Postingan

Menampilkan postingan dari April 16, 2018

Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Misteri Gadis di Pinggir Jalan

Pagi itu, di tengah terminal tepatnya, aku selalu melihat wanita yang sama di minggu ini, dia cantik menurutku, berjilbab dan tampak sholehah, jika seandainya ada kesempatan ingin sekali rasanya aku untuk berpatah kata dengannya."Monggo pak, silahkan diminum", sapa pak rusdi dengan secangkir kopi hangat di hadapannku.
"Bapak kenal dengan wanita yang selalu di pinggir jalan itu?", tanyaku seraya menunjuk ke arah jalanan di pinggir lalu lalang kendaraan.
"tentu mas, dia Aisyah anak ibu H. Marsinah yang tinggal di rumah gedong disana, emangnya kenapa mas?", tanya pak rusdi sambil duduk di angkringannya yang masih sepi.
"gak pak, Cuma pingin tahu aja, apa dia sudah menikah pak?", tanyaku penasaran.
"Belum, dia belum menikah, minggu lalu ada yang ngelamar, seorang gus-gus, anak kiai gitu, tapi ditolak juga, padahal dia anak tertua lho mas, adiknya yang cewek malah udah nikah 2 tahun lalu, kayaknya dia bakal jadi perawan tua. Hmmm.. kalo mas…

Cerpen Selamanya Cinta

Malam semakin larut. Dingin pun semakin menelusup. Namun aku dan Sanca masih bertahan di sini, memandangi bintang. Kami tak banyak bicara malam ini. Aku melihat rona kesedihan di wajah Sanca.
"Dewa... besok aku akan pindah ke Jakarta." kata Sanca.
"Apa?"
"Aku tahu, kamu pasti kaget. Tapi ayahku dipindah tugaskan, dan mau tidak mau aku harus mengikutinya." jelasnya.
"Tak bisakah kau menolak?"
"Dia ayahku, Dewa."
"Aku tahu, tapi bagaimana denganku? Sanca, kau tahu kan kalau tak sedikit waktu yang telah kita habiskan bersama. Aku tak bisa tanpamu, dan aku yakin kau pun merasakan hal yang sama."
"Dewa... jarak Bandung-Jakarta tidak jauh. Media sosial juga masih aktif. Kita tidak akan pernah kehilangan kontak."
"Aku tetap tak bisa."     Kami menghabiskan hampir separuh malam untuk sekedar mengobrol mengenai kepindahan Sanca ke Jakarta. Aku tak bisa menerima semua ini. Terlalu banyak kenangan di antara kita…

Cerpen Kau Yang Sejati

Begitu sulit hidup yang kujalani. Aku merasa sangat rapuh. Air mata ini terus berusaha untuk memanggilmu. Bertepuk sebelah tangan adalah hal yang biasa. Namun denganmu... aku benci akan kenyataan itu. Seseorang yang amat kusayang, justru orang yang amat membenciku. Seseorang yang kucintai, justru orang yang dengan sadar mencelakaiku. Aku tahu, ini bagian dari hidup.
~ tidak diketahui ~     Pagi ini udara cukup menghanyutkan. Ariana menyibakkan selimutnya ke samping tempat tidur. Dibukanya gorden berbahan sutera itu, dan cahaya matahari pun langsung menembus setiap pori porinya. Sinar pagi itu seakan membutakan matanya. Untuk sejenak, Ariana merasakan kedamaian dalam diam.     Dari seberang apartemen Ariana, seorang lelaki jangkung tampak sedang memperhatikannya. Dia memandang Ariana tanpa berkedip sekalipun. Entah mengapa, hanya dengan memandang Ariana lelaki ini merasa hatinya tenang. Tak henti hentinya ia menatap wajah teduh Ariana. Gadis yang selama 5 tahun ini diam diam ia pe…

Renungan Tetap Setia Di Segala Keadaan

Baca: 2 Timotius 1:3-18"Itulah sebabnya aku (Paulus - red.) menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan." (2 Timotius 1:12)Ayat nas di atas menunjukkan komitmen rasul Paulus dalam mengikut Kristus; apa pun yang terjadi dan resiko apa pun yang harus ditanggung, Paulus tidak pernah berubah sikap, karena ia tahu kepada siapa ia percaya.Seperti Pauluskah komitmen kita selama ini? Belum menghadapi aniaya dan penderitaan seperti yang dialami Paulus kita sudah enggan mengikut Tuhan. Menyediakan sedikit waktu untuk bersaat teduh dan membaca Alkitab kita tidak disiplin dan malas melakukannya, sedangkan untuk menonton TV atau nongkrong dengan teman, kita betah berlama-lama; ketika tertegur oleh firman yang keras kita langsung tersinggung dan ngambek tidak mau ke gereja lagi; dihimbau untuk terlibat dalam pelayanan, kita sudah menyiap…

Renungan Ketika Janji Tuhan Tertunda

Baca: Kejadian 21:1-7"Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku (Sara - red.) telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya." (Kejadian 21:7)Mengalami penundaan karena suatu hal pasti menimbulkan rasa bosan, jenuh dan juga kecewa. Dalam kehidupan terdapat banyak penundaan yang terjadi tiba-tiba atau mengejutkan: jadwal penerbangan yang tertunda, pernikahan ditunda, kenaikan gaji ditunda. Bagaimana perasaan kita? Pasti jengkel, kecewa, bosan, karena ditunda berarti membuat kita menunggu lebih lama. Kalau ditunda 10 menit mungkin masih bisa ditoleransi; ditunda 1 jam membuat kita mulai kesal dan gelisah; ditunda sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya merupakan mimpi buruk! Coba bayangkan bila penundaan itu berlangsung 39 tahun. Apa yang akan kita lakukan dan bagaimana perasaan kita?Itulah contoh yang dialami Abraham. Suatu ketika Tuhan berjanji kepadanya, " 'Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang…
  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    5 bulan yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    7 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    7 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    7 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    7 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    7 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    7 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Thank's You