Posts

Showing posts from May 5, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Asembagus, Situbondo

Arum cepat-cepat melepaskan sandal jepitnya yang usang. Melipat celana panjangnya. Lalu, merendam kakinya buru-buru. Ia duduk di bibir sungai. Merendam kaki mungilnya di sungai kecil itu. Cara ini memang selalu ampuh melepas duka Arum. Dalam tatapan kosongnya, Arum terisak sedih kehilangan sahabat 'tua'nya telah dibabat habis oleh orang-orang kekar yang membawa gergaji listrik."Paman pohon asam, semoga paman ditempatkan di surga, ya. Terimakasih sudah menemani Arum ketika belajar dan bermain. Kaso'on," sambil memandangi buah asam yang ia ambil, Arum menahan air suci keluar dari pelupuk matanya."Wira," tiba-tiba, terdengar suara lembut dari seorang pemuda. "Namaku Wira," tegasnya sekali lagi ketika Arum menoleh ke arahnya. Pemuda itu mengulurkan tangannya. Mengajak Arum berkenalan. Kemudian duduk di sebelahnya.     Dengan nada canggung, Arum menyambut tangan Wira, "Arum." Sejenak kemudian, Arum memaksakan senyumnya seperti anak u…

Cerpen Jambu Untuk Anakku

Riuhnya bunyi dedaunan di sebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling bercermin pada bola mata masing-masing. Terlihat dua orang ayah dan anak sedang bertatapan. "Tidak nak, Abah sangat mengerti, Abah juga minta maaf karena sudah banyak menyusahkanmu." Panang Aman mengusap bahu Ramadhan. "Tidak Bah, memang sudah kewajiban seorang anak untuk merawat dan menjaga orangtua yang telah membesarkan dengan segenap jiwa dan raga." Ucap lirih Ramadhan dengan nada rendah. Terlihat penyesalan yang mendalam pada dirinnya.     Lima puluh tahun yang lalu di sebuah desa tampak rumah berukuran kecil dan sangat sederhana. Dinding-dinding rumahnya hanyalah terbuat dari anyaman bambu atau sering disebut palupuh dalam Bahasa Banjar. Sedang atapnya terbuat dari daun rumbia yang sudah tersusun rapi. Rumah sederhana itu dihuni oleh sepasang suami istri. Panang Aman dan Acil Siti mereka sering di…

Renungan Warisan Bagi Kita

Baca: Efesus 1:3-14"Aku katakan 'di dalam Kristus', karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendaknya - " (Efesus 1:11)Siapa pun orangnya di dunia ini pasti tidak akan pernah menolak bila diberi warisan, apalagi warisan itu dari Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa setiap orang percaya di dalam Kristus akan mendapat bagian yang dijanjikan Tuhan. Hal itu juga disampaikan oleh Petrus, bahwa melalui kelahiran baru kita akan mendapat bagian kita, seperti dikatakan, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kam…

Renungan Terluka Karena Tertolak

Baca: 2 Samuel 16:15-23"Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel." (2 Samuel 16:22)Absalom adalah salah satu anak Daud. Ia memiliki perawakan nyaris sempurna. Sebagai anak raja, masa kecil Absalom berlimpah kasih sayang dan segala kenyamanan. Ia juga menjadi kebanggaan Daud. Namun semuanya berubah ketika terjadi suatu tragedi di keluarga istana. Absalom membunuh saudara tirinya, Amnon, karena telah memperkosa Tamar, adik kandungnya. Karena kejadian itu hati Daud (ayahnya) menjadi sangat murka. Lalu, Absalom "...melarikan diri dan telah pergi ke Gesur; ia tinggal di sana tiga tahun lamanya." (2 Samuel 13:38). Di kemudian hari dengan bantuan Yoab, Absalom dapat bertemu lagi dengan Daud. Kemarahan Daud telah reda, dan Absalom menerima pengampunan dari ayahnya.Seiring berjalannya waktu, meski telah dimaafkan dan diampuni kesalahannya oleh ayahnya, ternyata Absalom masih menyimpan …

Renungan Kehilangan Sesuatu Yang Berharga

Baca: Rut 1:1-22“Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” (Rut 1:20)Ketika di tanah Israel terjadilah kelaparan hebat, Naomi dan keluarganya memutuskan meninggalkan Betlehem dan menetap di Moab sebagai orang asing. Namun tragis, selang beberapa waktu tinggal di Moab bukan keberuntungan yang ia peroleh, tapi justru kepedihan mendalam yang harus ia rasakan. Naomi harus kehilangan orang-orang yang ia cintai, suami dan kedua anak laki-lakinya mati. Dalam luka hatinya Naomi memutuskan kembali ke Betlehem.Kehilangan seseorang yang kita cintai atau sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita sungguh menyakitkan. Namun bila kita larut dalam kepedihan dan meratapi kehilangan itu terus menerus, kita dapat kehilangan berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Rasa kehilangan akan membuat kita tidak pernah melangkah maju karena kita dilumpuhkan oleh rasa kesedihan atas kehilangan itu. Jadi kita harus bisa melupakan rasa keh…

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Baca: Amsal 9:1-18“Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 9:10)Ayat nas di atas menyatakan, setiap orang yang memiliki hati takut akan Tuhan akan mendapatkan hikmat. Jadi kunci memiliki hikmat adalah ketaatan kita melakukan perintah-perintah Tuhan. Pandangan orang dunia berbeda. Sebagian besar berpendapat bahwa orang yang memiliki hikmat adalah orang yang memiliki gelar tinggi atau telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat yang tertinggi, apalagi yang lulus dari luar negeri. Orang yang berpendidikan tinggi belum tentu memiliki hikmat, yang ia miliki adalah ilmu pengetahuan dan keahlian.Alkitab menegaskan bahwa hikmat itu sendiri hanya dapat diperoleh apabila kita takut akan Tuhan: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.” (Amsal 3:13-14). Hikmat yang dimaksud adalah wahyu dari Tuhan. Orang dunia tentunya tidak per…

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Forever Friends

Resolve email technical issues by microsoft professional support

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Tips to choose best dedicated server provider in Ashburn

Belajar Dari Nenek Ella Craig

Puisi Ruang Dan Waktu