Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Raja Damai yang Menderita

Zakharia 9:9-10

Umat Israel, pada zaman Tuhan Yesus, mengharapkan seorang raja keturunan Daud yang dahsyat. Mereka berharap Dia akan menghancurkan bangsa-bangsa asing yang menindas umat. Selain itu, mereka juga berharap Sang Raja mendirikan kembali kerajaan Daud secara fisik di bumi. Namun rupanya, bukan itu yang dinubuatkan Zakharia tentang Mesias. Menurut Zakharia, Mesias itu sesungguhnya adalah raja yang menderita.

Ia memberikan empat gambaran tentang Raja tersebut. Dia adalah adil, jaya, lemah lembut, dan mengendarai seekor keledai (9). Kata "adil" menunjukkan bahwa Ia akan menegakkan hukum di antara bangsa-bangsa (bnd. Yes 42:1, 3, 4). Kata "jaya" sebenarnya dituliskan dalam nuansa pasif sehingga lebih tepat diterjemahkan dengan "diselamatkan". Artinya, sudah tersirat bahwa Sang Mesias perlu diselamatkan oleh Tuhan. Namun, Dia diselamatkan bukan dari dosa, tetapi dari penganiayaan yang diterima-Nya. Kata "lemah lembut" lebih tepat diterjemahkan sebagai "dianiaya". Ini menegaskan bahwa Mesias akan menderita. Raja yang menunggangi seekor keledai menggambarkan keadaan negeri sedang damai. Artinya, ini adalah gambaran bahwa Mesias adalah Raja Damai.

Dengan demikian, Zakharia memberikan gambaran yang menarik. Dalam nubuatannya, Mesias ternyata seorang raja yang akan mengalami penganiayaan sebelum menjadi Raja Damai. Akan tetapi, Ia akan diselamatkan oleh Tuhan. Hingga pada akhirnya, Ia akan memerintah atas seluruh bumi sebagai Raja Damai. Kita bisa melihat bagaimana nubuat ini tergenapi. Setidaknya, itu terbukti lewat peristiwa Yesus ketika memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai (Mat 21:5-10).

Kiranya ini membuat kita semakin menghargai apa yang telah digenapi oleh Yesus. Semua itu untuk memberikan kita kerajaan yang damai nantinya

Doa: Kiranya kami semakin menghargai penderitaan yang telah Yesus alami demi memberikan kami kedamaian. [IT]

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan