Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Menari dalam Badai Kehidupan

Menari dalam Badai Kehidupan

Markus 4:35-41

Badai kehidupan dapat menimbulkan perasaan bahwa Tuhan jauh dan tidak memedulikan kita. Ia seakan-akan diam, tak peduli, dan membiarkan kita mati-matian menghadapi badai. Akhirnya dalam ketakutan kita merasa akan tenggelam dan binasa. Kepercayaan kepada Tuhan hilang karena ketakutan begitu kuatnya menguasai diri. Perhatian difokuskan pada badai permasalahan yang sedang berkecamuk, sehingga kita melupakan kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan.

Danau Galilea terkenal dengan badainya. Angin yang berhembus secara tiba-tiba dengan kekuatan yang dahsyat ke tengah danau dapat menimbulkan badai. Cuaca cerah dapat berubah secara tiba-tiba dengan datangnya badai menakutkan yang menggoncang danau itu. Badai itu lebih sering datang pada waktu petang. Perubahan suhu yang turun secara drastis dapat menimbulkan tekanan angin yang besar dan berhembus kencang ke tengah danau.

Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk menyeberang pada waktu hari sudah petang (35). Ia bersama murid-murid-Nya berada di perahu yang sama menyeberangi danau. Ia menyertai murid-murid-Nya menyeberangi danau yang terkenal dahsyat anginnya. Ia tahu apa yang dilakukan-Nya sehingga tetap berani mengajak para murid-Nya (36).

Datanglah angin keras menghantam perahu yang ditumpangi Yesus. Kepanikan melanda semua orang yang ada dalam perahu. Mereka takut tenggelam dan binasa karena air danau sudah memenuhi perahu. Mereka berteriak-teriak panik dan akhirnya merespons secara negatif keadaan itu.

Ketakutan yang berlebihan bisa membuat kita tidak bisa percaya kepada Tuhan yang menyertai kita. Fokus kita hanya pada masalah yang berkecamuk saja, bukan pada kuasa-Nya. Dalam badai sekeras apa pun, marilah kita percayakan hidup kepada-Nya. Tuhan selalu menyertai kita.

Marilah kita memohon kekuatan agar dimampukan untuk mengarahkan hati kepada Tuhan ketika menghadapi badai kehidupan. Tuhan selalu menyertai kita dalam mengarungi kehidupan. [JS]

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan