Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Ezra : Kepercayaan Raja

Baca: Ezra 7:1-28a

"Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan Tuhan, Allah Israel." (Ezra 7:6b)

Siapakah Ezra? Dia adalah salah satu dari orang-orang Israel yang dibuang di Babel. Menjadi orang buangan tidak selamanya tanpa harapan. Ada saatnya di mana Tuhan sanggup mengangkat dan memulihkan, "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18).

Ezra, dari seorang buangan menjadi orang kepercayaan raja. Ia dipercaya dan diutus oleh raja Artahsasta untuk membangun Bait Allah di Yerusalem. Apakah tidak ada orang lain yang lebih terhormat yang bisa diutus raja? Tentunya raja Artahsasta tidak salah pilih. Kalau tidak memiliki reputasi yang baik mustahil raja mengutus Ezra. Mengapa Ezra begitu istimewa di mata raja Artahsasta? Meski sebagai orang buangan di Babel ia memiliki kehidupan yang berbeda, seorang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Bahkan orang-orang di seluruh Babel mengenalnya sebagai orang yang ahli dalam hal Taurat Tuhan. Itulah sebabnya "...raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia." (Ezra 7:6c).

Memiliki hidup yang berbeda seperti Ezra adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2).Ketika orang-orang buangan lain mungkin sedang merenungi nasib dan mengasihani diri sendiri, Ezra malah bertekun meneliti dan merenungkan Taurat Tuhan itu siang malam. Disebut sebagai ahli Taurat Tuhan karena ketekunannya meneliti Taurat itu (Ezra 7:11,12, 21). Tidak hanya itu, ia tekun mengajar dan mendidik orang-orang buangan di Babel tentang Taurat Tuhan. Ketika diutus ke Yerusalem ia pun membawa juga sebuah kitab Taurat sebagai sumber pengajaran iman. Kehidupan Ezra benar-benar menjadi berkat dan kesaksian bagi bangsanya. Karena itu ia dipercaya melaksanakan mandat sang raja. Ezra juga menerima kuasa penatalayanan (Ezra 7:17) dan dapat mempertanggungjawabkan setiap tugas yang dipercayakan kepadanya.

Kisah ini menunjukkan bahwa Ezra seorang yang takut akan Tuhan; tidak hanya mahir tentang Taurat Tuhan secara teori, tapi juga setia melakukan Taurat Tuhan itu dalam kehidupannya sehari-hari.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan