Posts

Showing posts from March, 2017

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Ku Ucap Terimakasih Aku Ragu

Ku Ucap Terimakasih Aku Ragu Aku ragu,Aku Bimbang,Aku Tak Percaya Kau Terima Aku,Tapi Aku Ragu Sungguhkah Dirimu Menerim aku Mungkinkah Hanya ingin Menyenangkan Aku Kau Terima Aku,Mestinya Ku ucap Terimakasih Namun Aku Ragu,Gundahku Melana Saat Kulihat dayaku Tiga minggu Berlalu Aku Tak Tercukupi Mungkinkah Akan Tercukupi Merana Memilu Namun tetap Ku berjalan dan lakukan Saja Apa Yang kini Aku Lakukan Tetaplah Aku Lakukan Walau Kadang Daya menghentikanku Untuk Berjalan Tetap Dalam Dan di Dalami kesabaran Yang Sangat Terdalam Mungkinkah Ini Hanya Pelipur laraku Enam Bulan Berlalu Menanti Nantikan Ucap Terimamu Yang Telah Melelah Akan penantian teramat Panjang Daya Termengis-mengis,Hingga Lemas Tak berdaya Namun Kau hibur Aku Namun Aku Meragu Apakah Hanya Sebatas Waktu Berlalu Dan Kau Tolak Aku Seperti Kisah cinta Cinta Yang Sementara Kau kini Terima Aku Dan kini Kau Berjalan Bersama Aku Apakah Mungkin Akan Terjadi Seperti

Satu Tuhan Dua Sosok

Satu Tuhan Dua Sosok Aku tulis ini mungkin agar engkau dapat menggerti bahwa inilah renunganku kali ini dalam kenyataannya dari dahulu kala kita menyembah satu Tuhan dua sosok.mungkin sebagian orang tidak akan mempercayai bahwa Tuhan memiliki 2 sosok,dan itu adalah kebenaran Yang nyata yang mana saya pula telah melihatnya,bahwa Dialah Tuhan Kita. Pertama Coba kita lihat dari kasus nabi yakub,yang nyatanya Ia melihat dua sosok Tuhan yang mana ada seorang anak kecil di samping kanannya,dan nyatanya iapun memujinya,itulah Tuhan Allah kita dan Tentang di samping kanannya dialah Putra allah kita Yang Sekarang Kita Sebut Dalam Nama Jesus.dan Ya Benarlah itu semua kita pula Patut memuji dia Sebab Setudi kasus Dari Nabi Daun Nyatanya Ia Pula Mengagungkannya Dan Memujinya Sampai Iapun Inginkan Bahwa Yang di samping Kanannya adalah Keturunannya.Dan Itu pun tergenapi sebab Tiada Yang Mustahil Bagi Allah kita. Mungkin Ada Yang Bertanya Dan merenungkan hal Seperti Aku,,,? Mengapa

Kabarmu Kunantikan Sayang

Kabarmu Kunantikan Sayang Kumenanti Hadirnya Dirimu Kumenanti Kabarmu tiba Di Hari hari Yang ku Nanti Nanti Sepanjang hari Tiada ku Nanti Sebab kau hilang Aku Tak Tak Tahu Sebab kau Sirna Tiada Yang Ku Tahu Dan yang ku Tahu Kau hilang dariku Sejak kau Hilang Kini ku Sunyi Hampa Terasa Tiada Rasa Sejak Tiada Warna di hati Terasa Semu,Terasa jemu Karena kau hilang dariku Aku Merana Kehilangan Akal Apa dayaku Agar Kau kembali Kabar tiada Walau kunanti Buatku Hilang akalku Yang kini Kau Yang di hatiku Tiada jejak kau Pergi Aku Terpaku Aku Terdiam Tak Dapat Aku mengerti Aku harus Berbuat apa Apa Yang Ku lakukan Tanpa Jejak Kau Pergi Telah kunanti Kabarmu sayang Kabarmu Kunantikan Sayang Jejakmu hilang Aku Tak Tahu

Cerpen : 99 Kesatria Tuhan "Asal Muasal Kemunculan 99 Kesatria"

Asal Muasal Kemunculan 99 Kesatria Dan batu Permata Tuhan Pada mulanya Dunia ini kosong,karena Tuhan Allah melihat kosong itu tidak baik,Maka Tuhan Allah Membagi Dirinya menjadi Roh Dan Dialah Yang duduk di samping kanan Allah yang berasal dari Roh Allah Dialah Tuhan Yesus.Lalu Tuhan Allah memberikan Kepadanya ke 99 batunya Separuh bagian Kepada Tuhan Yesus.Dan menciptakan 100 malaikat Tuhan Dan Yang 99 Di beri masing masing Satu bagian Batu Permata Oleh tuhan Yesus Dari Separuh Yang Di Berikan oleh tuhan Allah,Dan Tuhan Allah Memberikan 12 batu permata Separuhnya Pada Lusifer. Dan setelah itu Tuhan Allah Menciptakan 3 Dunia Neraka,Bumi Dan Surga Dari 111 batu permata sisanya yang di bagi menjadi   tiga bagian Dengan 111 galaxy dan di setiap galaxy ada satu planet yang dapat di huni,untuk ciptaannya.namun ada 12 galaxy yang menyambung antara di mensi 3 dunia agar ke tiga tempat dapat terhubung,itulah sebab pemegang 12 batu tersebut menjadi kacau. Yang di mana lusifer i

Cerpen : 99 Kesatria Tuhan "KISAH KEHANCURAN PLANET 99"

KISAH KEHANCURAN PLANET 99 Raja Dari ke 12 galaxy Yang Bernama Raja Kail Datang Dengan Pasukannya Dan Ke Dua Belas Jendral besar Iblis Dengan ke dua belas Batu Permata Lusifer Dan Pasukan Iblis Menghancurkan Planet 99,Namun Lahirlah Ke 99 Jendral Yang Di Lengkapi Dengan 99 Batu Permata Tuhan Menghalangi Mereka Semua,Karena Ke 99 Batu Tersebut Adalah Batu Roh ke 99 Malaikat Tuhan Dengan kekuatannya,Mereka Berhasil Memukul Mundur Raja Kail Dan Pasukannya,Sehingga Raja Kail Dan Pasukannya Mundur Dan Berniat Untuk Menguasai Planet Yang Lain,Karena Ke 99 Jendral ini Tahu Akan Hal itu Merekapun Pergi Ke Galaxy Yang Lain Untuk Melindungi Galaxy Yang Lainnya juga,Dan Hanya Tinggal Ke Sepuluh Jendral Besar yang Ada Di Planet 99.Dan Pemimpin Dari Keseluruh Jendral Adalah Batu Roh Malaikat Gabriel,Namun Karena Mereka Tahu Akan Hal Ke pergian Dari Jendral yang Lain,Raja Kail Beralih niatnya untuk Menguasai Kembali Planet 99. Karena Hal itulah Kesepuluh Jendral Besar mengalami Ke Gagal

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas