terkadang berpuasa menjadi ajang pamer kesalehan. Mereka menampilkan muka yang lesu, pucat, dan mengenakan pakaian lusuh ketika berpuasa. Tujuannya adalah…
  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    3 bulan yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    5 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    5 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    5 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    5 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    5 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    5 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You