Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Pemeliharaan Allah yang Sempurna

Pemeliharaan Allah yang Sempurna

Markus 4:26-29

Yesus kembali menjelaskan Kerajaan Allah dengan perumpamaan benih yang ditabur. Pertumbuhan benih sampai menjadi pohon berada dalam kuasa Allah. Manusia hanya tinggal merasakannya. Allah akan mengerjakan bagian utamanya, yaitu memberi pertumbuhan. Manusia tidak dapat memastikan jalannya pertumbuhan, mereka hanya bisa melihat saja. Walau bukan manusia yang mengusahakan pertumbuhan tersebut, manusia dapat menikmati buahnya. Ini sungguh anugerah.

Hal Kerajaan Allah seperti benih yang bertumbuh sampai menghasilkan buah. Segala sesuatu akan berkembang sesuai prosesnya. Manusia adalah mahkluk terbatas karena terikat dalam ruang dan waktu. Keberadaannya dibatasi waktu dan ruang. Dengan perumpamaan ini, Yesus ingin membimbing umat-Nya agar dapat memahami cara kerja Allah yang agung dan mulia dalam kehidupannya. Manusia tidak dapat memperlambat atau pun mempercepat kehidupannya. Mereka hanya bisa menjalani setiap saat dengan penuh perhatian supaya mendapatkan kehidupan yang baik.

Setelah benih ditaburkan di tanah, manusia sudah tidak lagi memiliki peran. Allahlah yang akan menyatakan kuasanya. Benih mulai bertunas, tunasnya makin besar dan kemudian menjadi batang pohon yang makin membesar dan kuat. Kuasa Allahlah juga yang membuat benih itu menjadi pohon yang mengeluarkan buah (27-28).

Setiap manusia perlu menjalani hidupnya dengan penuh harap kepada Allah. Ini akan menjadikan manusia merasakan pemeliharaan Allah yang begitu agung dalam kehidupannya. Pada akhirnya manusia akan menikmati hal yang baik dari Allah sesuai waktu-Nya (29).

Bersyukurlah karena Allah berdaulat atas waktu. Ia memiliki otoritas sepenuhnya atas kehidupan kita. Tidak ada yang dapat memengaruhi-Nya untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Semuanya ada dalam kehendak-Nya. Ini semestinya membuat kita berserah pada kehendak-Nya. Dan untuk itu memang dibutuhkan kesabaran. kita. [JS]

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan