Posts

Showing posts from July 28, 2017

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Jalan Hidup Sadarkan Aku

Ku Telusuri jalan
Jalan Di Sepanjang Hidupku
Aku bagai Kereta uap
Yang ingin Makan,ku Perlu Menguap
ku ingin Minum,Ku perlu Uap
Buat Jalan-jalan hidupku Terhentikan
Karena Ku perlu menguap
Menguapkan asap Dari mulutku
Jadikan Tubuhku Bau uap
Jalan cinta Aku Hentikan Demi Uap
Jalan Ke Suksesan Tak ku Jalani Demi Uap
ingin Ku hantikan Saja Kereta uap ini
Biar banyak Jalan-jalan hidupku
Tak Hanya Jalan Uap Yang ku jalani
Jalan hidup Sadarkan aku
Hentikan Kereta uap ini
Tuhan tolong Aku
Hentikan Kereta Uap ini
Biar Banyak Jurusan Jalan hidupku

Kau Yang Pantas Ku ingat

Kau Hujam Aku Dengan Ingatanku
Kau Taburkan,Kau Tamankan Kembali 
Benih-benih Ingatanku Yang lalu
Kau Sirami Dan Kau pupuki Berulang-ulang kali
Biar Ku ingat
Biar ku ingat Kau Yang Tanam Dan Rawat
Benih Cinta-cinta ini Agar Terulang Kembali 
Tumbuh Di Taman Kasih Dan Sayang
Yang Selalu Akan Terulang Kembali 
Di Dalam ingatanku Yang Hilang
Dan kini Teringat Kembali
Bahwa Kaulah Kasihku
Kasih Yang Pantas
Yang Selalu Pantas
Kekasih Yang Pantas ku ingat Selalu

Ku Rasa Aku Pencundangmu

Kau awali biar yang kurasakan kau temanku
Kau Datangiku Saat tiada lagi Teman Di sisi
Kau Hampiri Di Saat Kesunyian Sepi
Buat gembira Rasa Di hati
kini  Kurasa Ku Harus mengakhiri
Ku Sadar Jalan-Jalanmu bukan Jalanku
ku Mengerti Ku Membuatmu Jemu Tak Asik Lagi
Dan ku Tahu Lalu ku Rasa Aku hanya Dapat Jadi pecundangmu
Buat Apa Kau Sebut Aku Teman lagi
Di Pandangpun Kini Seperti bukan Teman Di Sisi
Mengapa kita Harus Bersama-sama lagi
Lebih Baik Akhiri Urusan kita ini
Dan Jangan Bertemu Dengan Pecundangmu Lagi
Masih Banyak Pecundang Yang Dapat kau Cari
Karena kini Aku Tak Mau lagi
ku Sadar Aku Tak Mampu Temanimu Lagi
Cuman Kacung Dan Cuman Pecundang ini

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

The Many Benefits of a Sports Massage

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Puisi Ruang Dan Waktu

Forever Friends

Belajar Dari Nenek Ella Craig

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan