Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Orang Berdosa Tetap Diterima-Nya

Orang Berdosa Tetap Diterima-Nya

Markus 2:13-17

Saat berkunjung ke suatu tempat, Yesus selalu menyempatkan diri untuk mengajar. Ia tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan asal usul dan latar belakangnya. Siapa pun boleh menjadi murid-Nya. Tindakan-Nya sungguh berbeda dengan para ahli Taurat dan Farisi yang cenderung mengucilkan orang berdosa. Mereka yang dipandang berdosa tidak boleh beribadah kepada Allah dan tidak layak dijadikan teman (16).

Yesus menjadi sosok yang luar biasa karena tindakan-Nya menyatakan kemuliaan Allah. Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Tidak heran di mana pun Yesus berada banyak orang datang berkumpul untuk mendengarkan sabda dan ajaran-Nya.

Rupanya para agamawan Yahudi tidak menyukai kehadiran Yesus. Segala tindak tanduk Yesus dipahami sebagai usaha untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat Yahudi. Selain itu, Yesus juga dipandang sebagai sosok yang berbahaya karena Ia dianggap ingin menghapus kewibawaan Hukum Taurat. Jadi, sangat mudah dipahami mengapa Yesus tidak mengajar orang banyak dalam rumah ibadat, melainkan di tempat umum atau alam terbuka seperti di tepi danau Galilea (13). Suasana terbuka membuat Yesus dapat berjumpa dengan setiap orang yang ingin bertobat dan mengenal kehendak Allah.

Saat melintasi daerah itu, Yesus melihat seorang yang bernama Lewi dengan profesi sebagai penagih pajak. Secara spontan Yesus mengajaknya untuk mengikuti-Nya (14). Sikap Yesus ini bertujuan untuk menghapus penilaian buruk dari masyarakat umum terhadap mereka yang bekerja sebagai penagih pajak. Ia tidak menghakiminya sebagai orang berdosa, melainkan menerima orang berdosa (17). Allah disebut Mahakasih karena Ia mengasihi dan menerima orang yang berdosa apa adanya. Allah tidak membedakan orang.

Marilah kita bersyukur kepada Allah atas kasih-Nya dengan cara bertekad untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti hati-Nya, seperti: tidak membaca Firman, mengata-ngatai orang, dan mengumpat. [JS]

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Forever Friends

Tips to choose best dedicated server provider in Ashburn

Puisi Ruang Dan Waktu

Resolve email technical issues by microsoft professional support

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan