Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Sehelai Rambut Misterius


Malam yang sunyi, bulan purnama bersinar terang, terdengar sayup suara yang meraung. Aku dan Kak Vita berada di rumah berdua. Karena, Mama dan Papa sedang pergi ke luar kota. Jadi, aku dan Kak Vita ditugaskan untuk menjaga seluruh isi rumahku. Tepat jam 10 malam, aku dan Kak Vita masih menonton televisi di ruang ke luarga. Bulu kudukku mulai berdiri. Seraya ada sesuatu yang akan terjadi. Suara-suara misterius mulai berterbangan di telinga kecilku ini.


“Kak, aku semakin merinding nih! Ada apa ya? Kak, ngerasa ada yang aneh nggak?” tanyaku dengan perasaan takut.
“Ah, kakak sih nggak ngerasa apa-apa dek, huaaamm, kakak ngantuk sekali dek. Kakak ke kamar dulu yah?” Kak Vita segera bergegas ke kamarnya sambil membawa boneka hello kittynya.


Kak Vita meninggalkan aku untuk pergi tidur. Sedangkan aku masih asyik melihat televisi di ruang keluarga. Terhenyak keberanianku mulai menipis karena mendengar suara-suara misterius yang terus bergeming di telingaku. Bulu kudukku semakin berdiri dan aku pun semakin merasa ketakutan sekali. Aku yang duduk diam di sudut pojok ruangan ke luarga merasa hawa dingin menerpaku. Tiba-tiba aku menemukan sehelai rambut misterius yang tergeletak di ubin warna putih di rumahku.


“hmm ini rambut siapa ya? Perasaan aku dan Kak Vita nggak pernah menyisir rambut di ruang keluarga ini deh,” gumamku penasaran.


Aku pun langsung mengambil sehelai rambut misterius itu. Sejenak aku merenung memikirkan dari mana sehelai rambut itu ada di ruang keluargaku. Tanpa disadari, suara misterius itu kembali bergeming memenuhi isi telingaku. Aku yang seketika mendengar suara misterius itu langsung lari terbirit-birit ke arah dapur. Sekelebatan sosok kain berwarna putih ada di hadapanku berdiri menatapku.


Tak lain, sosok itu adalah kuntilanak. Matanya yang melotot tajam. Wajahnya rusak dan berlumuran darah itu menatapku seketika. Dan aku melihat bahwa di bawahnya ada rambut-rambut yang jatuh berserakan. Ternyata sehelai rambut itu adalah milik kuntilanak itu. Aku yang melihat sosok kuntilanak itu langsung pingsan tepatnya di dapur.


Keesokan harinya. aku sudah berada di kamarku. Kak Vita yang membawaku di kamar. Katanya, Kak Vita mendengar jeritanku dan menemukan aku yang tengah pingsan di dapur. Aku merasa sangat trauma atas kejadian kemarin. Aku menceritakan peristiwa pahit ini ke Kak Vita. Kalau kata Kak Vita harus cepat tidur sebelum jam 10 malam. Karena, Kak Vita juga pernah mengalami peristiwa yang ku alami tersebut. Gara-gara aku menemukan sehelai rambut misterius itu, aku jadi bisa bertemu dengan kuntilanak.


Cerpen Karangan: Zabarzadad Jannatul Firdausa

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah