Posts

Showing posts from May 19, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Rahasia Pulau Mati

“Wow! Ini pasti sangat mengasyikkan” sorak Finn kegirangan. “Ya, aku tau ini pasti mengasyikkan. Sangat-sangat mengasyikkan” tambahnya sambil berlari-lari kecil seperti anak berusia dibawah 5 tahun yang mendapatkan permen.
“Ini liburan musim panas yang akan sangat mengerikan! Dan juga menyenangkan” timpal Edd dan Rob secara bersamaan. Hampir bersamaan.
“Ya, mungkin. Mungkin saja” aku yang sebenarnya merasa biasa-biasa saja mencoba ikut senang dengan Finn, Edd, Rob, dan Casey. Ini liburan musim panas kami, kami. Aku, Finn, Edd, Rob dan Casey adalah teman baik. Rumahku dan mereka juga cukup dekat. Hanya berjarak beberapa blok saja.

Liburan musim panas kali ini, kami diajak oleh keluarga Casey berlibur ke sebuah pulau. Pulau Mati. Demikian orang menyebutnya. Menurut cerita, dulunya pulau ini adalah tempat pembantaian tahanan perang. Pulau ini cukup luas, jaraknya cukup jauh dari tempat kami tinggal. Konon katanya, arwah korban pembantaian disana sering muncul pada saat-saat tertentu, untu…

Hantu Pocong

Perkenalkan aku Caca, kali ini aku akan menceritakan secara singkat sedikit tentang pengalaman horor aku di rumah. Waktu itu aku masih SD, di rumah aku tinggal bersama Ibu dan Kakak perempuan aku karena Ayah aku bekerja di Ibu kota. Menjelang siang Tante aku suka ke rumah hanya untuk membantu pekerjaan sampingan Ibu sebagai penjual kue.

Pada malam hari, Tante aku bermaksud menginap di rumahku, dari magrib sampai jam sembilan tidak terjadi apa-apa tetapi sebelumnya Tante aku ingin buang air kecil berhubung belum ada wc di rumah jadi Tante diantar Kakak pergi ke kakus di luar rumah. Setelah itu mereka ke kamar lagi.

Pada saat itu aku dan Ibu tidur depan tv, nah jam sembilan lewat Kakak dan Tante aku pada lari menghampiri Ibu sambil bilang, “takuuuttt”.
Ibu aku bertanya “memangnya ada apa?”
“barusan kita belum tidur tapi malah bercerita, pas aku nengok ke jendela, gordennya terbuka sedikit”
“lalu?
“aku melihat wujud manusia tetapi dibalut kain putih dan sangat kumal dan kotor tanah!” kata …

Perkemahan di Sekolah

Tanggal 18 Januari 2014, aku mengikuti PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) di sekolah, yaitu di SMP N 26 Batam.
“Kakak… sudah beres semua, kalau sudah beres segera berangkat, nanti telat!” seru mamaku disertai desakan.

“Sudah ma… hah! sekarang sudah jam 14.50” jawabku sambil kaget.

Aku pun segera berangkat, sesampai di sekolah ternyata aku telat, semua sudah pada APEL Pembukaan. Aku berlari dengan cepat.

“Eh.. si Wapimru (Wakil Pimpinan Regu) datang telat, selalu aja telat” keluh dan ejek si Lisa.

“Huss! Diam” ucap kakak senior tiba-tiba.

Aku memang anak yang lambat, tapi gak seterusnya aku lambat ya! kalau di kelas aku anak yang imut dan alay, karena pipiku yang tembam makanya mereka bilang aku imut. Setelah selesai APEL kami segera menuju ke kelas yang ditentukan.
“Win.. kita di kelas 9C, dekat kamar mandi lagi” tiba-tiba Aldila mengagetkanku.

“Apa?! Gak salah tu Al.. kan serem banget”

“Entahlah!”

Regu kami segera membereskan barang kami, oh ya aku lupa memberitahukan kalian, nama reguku adal…

Perkemahan Yang Menakutkan

Hari ini adalah hari terakhir bagi anggota Pramuka SMP Negeri 29 untuk berlatih sebelum besok berangkat kemah di Candika. Semua perlengkapan yang diperlukan sudah siap dalam tas kami masing-masing. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 yang berarti latihan hari ini telah usai, seperti biasa sebelum pulang kami berkumpul dan mendapatkan pengarahan dari Kakak Pembina kami yaitu Kak Panca, Kak Gustab dan Kak Hendra.

“Latihan hari ini selesai. Besok kumpul di sekolah paling lambat pukul 06.00 dan jangan sampai ada barang dan alat yang tertinggal. Semua mengerti?” kata Kak Panca.
“Siap mengerti” jawab kami serentak.
“Baiklah setelah ini langsung pulang kerumah masing-masing. Balik kanan bubar jalan.” Kata Kak Panca
Setelah sampai di rumah aku memeriksa kembali semua perlengkapan untuk besok setelah itu aku segera tidur karena sudah malam.

Keesokkan harinya, pukul 06.00 pagi kami sudah berkumpul di sekolah seperti perintah Kakak Pembina kami kemarin sebelum berangkat kami dibariskan terlebih da…

Anak Allah :Menerima Wasiat

Baca: Ibrani 9:11-28"Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu." (Ibrani 9:16)Secara umum arti kata 'wasiat' adalah pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal. Biasanya wasiat berkenaan dengan harta kekayaan yang hendak diwariskan kepada yang berhak menerima sesuai dengan yang dikehendaki oleh si pembuat wasiat, dan baru akan berlaku apabila yang memberi wasiat tersebut sudah meninggal (ayat 17).Sesuai dengan pembacaan firman kali ini, pemberi wasiat itu adalah Allah. Namun, bukankah Allah tidak pernah mati, karena Dia adalah kekal? Allah bisa memberikan warisanNya kepada kita dengan jalan memberikan PuteraNya, Yesus, yang adalah Tuhan, menjadi manusia. Melalui kematianNya di atas kayu salib tersebut Allah bisa memberikan wasiat kepada kita. Setiap kita yang percaya kepada Yesus Kristus diangkat menjadi anak-anak Allah. "Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya oran…

Sudahkah Kita Berbuah (2)

Baca: Yohanes 15:1-8"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8)Hidup yang berbuah adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya. Itu sebagai tanda bahwa kita ini adalah murid-muridNya. "...hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Bagaimana caranya supaya kita bisa berbuah? "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yohanes 15:4). Untuk menegaskan hal ini, kata "tinggal" ditulis sampai sepuluh kali dalam sepuluh ayat pertama dari Yohanes pasal 15 ini. Tinggal di dalam Tuhan berarti taat melakukan firmanNya. Ketaatan kita melakukan firman Tuhan itu adalah buah-buah Roh. Inilah yang dinilai dunia! Orang Kristen yang berbuah adalah yang hidupnya jadi kesaksia…

Popular posts from this blog

Cerpen Sesungguhnya Aku Menyayangimu Tapi (Part 2)

NATURAL ANTI DANDRUFF SHAMPOO

Forever Friends

What Does Desert Safari Mean?

Cerpen Lampu Merah

Advantages of a Manual Wheat Grinder

Cerpen 3 Days To Live

Cerpen 2 Sahabat Menjadi 2 Penghianat

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah