Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Kekonsistenan Guru Sejati

Kekonsistenan Guru Sejati

Yohanes 1:35-42

"Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yoh 1:29). Demikianlah Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus kepada publik saat peristiwa pembaptisan Yesus. Bisa dipastikan bahwa anak Zakharia itu tidak hanya ingin mengajak orang banyak itu melihat, tetapi melakukan sesuatu setelah melihat Anak domba Allah itu. Kelihatannya tak ada seorang pun yang melakukan sesuatu.

Ketika bersama dengan kedua orang muridnya, Yohanes Pembaptis kembali berseru: "Lihatlah Anak domba Allah!" (35). Dan keduanya yang mendengar perkataannya itu melakukan sesuatu. Jika pada perkenalan pertama, tak seorang pun yang bergerak. Pada perkenalan kedua ini, kedua orang murid itu mengikuti Yesus dari jauh. Setelah menyampaikan maksud mereka, Yesus berkata, "Marilah dan kamu akan melihatnya." Kedua murid Yohanes Pembaptis itu pun tinggal seharian bersama dengan Yesus. Kedua orang itu akhirnya meninggalkan guru pertamanya dan menjadi murid Yesus Orang Nazaret.

Salah seorang murid itu, Andreas, terkesan dengan pribadi Yesus akhirnya membawa Simon, saudaranya, untuk bertemu dengan Yesus. Sejarah mencatat Simon menjadi murid Yesus dan menjadi pemimpin jemaat mula-mula. Pada titik ini Andreas pun sebenarnya hanya mengikuti jejak guru pertamanya-memperkenalkan Sang Anak Domba Allah.

Yohanes Pembaptis memang guru sejati. Dia ingin muridnya berkembang. Dia selalu ingin memberikan yang terbaik bagi para muridnya, meski dia harus kehilangan murid. Ternyata ia sungguh kehilangan murid. Itulah figur guru sejati yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi para muridnya.

Gereja masa kini perlu belajar dari Yohanes Pembaptis yang konsisten memperkenalkan Yesus kepada para muridnya. Dia tidak bosan-bosannya memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Seandainya Yohanes Pembaptis hanya sekali memperkenalkan Yesus kepada para muridnya! Bisa jadi Yesus tidak pernah mendapatkan murid-murid terbaik! [YM]

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan