Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Pengabdianku


By : Annisa Mega 
Aku adalah seorang guru. Keseharianku mengajar disekolah-sekolah, salah satunya SMP Dirgantara, Jakarta. Untuk menjadi gurumemang sulit. Namun itu tidak mematahkan semangatku untuk mengajar anak bangsa.Membuat mereka pintar dan bisa memimpin bangsa merupakan salah satu tujuan danimpianku. Menurutku bangsa Indonesia masih perlu beberapa pembenahan untukwarganya. Sekarang waktuku untuk membuat anak bangsa lebih berkualitas lagi.


Suatu hari aku mengajar seperti biasa. Tiba-tiba bapak KepalaSekolah mengumpulkan semua dewan guru untuk rapat. Sambil menyusuri jalansetapak menuju ruang rapat, aku berpikir apa yang akan dirapatkan pada siangini. Ku taburkan senyum kepada beberapa dewan guru yang sudah siap di mejamasing-masing. Tak lama bapak kepala sekolah pun datang.

“Selamat siang dewan guru. Hari ini kita akan membahas beritayang mendadak”, ucap bapak Kepala Sekolah dengan sedikit keraguan.

“Apa itu berhubungan dengan sekolah kita, pak?”, balaskudengan perkataan yang berhati-hati.

“Tidak, Bu Marni. Tapi ini tentang sebuah tawaran kepadadewan guru disini. Jadi… ada sebuah daerah yang membutuhkan guru. Dan daerahitu sangat terpencil yaitu di perbatasan Kalimantan. Orangnya juga masih kurangpengetahuan. Saya rasa pemerintah ingin mereka berpengetahuan sama sepertimasyarakat yang lain. Maka dari itu pemerintah memilih sekolah ini untukmengirim salah satu gurunya ke daerah itu.”

“Maaf, pak. Bukannya saya mau protes, Tapi kenapa harus SMPDirgahayu ini?. Kan sekolah kita sekolah yang berkualitas unggul.”, protes PakButy.

“Oleh karena itulah, pemerintah memilih sekolah ini.”, jawabbapak Kepala Sekolah.

Setelah beberapa lama berunding masih tidak ada jawaban.Akhirnya bapak Kepala Sekolah mengakhiri rapat hari itu dan akan melanjutkannyapulang sekolah nanti. Lagi-lagi di perjalanan menuju kelas aku berpikir, apakahaku orang itu?. Sesampainya di depan kelas aku mencoba memikirkan hal itunanti. Tapi pikiran itu masih ada di benakku.

Saat pelajaran berlangsung, aku sengaja untuk memberi soalsaja kepada murid-murid ku. Karena aku masih belum bisa melupakan hal itu.Keputusan diambil usai pulang sekolah dan itu 1 jam lagi. Tak boleh dirikuceroboh dalam mengambil keputusan. Tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi dandewan guru melanjutkan rapat yang terhenti tadinya. Semua duduk pada posisisemula pada awal rapat. “Jadi… bagaimana dewan guru ada yang berminat?. Kalautidak saya yang akan pilih salah satu.”, ucap bapak Kepala Sekolah dengansantai. 

Aku sadar apa tujuanku menjadi seorang guru. Seketika aku mengangkattangan dan berkata,

“Saya bersedia dikirim ke daerah itu, pak.”.

“Bagus!. Tepat seperti pilihan saya. Jadwal keberangkatan 2hari lagi bu.”. kata bapak Kepala Sekolah dengan perasaan gembira.

“Inilah saatnya aku lebih berusaha untuk bangsa ini”, Ulasandalam hati ku. Setelah itu beberapa dewan guru menjabat tangan saya dan berkatasemoga lancar, begitu juga bapak kepala sekolah. Mungkin beberapa orangberpikir aku bersedia karena gaji yang diberikan, tapi ini semua aku lakukansemata-mata untuk sebuah tujuan. Kepala Sekolah memintaku untuk benar-benarsiap untuk mengajar disana. Dan aku yakin bahwa aku sudah siap.

2 hari berikutnya pun tiba. Waktuku untuk berkemas danbersiap-siap meluncur ke Kalimantan. Dimana disanalah aku mengabdikan dirikusebagai seorang guru yang sesungguhnya aku inginkan. Setiap langkahku berdoasemoga perjalanan ini tidak sia-sia. Dengan banyak tekad dan niat aku mulaimemasuki kawasan pantai untuk menuju daerah itu. aku benar-benar berpikirdaerah itu sangat terpencil. Sesampainya disana, aku melihat anak-anak yangsedang bermain permainan tradisional dan para orang tua yang sibuk denganpekerjaannya masing-masing. Berbeda sekali, tidak seperti suasana di kotaJakarta.

Tiba-tiba kepala desa menghampiriku dan mengajakkuberkeliling sebentar. Banyak yang beliau ceritakan kepada ku, termasuk kondisiperekonomian di daerah itu. Setibanya di gubuk yang kecil, kepala desa berkata,“Disinilah bu guru bisa mengajar anak-anak.”.

“Baiklah, pak. Apakah hari ini bisa dimulai?”

“Boleh, saya akan panggilkan anak-anak.”

Dengan cepat dan tergesa-gesa aku menata meja lipat dan bukuyang aku bawa dari Jakarta. Tak lupa aku memasang papan tulis yang tidak begitubesar dan menyiapkan barang-barang lainnya. Tidak sampai 5 menit, anak-anak itupun datang. Mereka datang dengan semangat dan tekad yang sudah terlihat. Merekajuga saling berebut tempat duduk yang terdepan. Setelah semua sudah teratur,aku membagikan peralatan tulis yang akan mereka pakai. Saat pengajaranku mulai,mata mereka tidak luput dari papan tulis yang tidak begitu besar itu.

Aku berharap mereka adalah penerus bangsa yang tepat. Tekaddan semangatnya tak berbeda dengan murid-murid ku di sana. Hanya kondisi yangmembuat mereka berbeda. Inilah pengabdian yang ku inginkan sebenarnya.Indonesia bangga dengan insan yang ada di sini. Walaupun mereka masih kurangpengetahuan, cara berpikir mereka sangatlah cepat. Tak sia-sia perjalanan kudisini, Tuhan.

Komentar

  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    4 hari yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    2 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    2 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    2 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    2 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    2 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    2 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You