Posts

Showing posts from April 6, 2018

Cerpen Perhaps It’s Accident (Part 1)

Gadis itu beberapa kali terlihat menghela lalu menghembuskan napas panjang. Dipijit keningnya yang terasa pusing karena memikirkan sesuatu dan yang pasti hal tersebut sangatlah penting bagi dirinya. Kakinya dihentak-hentakkan di atas lantai keramik dengan cukup keras. Sementara itu, tangan kirinya berada di pinggang dan tangan kanannya masih terus memijit keningnya yang terasa pusing.

“Are you sure, Chev?” sebuah suara bernada halus namun sangat terdengar cempreng di kuping membuat Gadis tersebut segera berpaling. Ia menatap lekat wajah sahabatnya untuk menunjukkan bahwa ia serius. “You’re not forget it, right?” kali ini suara tersebut terdengar seperti bisikan.
“Oh, my! Come on, Faye. I’m not such an idiot. Meninggalkannya begitu saja? Itu sama saja cari mati!” ucap Gadis itu dengan nada yang terdengar'sangat'panik. Keadaannya saat ini cukup membuktikan bahwa ia begitu stress karena sesuatu yang membuat dia dan sahabatnya itu harus rela menyerahkan diri mereka.Di tengah-tenga…

Cerpen Nostalgia

London, 2014
Liona Melani's Personal Of ViewTanganku yang tadinya lincah melukis, kini mendadak berhenti karena seorang telah berhasil menyentuh pundakku dengan lembut. Aku pun menoleh ke arahnya, dan ia tersenyum kepadaku. Mata onyx-nya yang menurutku indah kalau dipandang itu memandang wajahku lekat-lekat. Pemuda itu adalah teman sejurusanku di London University dulu, dan sekarang ia telah bekerja sebagai seniman terkenal di seluruh dunia.Dan sedangkan aku, bukanlah seniman terkenal sepertinya tetapi aku adalah seniman jalanan. Demi menarik perhatian orang-orang-aku membuat sebuah stand dekat rumahku untuk melukis dan memajang semua karyaku. Robbert Joshua namanya. Ia menyodorkan sekaleng minuman isotonik kepadaku, dan aku pun menerimanya dengan mengucapkan terima kasih kepadanya.“Dari mana kau mendapatkan inspirasi? Lukisan ini indah sekali!” Wajahku seketika merah padam seperti kepiting rebus karena ia memuji lukisanku. Ia sedikit tertawa melihat wajahku yang sudah tak tahan. A…

Humor Takut Si Berewok

Sumbang : "Kenapa begitu Bayi lahir koq langsung menangis?"
Doel : "Karena dia punya mulut!"
Sumbang : "Salah!"
Doel : "Karena dia minta netek!"
Sumbang : "Ngawur!"
Doel : "Oh dia minta disuapin..."
Sumbang : "Nggak juga! Dia nangis itu karena ketakutan...."
Doel : "loh masak sih.... ketakutan apa?"
Sumbang : "Itu tuh.... ketakutan ama si Brewok, karena begitu dia ceprot dia
melihat si Brewok menganga di depannya... tentu saja dia ketakutan dan nangis
dech!"
Doel : "....?"
Pertanyaan untuk pembaca: siapakah si Brewok tersebut?Bingung Siapa Yang NgilanginSetelah besar, anak yang ternyata bernama Pengki ini mampu naik kekelas 4.
Sampailah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dan gurunya menanyakan siapa
yang menemukan listrik. Karena tak seorangpun murid menjawab, Pengki
didekati oleh guru dan ditembak pertanyaan sama.
"Oh, kalau itu saya tahu bu, pasti Thomas Alva Edison"
Agak je…

Renungan Ujian Selalu Mendatangkan Kebaikan

Baca: Markus 4:35-41“Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.” (Markus 4:37)Mengikut Tuhan dibutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh serta motivasi yang murni, sebab kita akan menghadapi banyak kesulitan dan juga penderitaan. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29).Tuhan tidak pernah berjanji kalau kita mengikut Dia perjalanan hidup kita akan bebas hambatan. Bahkan murid-muridNya pun yang senantiasa bersama-sama denganNya juga mengalami apa yang disebut dengan masalah atau kesulitan. Contohnya saat mereka berada satu perahu dengan Tuhan Yesus sekonyong-konyong datanglah angin ribut/taufan yang sangat dahsyat sehingga mereka menjadi takut dan panik. Tentunya angin ribut itu bukan angin ribut biasa sehingga mereka takut, karena sebagian besar murid itu notabene adalah nelayan, sudah terbiasa menghadapi badai da…

Renungan Apapun Keadaan Kita Bersyukurlah

Baca: 1 Korintus 15:1-11“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkanNya kepadaku tidak sia-sia.” (1 Korintus 15: 10a)Seringkali kita merasa tidak puas dan menggertutu dengan keadaan kita saat ini, Pengalaman buruk di masa lalu terkadang terus menghantui perjalanan hidup kita. Inilah yang membuat kita tak dapat mengucap syukur kepada Tuhan. Andaikata kita dapat menyadari keadaan diri sendiri, seberapa kekuatan atau kelemahan kita, kita akan lebih dapat menerima diri kita sebagaimana adanya.Bagaimana pun keadaan kita di masa lalu janganlah menjadi masalah yang dibesar-besarkan. Yang penting adalah keadaan kita sekarang ini yaitu “...bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan , dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci,” (1 Korintus 15:3b-4).Keberadaan kita adalah karena kasih karunia Allah.Paulus tak merasa rendah diri atau m…

Popular posts from this blog

Book Tells African Girl's Story of Survival and Her Triumph in Her Struggle to Get an Education

The Perfect Partner For Your Kitchen Countertops: Marbles

Python Language: Why One Should Learn It and How It Can Help

How Do I Know If Debt Settlement is the Best Option for Me?

Selling on Social Media Without Driving People Away

Kembang Kapas

What Is Your PATH To Better Health?

6 Best Courses after 12th to get a job

Melawan Penganiayaan

Tuhan Bekerja dalam Segala Sesuatu untuk Kebaikan Anda