Posts

Showing posts from July, 2019

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Aturan yang Menolong

Imamat 27:1-34 Peraturan dibuat untuk menolong manusia. Allah membuat aturan substitusi bagi mereka yang tidak dapat memenuhi peraturan yang telah disampaikan. Allah tidak murka dengan ketidakmampuan manusia. Allah meminta manusia menggantinya. Lewat tindakan penggantian itu, manusia diajak melihat keadilan dan kebaikan Allah.Peraturan subsitusi ditujukan kepada mereka yang tidak mampu memenuhi nazar atau janjinya kepada Allah. Nazar yang dimaksud adalah berkaitan dengan pemberian diri (3), janji pemberian hewan (9), rumah (14), dan ladang (16). Untuk penggantian bagi mereka yang bernazar dan untuk melakukan pemberian diri diatur berdasarkan usia juga jenis kelamin (3-7). Namun jika seseorang tetap tidak bisa membayar karena keadaan ekonomi, imam akan dengan bijaksana menentukan nilai penggantiannya (8). Untuk pemberian berjenis hewan dan benda, orang boleh menebusnya dengan nilai yang ditetapkan (13, 15). Yang tidak boleh ditebus adalah anak sulung manusia dan hewan karena anak sulu…

Tak Sekalipun Tuhan Ingkar Janji (1)

Baca: Bilangan 23:4-30"Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19)Ada banyak di antara orang Kristen yang masih bertanya-tanya dalam hati, "Benarkah Tuhan akan memulihkan dan memberkati hidupku? Benarkah janji-janji Tuhan yang tertulis di Alkitab ini akan digenapi, ataukah tak lebih dari sekedar teori?" Pertanyaan-pertanyaan yang mengindikasikan keragu-raguan, kebimbangan dan ketidakpercayaan, yang keluar dari mulut orang percaya adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu Iblis. Semakin orang ragu dan bimbang terhadap firman Tuhan semakin memuluskan jalan bagi Iblis untuk melancarkan serangan dan menghancurkan kehidupannya.Bileam berasal dari Petor, di tepi sungai Efrat. Ia bekerja sebagai penenung dan dari pekerjaannya ini ia beroleh upah. Suatu ketika Bileam diminta oleh Balak (raja Moab) untuk mengucapkan kutuk atas bangsa I…

Jemaat Berea: Hati Yang Rela

Baca: Kisah Para Rasul 17:10-15"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." (Kisah 17:11)Alkitab mencatat bahwa jemaat di Berea disebut lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika. Mengapa bisa seperti itu? Jemaat di Berea bisa menjadi orang-orang yang jauh lebih baik karena mereka menerima firman Tuhan yang diberitakan oleh Paulus dan Silas dengan segala kerelaan. Artinya mereka mau belajar, dibentuk dan diproses oleh firman Tuhan. Ini adalah dampak dari kuasa firman Tuhan! "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12).Dinyatakan bahwa "Segal…

Interupsi Allah

Imamat 26:14-46 Hdup manusia penuh dengan dinamika. Suka duka datang dan pergi silih berganti. Pada saat dukacita datang menghampiri dan kita berdiam diri merenungkan makna peristiwa dalam hidup ini, maka ada pesan yang hendak Allah sampaikan kepada kita secara personal. Kadang kala Allah memakai derita agar kita sadar diri. Interupsi dari Allah, melalui berbagai peristiwa, mengajak kita untuk mawas diri, apakah sudah menjadi pribadi yang taat kepada-Nya? Jika sudah taat, Allah ingin kita lebih taat. Jika belum, Allah ingin kita bertobat dan taat.Ketika manusia tidak taat kepada perintah-Nya, Allah akan melakukan tindakan-tindakan yang mengejutkan (16). Mulai dari penyakit yang sederhana seperti batuk dan demam (16), sampai dengan wabah sampar yang tak tersembuhkan, yang membuat manusia menderita (25). Mulai dari tanah yang sulit digarap (19), sampai dengan kehilangan tanah dan menjadi bangsa yang terbuang (33). Semua itu dilakukan Allah agar umat-Nya mawas diri dan sadar atas kesala…

Golongan Darah Yesus

Sebuah percakapan antara seorang jemaat dengan seorang pendeta setelah selesai suatu kebaktian.Pendeta: “Tahukah kamu golongan darah Yesus? Tak mungkin ada yang tahu. Kamu tahu?”Jemaat : “Ya, golongan darahNya O”Pendeta: “Bagaimana kamu tahu?”Jemaat: “Kan ada di Kidung Jemaat no. 36, ‘O, darah Tuhanku’.”

Orang Percaya:Surat Kristus Yang Hidup (2)

Baca: 2 Korintus 3:1-18"Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." (2 Korintus 3:3)Untuk bisa menjadi surat Kristus yang hidup, dari pihak kita harus ada pertobatan yang sungguh supaya bisa memberi kesan bagi siapa pun yang membacanya. Sebagaimana sebuah pohon dikenal lewat buahnya, pula kita akan dikenal lewat buah-buah pertobatan yang dihasilkan melalui kehidupan secara nyata. Rasul Paulus menyatakan bahwa 'surat' itu "...ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." (ayat nas).Mengapa Tuhan menulisnya di dalam hati? Karena hati merupakan pancaran sumber kehidupan (baca Amsal 4:23), dan "Seperti air mencerminkan waja…

Orang Percaya:Surat Kristus Yang Hidup (1)

Baca: 2 Korintus 3:1-18"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang." (2 Korintus 3:2)Tidak semua orang percaya mengerti bahwa sebagai pengikut Kristus, sesungguhnya keberadaan kita di tengah-tengah dunia adalah menjadi surat-surat Kristus yang terbuka, yang bisa dibaca oleh semua orang. Karena itu, baik perkataan maupun tingkah laku kita haruslah bisa menjadi berkat dan kesaksian yang baik bagi dunia. Seringkali kita diingatkan dengan ayat ini: "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6).Kalau kehidupan kita sama sekali tidak mencerminkan kehidupan seperti Kristus, maka kita bisa disebut sebagai orang-orang Kristen yang gagal total, sebab sasaran utama hidup kekristenan adalah menjadi serupa dengan Kristus. "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu data…

Hidup Dalam Kepura-puraan

Baca: Mazmur 28:1-9"Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan." (Mazmur 28:3)Hidup dalam kepura-puraan sama artinya hidup dalam kemunafikan. Munafik berarti bermuka dua, orang yang sedang memainkan peran ganda, orang yang perkataannya berbeda dengan isi hatinya, atau orang yang perkataannya tidak sesuai dengan perbuatan yang sesungguhnya. Dalam Perjanjian Baru kata 'munafik' diterjemahkan dari kata Yunani, hypokrites, yang berarti orang yang sedang memainkan peran di atas panggung. Bagi pemain drama/sandirawa, karakter yang mereka lakoni di atas panggung belum tentu sama, bahkan bisa sangat bertolak belakang dengan karakter yang sesungguhnya atau perilaku dalam kesehariannya.Hidup dalam kepura-puraan inilah yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi (baca Matius 23:1-26). Meskipun secara teori mereka sangat ahli dalam meng…

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah

Imamat 24:1-9 Carl G. Jung pernah menyimpulkan: anomali psikologis dan psikis terjadi pada pribadi yang tidak menghargai simbol. Allah tidak antisimbol karena itulah jendela untuk merefleksikan kedalaman diri dan karya-Nya.Allah menetapkan prinsip ini dalam Imamat 24:1-9. Di hadapan terang lampu tersebut ada dua belas roti sajian sebagai simbol dua belas suku Israel (24:5-9). Roti tersebut mendapat terang dari lampu minyak yang ditetapkan Allah untuk menyala terus menerus (24:1-3). Terang itu menyinari dua susun roti sajian yang diganti tiap hari Sabat. Terang menyoroti dua belas roti merupakan simbol penerimaan Allah atas dua belas suku Israel. Roti sajian tersebut kemudian dimakan oleh Harun dan anak-anaknya di hadapan Allah sebagai simbol persekutuan antara Allah dan umat-Nya (bdk. Kel 24:8). Hal ini menegaskan bahwa Allah menginginkan persekutuan dengan umat-Nya. Sabat, hari perhentian, menjadi momen terjadinya komuni yang direpresentasi oleh perjamuan makan para imam di hadapan-…

Menghormati Tuhan dengan Semestinya

Imamat 24:10-23 Robin A. Parry, seorang teolog kontemporer pernah mengemukakan bahwa gereja kurang menghargai jati diri Allah yang disembahnya. Hal ini tampak melalui nyanyian mereka. Mayoritas nyanyian tidak menyebut Allah Tritunggal. Referensi akan nama-Nya yang berkuasa dan kudus pun kurang mendapat sorotan yang semestinya.Nas kita berbicara tentang hal ini, secara khusus disoroti dalam ayat 10-16. Sekilas ketujuh ayat ini tampak tidak terkait dengan ayat 1-9. Namun, jika kita merenungkannya dengan seksama, ada kesamaan pokok pikiran yaitu kehadiran Allah di tengah perkemahan umat-Nya. Di satu sisi, kehadiran Allah lewat simbol terang dan dua belas roti perlu ditaati oleh imam. Di sisi lain, penghormatan atas kehadiran Allah didemonstrasikan melalui sikap umat terhadap nama-Nya yang kudus (Kel 20:7 dan Im 19:12). Perikop ini menarasikan kebenaran tersebut melalui dua aspek. Pertama, melalui situasi perkelahian antara anak dari perempuan Israel (Selomit binti Dibri, suku Dan) denga…

Sabat: Percaya dan Patuh

Imamat 25:1-34 Banyak kebutuhan dasar hidup yang sulit dipenuhi tanpa seorang mengikat diri dalam perjanjian hutang-piutang. Pembelian motor, mobil, tempat tinggal, biaya pengobatan, dan lainnya dengan cara berhutang sering menjerat seseorang seumur hidupnya. Realitas ini mengondisikan manusia untuk terus mencari nafkah dan profit tanpa ada perhentian atau sabat.Imamat 25 mengajarkan kebenaran yang mengejutkan. Prinsip Sabat diperluas sampai pada perlakuan atas tanah (1-5). Perlakuan ini adalah tindakan penghormatan bagi Allah. Tahun ketujuh adalah tahun perhentian penuh, yang berarti tanah tidak boleh diolah untuk usaha pertanian (2, 4, 5). Prinsip tahun Sabat bagi tanah diperluas dengan adanya tahun Yobel, tahun pembebasan. Setiap tahun ketujuh, umat melakukan tahun Sabat dan setelah siklus tujuh kali tujuh tahun, maka tahun ke-50 adalah tahun kudus. Dalam tahun itulah, setiap orang dan keluarga diperkenankan kembali ke tanah miliknya masing-masing (25:8-17). Esensi dari tahun Yobe…

Mengasihi Sesama Menghormati Allah

Imamat 25:35-55 Karya tulis Victor Hugo dari Perancis yang kemudian digubah menjadi drama musikal tersohor menuangkan sebuah pikiran integratif yang indah. Di penghujung musikal Les Misérables, ada lirik menyerukan: "To love another person is to see the face of God." Tampaknya, Allah menuangkan prinsip ini dalam lanjutan instruksi seputar tahun Yobel.Ada beberapa kondisi sosial yang diatur oleh Tuhan. Pertama (25:35-38), orang Israel perlu menyokong orang saudara yang jatuh miskin tetap dapat hidup. Penerapan instruksi ini mencerminkan seorang yang takut akan Allah dan tidak melupakan karya keselamatan-Nya (25:38). Kedua (25:39-43), dipaparkan agar seorang Israel tidak memperbudak saudaranya sendiri ketika ia jatuh miskin. Jika ia dipekerjakan, maka pada tahun Yobel, pembebasan harus diberikan kepadanya (25:40-43). Tuhan juga memberi petunjuk dari mana umat Israel memperoleh budak (25:44-46). Namun, mereka tidak boleh diperlakukan dengan kejam dan kasar. Pada paparan berik…

Taat Diganjar Berkat

Imamat 26:1-13 Dalam sebuah perjanjian, komitmen kedua belah pihak terhadap perjanjian tersebut adalah sangat penting. Tanpa komitmen, perjanjian itu menjadi kosong. Allah telah beriniasitif membuat perjanjian dengan manusia. Komitmen Allah pada janji-Nya tentu tak perlu diragukan lagi. Komitmen ketaatan manusia, itulah yang perlu ditumbuhkan tiap waktu. Allah selalu setia kepada janji-Nya, manusia belum tentu.Allah tidak hanya melepaskan umat-Nya dari perbudakan Mesir (13), tetapi juga membuat perjanjian dengan mereka. Umat Israel kini telah berganti tuan. Dari kekejaman bangsa Mesir, kepada Allah yang penuh kasih dan rahmat. Di dalam perjanjian itu, umat Israel dipanggil untuk taat kepada Allah. Ketaatan dimulai dari hal sederhana yaitu larangan membuat patung atau tugu untuk disembah (1). Ketaatan yang lebih dalam melalui perayaan Sabat (2). Pada perayaan itu, umat Israel diajak untuk berfokus kepada Allah.Allah berkenan pada ketaatan. Allah berjanji akan memberikan berkat bagi me…

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Benarkah Jamahan Roh Kudus itu Rebah ?

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Puisi : Aku Bagaikan Ikan Paus Yang Terdampar Di Daratan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Forever Friends

Puisi Ruang Dan Waktu