Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Takjub! Aku akan Memberitakannya Terus

Takjub! Aku akan Memberitakannya Terus

Markus 1:21-28

Pernahkah kita merasa salut? Takjub? Biasanya karena apa? Apakah karena di luar pemikiran kita? Di luar kemampuan kita bisa melakukannya? Dan apakah karena selama ini ternyata belum pernah ada yang dapat melakukan hal-hal seperti itu? Ya! Kemungkinan hal-hal inilah yang membuat kita takjub. Setelah takjub, apa yang terjadi? Diiringi rasa salut dalam pikiran kita, maka mata kita akan terkonsentrasi pada hal tersebut. Kemudian bibir kita akan berdecak kagum sehingga mulut kita bisa saja dengan tidak sengaja memuji dan menceritakannya kepada orang yang tidak ikut menyaksikannya, bahkan tak jarang juga kepada orang lain yang telah melihatnya.

Rasa takjub juga dialami orang-orang yang mendengarkan pengajaran Yesus. Sebab Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Saat itu juga ada orang yang kerasukan roh jahat, orang itu berteriak "Apa urusanMu dengan kami hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Ungkapan "Yang Kudus dari Allah" dimaksudkan untuk membedakan Yesus dengan orang lain yang bernama sama. Kita bisa melihat bahwa roh jahat itu mengetahui identitas Yesus yang sebenarnya. Bahkan dia begitu ketakutan, sehingga sewaktu Yesus menghardiknya, maka roh jahat itu keluar dari orang tersebut. Untuk kedua kalinya orang yang menyaksikan peristiwa itu takjub kepada Tuhan Yesus. Sehingga kabar itu bukan hanya diam dalam rumah ibadat itu saja, tetapi diberitakan terus ke seluruh penjuru Galilea.

Kehidupan kita adalah karya Allah. Kalau sering kita renungkan, maka kita pun akan takjub. Penuh keheranan dan kita mengucap syukur untuk kasih Allah dalam hidup kita. Manusia yang penuh dosa seperti kita, tetap menerima kasih Allah. Di tengah-tengah kekurangan kita, maka saat itu jugalah kita dikuatkan oleh Allah. Sewaktu membutuhkan pertolongan, maka Allah mengulurkan tangan-Nya untuk untuk menolong dan menghibur kita. Lalu, apa kita terus memberitakannya atau berhenti dalam diri sendiri? [KFT]

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Forever Invisible

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Jesus,Kaulah Satu TuhanKu

Manusia Bagaikan Butiran Pasir

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Cerpen Cinderella Merpati

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan