Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 21, 2018

Inti Bumi ?

Sebuah Dasar Dari Terbentuknya Bumi Itulah Inti Bumi,Berbentuk Kristal Itulah Yang Di Katakan Seorang Yang Menelitinya,Namun Aku Tidak Tahu Akan Kebenaran Yang Sesungguhnya Akan Hal Itu,Jadi Aku Membayangkannya. Bagaimana Jika Dahulu Kala Ada Sebuah Kristal Besar Yang Di Sebut Matahari Pertama,Lalu Ia Terpecahkan,Menjadi Kepingan Dan Suatu Yang Paling Besar Akan Membentuk Matahari Yang Kita Lihat Sekarang ini,Dan Yang Sebagian Kecil Membentuk Planet. Tandanya Sebuah Kristal Itu Adalah Sebuah Energy Matahari,Karena Berukuran Kecil Ia Membentuk Lapisan Tanah,Sebab Demikian Magma Yang Keluar Dari Perut Bumi,Nantinya Dia Akan Menjadi Tanah.Dan Jika Kenyataan Kristal Itu Adalah Benar,Maka Jika Kita Mengambil Sebaguan Kristal Itu,Kita Akan Memiliki Sebuah Matahari,Dan Bagaimana Kita Dapat Mengambilnya Tentu Dengan Membuat Lubang Dengan Sebuah Kristal Juga Yang Mampu Diam Di Dalam Panas, Tapi Coba Lihat Akan Dampaknya,Itu Perlu Di Perhitungkan. Sebab Demikian Jika Ada Perubahan Pada Kristal …

Cerpen Hujan Deras Dikala Senja

Suasana hening, angin deras dan burung-burung berterbangan kesana-kemari. Dan diatas bukit belakang kampusku, menjadi saksi, kesedihanku dimulai. Saat aku ingin menyusul Merry (Sahabatku) di bukit kampusku. Karena udah aku janjiin untuk memberinya sebuah hadiah berupa boneka dan bunga mawar putih yang sudah aku siapkan 1 hari sebelumnya. Karena saat itu adalah hari ulang tahunnya.      Namun, hanya terbuang sia-sia penantianku untuk memberi Merry sebuah hadiah dariku. Karena setelah aku sampai dibukit belakang kampusku, aku melihat Frey (Kakak tingkat Merry) mengungkapkan perasaanya pada Merry di tempat yang biasanya aku dan Merry selalu duduk berdua, bercanda bareng dan nyanyi bareng sambil melihat burung berterbangan dan melihat pemandangan seluruh kota.      Rasanya baru kali ini aku merasa kecewa dan sedih. Aku bertanya-tanya dalam hatiku, apakah aku jatuh cinta pada Merry? Oh tuhan, jangan biarkan aku jatuh cinta sama Merry, dia hanya sahabatku bukan lebih dari itu. Aku eng…

Cerpen Sang Naga Dan Pemuda Yang Cerdik

Alkisah ada seorang petani yang mempunyai dua anak-anak laki. Keduanya tidak memiliki hubungan yang baik layaknya kakak dan adik saling menyayangi. Sang kakak sangat benci kepada adiknya karena ketampanannya. Hingga suatu hari mereka berdua diperintahkan sang ayah untuk mencari kayu bakar di hutan. Kesempatan ini digunakan dengan baik oleh sang kakak. Ketika adiknya sedang asyik mengumpulkan kayu bakar, tiba-tiba sang kakak menyergapnya. Dengan sekuat tenaga ia menahan tubuh sang adik. Ia mendorongnya ke pohon besar kemudian mengikat sang adik di pohon tersebut.     Sang kakak kemudian meninggalkan adiknya sendirian di hutan. Ia berpikir adiknya akan mati di hutan itu. "Pasti dia akan mati kelaparan atau dimakan binatang buas", pikir sang kakak. Ia kembali merapikan kayu bakarnya dan segera pulang ke rumah. Ia telah menyiapkan beribu alasan yang akan diutarakan kepada sang ayah untuk menutupi semua kejahatannya.     Disisi lain lewatlah seorang penggembala yang tubuhnya…

Cerpen Misteri Elang dan Panji Legiun

Hari ini adalah hari yang istimewa bagi John, sebab Ayahnya baru pulang dari Jerman dan membawa hadiah baginya.
“Selamat datang Papa, bawa hadiah nggak?” ujar John.
Ayahnya menjawab, “bawa dong. Nggak mungkinlah Papa nggak bawa..” Lalu ia pun mengecek plastik berisi hadiahnya. Ia pun terkejut, yang ia pegang sekarang adalah elang legiun Romawi dalam bendera legiun Romawi bertuliskan XXVII. Ia tahu tentang legiun itu, legiun itu ditugaskan untuk meruntuhkan pemberontak Jermania, hasilnya adalah kekalahan besar bagi legiun dan elang dan panjinya tersimpan selama 2000 tahun lebih, dan sekarang ada di tangannya.
“Terimakasih, Papa” ucap John.

Ia menaruh benda itu di kamar. Ia merasa benda itu berbicara kepadanya. Tapi beberapa waktu kemudian, mulai terjadi hal-hal aneh. Ia sering mendengar suara denting pedang di malam hari. Puncaknya adalah, suatu sore, ia sedang ingin mandi, tiba-tiba ia terbelalak karena di dinding kamar mandi ada darah yang membentuk tulisan, “Sepelieruntque! In Volutp…

Humor Bank Pembantu

Bank Pembantu Pada suatu hari nampaklah massa berkerumun didepan sebuah bank yang tergolong
baru buka cabang disitu. Sekelompok pria dan wanita muda melakukan demontrasi
menuntut hak dan keadilan karena lamaran mereka untuk menjadi karyawan pada
bank tersebut ditolak. Spanduk dan Poster dibentangkan dihalaman depan Bank
XXXXX sehingga sempat memacetkan lalu lintas sekitar tempat kejadian. Dalam
keadaan biasa, daerah sekitar Roxy-Jakarta Barat situasi lalu lintas sudah
padat-merayap apalagi ada demonstrasi. "Jelek-jelek begini saya pernah kerja
dengan orang Korea", teriak seorang demonstrator yang ternyata wanita muda.
"Saya pernah kerja dengan Jepang", sambung yang lainnya "Saya pernah kerja di
Arab Saudi", yang lainnya berteriak. Usut punya usut, bank yang baru dibuka
tersebut yang menuliskan papan nama "BANK PEMBANTU XXXXX" ternyata membuka
lowongan untuk merekut pegawai. Para pembantu rumah tangga beranggapan bahwa
bank tersebut k…

Cerpen Get Spirit

By: Echa Nurrizqi
“Eh… Mba Echa ya…”, sapa seorang anak perempuan yangperawakannya seukuran aku. Aku segera bangkit dari dudukku dan menyalami anakgadis yang baru saja menyapaku.

“Iya, ni de siapa ya?”, ucapku seraya tersenyum kepadanya.Putih, manis, dan tinggi.. Dia terlihat begitu sempurna.Nggak seperti diriku yang biasa-biasa saja, dengan tinggi badan yang hanyamencapai 158 cm dan berat badan hampir 50 kg’an dan kulit kuning langsat, akutumbuh menjadi seorang gadis yang pemalu dan menyimpan banyak misteri.

“Nela mba…”, jawabnya seraya tersenyum.“Ini lho kakak kelas kita di SMK dulu, inget nggak?”, ucapgadis berparas cantik itu pada satu dari sekian banyak anak yangberbondong-bondong memenuhi warteg di samping kosku.

“Mmm… Lupa Nel, hehe”, ucapnya lirih seraya menyalami aku.Aku dengar perkataan itu de, Sakiiit… HuftAku yang sedang menunggu temanku yang parasnya cantik danpribadinya yang menarik, duduk lagi di kursi panjang dekat etalase makanansambil memainkan jariku di atas keyboard H…

Cerpen Nasi Goreng Malapetaka

hari itu hari Minggu, 29 juli 2012. Saat itu semua keluarga Anneke berpuasa kecuali Anneke. Yah,,, maklum lah masalah perempuan. Saat semua orang sahur, Anneke tidak ikut terjaga dan terus melanjutkan tidur. Alarm yang biasa membangunkan Anneke pergi ke sekolah berbunyi“Kriiinnngg!!!!”
“Hoam!!” Anneke menguap lebar
tidak ada lagi rasa ngantuk di mata Anneke, tapi tiba-tiba
“krunyuk krunyuk” Perut Anneke berbunyi
“Haduh,, laper” Seru Annekesetelah cukup mengumpulkan ruhnya kembali Anneke mulai keluar dari kamar kesayangannya dan melangkah pergi ke dapur. Sebelum pergi ke dapur, Anneke melewati ruang keluarga. Terlihat Kiki yaitu adek Anneke sedang melihat DVD memasak kue milik mama. Kiki kelihatan sangat lapar, maklum lah dia masih kelas 2 SD“hem,,, enaknya” Seru KikiAnneke pun melanjutkan langkahnya untuk pergi ke dapur. Sesampainya di dapur Anneke melihat sepiring nasi goreng kesukaan Kiki. mulailah tercetus kejailan yang akan dilakukan Anneke“hem,, aku akan goda Kiki sedikit ah” Be…

Cerpen Adakah Bahagia Untukku? (Part 4-5)

“Hei, cepetan turun dong. Kamu tidur ya. Sudah sampai di depan rumahmu, nih.”
“Apa?”
“Nggak denger, ya! Aku teriak, lho.”
“Ya… ya…, aku segera turun,” kata Ana.
“Ngapain aja kamu tadi?”
“Ah…”
“Kamu ngapain dari tadi?” ulang Dicka.
“Oh, lagi…”
Belum sempat Ana meneruskan kata-katanya, Dicka sudah memotong, “Lagi ngelamunin aku, ya? Aku kan cakep.”
“Dasar narsis!” jawab Ann sambil menepuk punggung Dicka agak keras.
“Adaaww, sakit tahu!”
“Biarin.”Setelah berbicara beberapa saat, Dicka berlalu. Saat itu, Ana tidak sadar bila ayahnya sedang mengamatinya dari balik gorden.
“An…”
Suara itu, batin Ana dengan kaget… ternyata ayah sudah pulang.
“Ya, ayah?” tanya Ana sambil berbalik menghadap ke arah ayahnya.
“Kamu sudah berjanji…”
“Ya.”
“Tentunya, kamu nggak akan menghindar.”
Ana merasa badannya lemas dalam sekejap. Dia tidak akan pernah melupakan janjinya pada ayah. Ya, dia memang tidak bisa lagi menghindar. Tidak akan bisa.Ana memandang langit-langit di kamarnya. Memang, tidak ada apa-apa di …

Cerpen Adakah Bahagia Untukku? (Part 2-3)

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dicka. Dia berusaha menahan sakit yang menjalar, juga air matanya yang mati-matian ditahan agar tidak mengalir turun. Ayah tidak suka dengan anak yang cengeng. Lagipula, laki-laki tidak boleh mengeluarkan air mata.

“Yah, apa salah Dicka?”

“Masih berani bertanya apa salahmu, hah? Dasar anak keparat. Pergi saja sana ke neraka.”

Dicka hanya terdiam menedengar perkataan ayahnya. Hatinya merasa sangat sakit. Dia sering bertanya-tanya apakah bagi ayah dia hanyalah seonggok sampah busuk yang harus dilempar ke tengah jalanan?”
“Pukul saja. Biar sekalian Dicka mati. Biar ayah tidak malu lagi punya anak seperti Dicka,” katanya sinis.

“Kamu… kamu sudah berani melawan ayah, ya!” gertak ayahnya sambil melayangkan tinjunya ke wajah Dicka.
Tubuh Dicka terjengkang menabrak kursi yang ada di belakangnya. Darah tampak meleleh di sudut bibirnya.

Dicka masih tersungkur di lantai yang dingin. Sedangkan ayahnya berdiri angkuh di hadapannya.
“Bangun!” suara ayah mengge…

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You