Posts

Showing posts from July 29, 2019

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah

Imamat 24:1-9 Carl G. Jung pernah menyimpulkan: anomali psikologis dan psikis terjadi pada pribadi yang tidak menghargai simbol. Allah tidak antisimbol karena itulah jendela untuk merefleksikan kedalaman diri dan karya-Nya.Allah menetapkan prinsip ini dalam Imamat 24:1-9. Di hadapan terang lampu tersebut ada dua belas roti sajian sebagai simbol dua belas suku Israel (24:5-9). Roti tersebut mendapat terang dari lampu minyak yang ditetapkan Allah untuk menyala terus menerus (24:1-3). Terang itu menyinari dua susun roti sajian yang diganti tiap hari Sabat. Terang menyoroti dua belas roti merupakan simbol penerimaan Allah atas dua belas suku Israel. Roti sajian tersebut kemudian dimakan oleh Harun dan anak-anaknya di hadapan Allah sebagai simbol persekutuan antara Allah dan umat-Nya (bdk. Kel 24:8). Hal ini menegaskan bahwa Allah menginginkan persekutuan dengan umat-Nya. Sabat, hari perhentian, menjadi momen terjadinya komuni yang direpresentasi oleh perjamuan makan para imam di hadapan-…

Menghormati Tuhan dengan Semestinya

Imamat 24:10-23 Robin A. Parry, seorang teolog kontemporer pernah mengemukakan bahwa gereja kurang menghargai jati diri Allah yang disembahnya. Hal ini tampak melalui nyanyian mereka. Mayoritas nyanyian tidak menyebut Allah Tritunggal. Referensi akan nama-Nya yang berkuasa dan kudus pun kurang mendapat sorotan yang semestinya.Nas kita berbicara tentang hal ini, secara khusus disoroti dalam ayat 10-16. Sekilas ketujuh ayat ini tampak tidak terkait dengan ayat 1-9. Namun, jika kita merenungkannya dengan seksama, ada kesamaan pokok pikiran yaitu kehadiran Allah di tengah perkemahan umat-Nya. Di satu sisi, kehadiran Allah lewat simbol terang dan dua belas roti perlu ditaati oleh imam. Di sisi lain, penghormatan atas kehadiran Allah didemonstrasikan melalui sikap umat terhadap nama-Nya yang kudus (Kel 20:7 dan Im 19:12). Perikop ini menarasikan kebenaran tersebut melalui dua aspek. Pertama, melalui situasi perkelahian antara anak dari perempuan Israel (Selomit binti Dibri, suku Dan) denga…

Sabat: Percaya dan Patuh

Imamat 25:1-34 Banyak kebutuhan dasar hidup yang sulit dipenuhi tanpa seorang mengikat diri dalam perjanjian hutang-piutang. Pembelian motor, mobil, tempat tinggal, biaya pengobatan, dan lainnya dengan cara berhutang sering menjerat seseorang seumur hidupnya. Realitas ini mengondisikan manusia untuk terus mencari nafkah dan profit tanpa ada perhentian atau sabat.Imamat 25 mengajarkan kebenaran yang mengejutkan. Prinsip Sabat diperluas sampai pada perlakuan atas tanah (1-5). Perlakuan ini adalah tindakan penghormatan bagi Allah. Tahun ketujuh adalah tahun perhentian penuh, yang berarti tanah tidak boleh diolah untuk usaha pertanian (2, 4, 5). Prinsip tahun Sabat bagi tanah diperluas dengan adanya tahun Yobel, tahun pembebasan. Setiap tahun ketujuh, umat melakukan tahun Sabat dan setelah siklus tujuh kali tujuh tahun, maka tahun ke-50 adalah tahun kudus. Dalam tahun itulah, setiap orang dan keluarga diperkenankan kembali ke tanah miliknya masing-masing (25:8-17). Esensi dari tahun Yobe…

Mengasihi Sesama Menghormati Allah

Imamat 25:35-55 Karya tulis Victor Hugo dari Perancis yang kemudian digubah menjadi drama musikal tersohor menuangkan sebuah pikiran integratif yang indah. Di penghujung musikal Les Misérables, ada lirik menyerukan: "To love another person is to see the face of God." Tampaknya, Allah menuangkan prinsip ini dalam lanjutan instruksi seputar tahun Yobel.Ada beberapa kondisi sosial yang diatur oleh Tuhan. Pertama (25:35-38), orang Israel perlu menyokong orang saudara yang jatuh miskin tetap dapat hidup. Penerapan instruksi ini mencerminkan seorang yang takut akan Allah dan tidak melupakan karya keselamatan-Nya (25:38). Kedua (25:39-43), dipaparkan agar seorang Israel tidak memperbudak saudaranya sendiri ketika ia jatuh miskin. Jika ia dipekerjakan, maka pada tahun Yobel, pembebasan harus diberikan kepadanya (25:40-43). Tuhan juga memberi petunjuk dari mana umat Israel memperoleh budak (25:44-46). Namun, mereka tidak boleh diperlakukan dengan kejam dan kasar. Pada paparan berik…

Taat Diganjar Berkat

Imamat 26:1-13 Dalam sebuah perjanjian, komitmen kedua belah pihak terhadap perjanjian tersebut adalah sangat penting. Tanpa komitmen, perjanjian itu menjadi kosong. Allah telah beriniasitif membuat perjanjian dengan manusia. Komitmen Allah pada janji-Nya tentu tak perlu diragukan lagi. Komitmen ketaatan manusia, itulah yang perlu ditumbuhkan tiap waktu. Allah selalu setia kepada janji-Nya, manusia belum tentu.Allah tidak hanya melepaskan umat-Nya dari perbudakan Mesir (13), tetapi juga membuat perjanjian dengan mereka. Umat Israel kini telah berganti tuan. Dari kekejaman bangsa Mesir, kepada Allah yang penuh kasih dan rahmat. Di dalam perjanjian itu, umat Israel dipanggil untuk taat kepada Allah. Ketaatan dimulai dari hal sederhana yaitu larangan membuat patung atau tugu untuk disembah (1). Ketaatan yang lebih dalam melalui perayaan Sabat (2). Pada perayaan itu, umat Israel diajak untuk berfokus kepada Allah.Allah berkenan pada ketaatan. Allah berjanji akan memberikan berkat bagi me…

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Benarkah Jamahan Roh Kudus itu Rebah ?

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Puisi : Aku Bagaikan Ikan Paus Yang Terdampar Di Daratan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan