Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Apa yang harus Kulakukan?

Apa yang harus Kulakukan?

Mazmur 1

Kata pertama yang kita baca dalam mazmur hari ini adalah "berbahagialah". Bagaimanakah konsep pemikiran kita tentang kebahagiaan? Mungkin seperti ini: hidup yang sangat nyaman, banyak harta, segala yang kita cita-citakan tercapai, semua yang kita inginkan diterima, atau berkeliling Indonesia, bahkan dunia. Atau mungkin kata "berbahagia" itu identik dengan hidup tanpa masalah. Tetapi, apakah ada manusia hidup tanpa memiliki masalah? Tentu tidak! Bahkan orang yang kita anggap bahagia itu bisa saja menganggap hidup kita lebih berbahagia darinya.

Pemazmur menyatakan bahwa orang yang berbahagia mereka yang dapat merasakan sukacita yang diberikan Tuhan di tengah-tengah tantangan hidup. Bagi pemazmur, orang disebut bahagia ketika orang tersebut mengikuti tidak nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa, dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah (1). Manusia memang saling memengaruhi satu sama lain. Jika seseorang berada dalam kumpulan orang yang tidak mengenal Tuhan, kemungkinan besar ia cenderung berperilaku seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.

Pemazmur membedakannya dengan orang benar, yang merenungkan firman Allah setiap saat (2). Sabda Tuhan menjadi kegemarannya. Ia digambarkan sebagai pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak layu daunnya. Pohon yang berada di tepi aliran air memang tak terlalu sulit dalam mendapatkan air-kebutuhan vital tanaman. Bahkan, dalam keadaan kemarau sekalipun kebutuhan akan air selalu tetap terpenuhi.

Kebahagiaan mungkin saja dirasakan oleh orang yang tidak menaati kehendak Tuhan. Akan tetapi, sifatnya semu, sementara saja, dan tidak kekal. Sebab muara dari jalan hidupnya hanyalah kebinasaan semata. Sedangkan jalan orang benar akan bermuara pada kehidupan kekal karena Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindunginya.

Marilah kita melakukan apa yang baik di mata Tuhan dalam segala situasi dan kondisi! Sebab Dia adalah pribadi yang setia dan siap melindungi. [KFT]

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah