Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Tolonglah Aku, Ya Allahku

Tolonglah Aku, Ya Allahku

Mazmur 3

Mazmur ini memperlihatkan segala perasaan Daud sewaktu melarikan diri dari istana akibat pemberontakan anaknya Absalom. Perasaannya sungguh campur aduk karena ada kaitan emosional antara ayah dan anak. Di satu sisi ada ketakutan karena jiwanya terancam. Di sisi lain ada kesedihan karena anaknyalah yang menjadi sumber ketakutannya.

Mazmur ini berisi ratapan di hadapan Allah, seruan di tengah kesulitan, penderitaan, ketidakadilan yang dialami oleh orang percaya kepada Allah. Daud memohon pertolongan dan belas kasihan Allah semata, yang diharapkan dapat melepaskannya dari segala penderitaan yang sedang dialaminya. Bahkan karena banyaknya lawan menyerang, seakan-akan Daud merasa: "Apakah mungkin Allah tidak akan menolong, seperti yang dikatakan oleh orang-orang (3)." Apakah mungkin Allah meninggalkannya? Akan tetapi, Daud percaya bahwa Allah akan menolongnya dan tidak akan membiarkannya.

Benarlah bahwa Allah menolongnya. Pengalaman kehidupan Daud sendiri pada masa lalu meyakinkan dirinya akan kesetiaan Tuhan.

Ada dua hal penting dalam mazmur Daud ini. Pertama, ketika menghadapi musuh, Daud tidak panik. Dia berkata,

"Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku. Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku (6-7)." Begitu dia mengingat Allah yang penuh belas kasihan dalam pengalaman pribadi hidupnya, dia semakin merasakan ketenangan. Dia meyakinkan diri bahwa selepas ia beristirahat akan ada ketenangan baru yang diberikan Allah.

Kedua, Daud menjadi lebih dekat dengan Allah. Ini merupakan hal yang penting. Allah menjadi pembelanya. Dengan pemahaman demikian, Daud memiliki semangat baru dan kembali percaya diri bahwa Allah berada di pihak dirinya.

Sesungguhnya seruan "TUHAN tolonglah aku" muncul karena kepercayaan diri Daud bahwa Allah akan menolongnya. Kalau tidak yakin akan adanya pertolongan mustahil Daud berseru minta pertolongan. Seruan minta tolong sebenarnya merupakan tindakan iman.. [KFT]

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Forever Invisible

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Jesus,Kaulah Satu TuhanKu

Manusia Bagaikan Butiran Pasir

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Cerpen Cinderella Merpati

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan