Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Diperkenan Allah

Diperkenan Allah

Markus 1:9-11

Tampilnya Yesus di dunia ini dari awal hingga akhir memperlihatkan kesederhanaan. Tempat lahir yang tidak layak, kehidupan-Nya yang bersahaja, hingga kematian yang tidak sepantasnya. Kata kesederhanaan dalam hal ini dapat diartikan sebagai pengurbanan yang mulia. Selaku Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, hidup layaknya manusia, tahu dan mengalami kesusahan hidup juga seperti manusia.

Yang membedakan Yesus dengan manusia lainnya adalah ketika Yesus dibaptis, maka terkoyaklah langit dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya (10-11). Tentunya sepanjang sejarah Yohanes Pembaptis membaptis setiap orang yang datang kepadanya tidak pernah terjadi hal demikian. Dan hingga kini juga tidak pernah ada yang demikian.

Allah berkenan mengutus anak-Nya yang tunggal untuk melakukan misi penyelamatan dunia, yaitu orang yang percaya kepada-Nya. Allah berkenan terhadap kerendahan hati-Nya yang rela dibaptis oleh manusia yang penuh kelemahan dan ketidaklayakan. Yohanes Pembaptis pun mengakuinya di hadapan Yesus. "Jangan Engkau yang dibaptis, karena akulah yang seharusnya dibaptis oleh Engkau." Tetapi, Yesus menjawab: "Biarlah kita melakukannya untuk menggenapkan firman Allah."

Dengan demikian, Allah Bapa berkenan akan setiap hal yang akan dikerjakan Yesus di dunia ini. Perkenanan Bapa kepada anak-Nya menjadi contoh bagi kita yang mengaku bahwa Yesus adalah guru mulia dan Tuhan kita. Dalam kehidupan kita, dalam hal apakah Allah berkenan kepada kita? Salah satunya adalah kerendahan hati. Sebagaimana Yesus Orang Nazaret kita perlu memperlihatkan kerendahan hati dalam setiap pikiran, tutur kata, dan tindakan.

Merendahkan hati bukanlah perkara mudah. Begitu banyak tantangannya. Ego sering mendorong manusia untuk menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain. Marilah kita kembali belajar seperti Kristus untuk mencari dan mewujudkan kehendak Allah dalam setiap keadaan. Itulah yang diperkenan Allah dari umat pilihan-Nya! [KFT]

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah