Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Memberi Teladan

Baca: Filipi 3:17-21

"Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu." (Filipi 3:17)

Keberadaan orang Kristen di tengah dunia ini adalah untuk menjadi terang. Menjadi terang berarti menjadi teladan dalam segala hal: perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian hidup. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan segenap jemaat di Filipi agar mereka mengikuti teladannya. Hati Paulus sangat sedih karena banyak orang yang hidupnya menjadi seteru salib Kristus, meremehkan pengorbananNya di kayu salib dan lebih memilih hidup menurut hawa nafsu, "...pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi." (Filipi 3:19).

Apa yang perlu diteladani dari Paulus? Kehidupan Paulus sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus sehingga ia benar-benar mengerti bahwa keberadaan hidupnya untuk Tuhan. Paulus tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana ia bisa memuliakan nama Kristus yang telah mati bagi dirinya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. "...Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah" (Filipi 1:20-22a). Ini sangat bertolak belakang dengan keberadaan anak-anak Tuhan zaman sekarang, di mana banyak yang hidupnya justru menjadi batu sandungan, memuaskan keinginan daging dan lebih memilih 'sama dan serupa' dengan dunia ini. Padahal seharusnya kehidupan kita berbeda dan tidak serupa dengan orang-orang dunia: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2).

Hidup Paulus hanya tertuju kepada Tuhan karena ia sangat mengasihiNya dan mau melakukan apa saja untuk menyenangkan hatiNya. Ada keseimbangan antara perkataan dengan perbuatan, tidak hanya fasih membicarakan firman, namun ia juga mempraktekkan apa yang ia katakan supaya menjadi teladan bagi banyak orang di mana pun berada.

Bila hidup kita tidak menjadi teladan berarti kekristenan kita gagal!

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Forever Invisible

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Jesus,Kaulah Satu TuhanKu

Manusia Bagaikan Butiran Pasir

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Cerpen Cinderella Merpati

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan