Tiada Lagi Air Mata

Baca: Mazmur 6"Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (Mazmur 6:7)Air mata bisa dikatakan bagian hidup manusia, mulai dari manusia dilahirkan sampai ia menutup mata, hidup manusia selalu diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Kelahiran bayi ditengah-tengah keluarga diawali tangisan dan tetesan air mata; begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis, air mata pertama sebagai pertanda kehadirannya di dunia. Ketika diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan hidup yang berat air mata kembali mewarnai hari-hari manusia, seperti yang dirasakan pemazmur: "...aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (ayat nas); dan ketika manusia sudah menyelesaikan 'kontraknya' di dunia alias meninggal dunia, perpisahan itu ditutup pula dengan derai air mata oleh keluarga, sahabat, teman, kerabat dan orang-orang terdekat.Tetapi, pada saatnya air mata itu a…

Sehelai Rambut Misterius


Malam yang sunyi, bulan purnama bersinar terang, terdengar sayup suara yang meraung. Aku dan Kak Vita berada di rumah berdua. Karena, Mama dan Papa sedang pergi ke luar kota. Jadi, aku dan Kak Vita ditugaskan untuk menjaga seluruh isi rumahku. Tepat jam 10 malam, aku dan Kak Vita masih menonton televisi di ruang ke luarga. Bulu kudukku mulai berdiri. Seraya ada sesuatu yang akan terjadi. Suara-suara misterius mulai berterbangan di telinga kecilku ini.


“Kak, aku semakin merinding nih! Ada apa ya? Kak, ngerasa ada yang aneh nggak?” tanyaku dengan perasaan takut.
“Ah, kakak sih nggak ngerasa apa-apa dek, huaaamm, kakak ngantuk sekali dek. Kakak ke kamar dulu yah?” Kak Vita segera bergegas ke kamarnya sambil membawa boneka hello kittynya.


Kak Vita meninggalkan aku untuk pergi tidur. Sedangkan aku masih asyik melihat televisi di ruang keluarga. Terhenyak keberanianku mulai menipis karena mendengar suara-suara misterius yang terus bergeming di telingaku. Bulu kudukku semakin berdiri dan aku pun semakin merasa ketakutan sekali. Aku yang duduk diam di sudut pojok ruangan ke luarga merasa hawa dingin menerpaku. Tiba-tiba aku menemukan sehelai rambut misterius yang tergeletak di ubin warna putih di rumahku.


“hmm ini rambut siapa ya? Perasaan aku dan Kak Vita nggak pernah menyisir rambut di ruang keluarga ini deh,” gumamku penasaran.


Aku pun langsung mengambil sehelai rambut misterius itu. Sejenak aku merenung memikirkan dari mana sehelai rambut itu ada di ruang keluargaku. Tanpa disadari, suara misterius itu kembali bergeming memenuhi isi telingaku. Aku yang seketika mendengar suara misterius itu langsung lari terbirit-birit ke arah dapur. Sekelebatan sosok kain berwarna putih ada di hadapanku berdiri menatapku.


Tak lain, sosok itu adalah kuntilanak. Matanya yang melotot tajam. Wajahnya rusak dan berlumuran darah itu menatapku seketika. Dan aku melihat bahwa di bawahnya ada rambut-rambut yang jatuh berserakan. Ternyata sehelai rambut itu adalah milik kuntilanak itu. Aku yang melihat sosok kuntilanak itu langsung pingsan tepatnya di dapur.


Keesokan harinya. aku sudah berada di kamarku. Kak Vita yang membawaku di kamar. Katanya, Kak Vita mendengar jeritanku dan menemukan aku yang tengah pingsan di dapur. Aku merasa sangat trauma atas kejadian kemarin. Aku menceritakan peristiwa pahit ini ke Kak Vita. Kalau kata Kak Vita harus cepat tidur sebelum jam 10 malam. Karena, Kak Vita juga pernah mengalami peristiwa yang ku alami tersebut. Gara-gara aku menemukan sehelai rambut misterius itu, aku jadi bisa bertemu dengan kuntilanak.


Cerpen Karangan: Zabarzadad Jannatul Firdausa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You