Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Makanan Rohani

Baca: Ayub 32:1-22

"Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian." (Ayub 32:8)

Keindahan seorang Kristen harus keluar dari bagian yang terdalam. Maka tak seharusnya kita bermegah dengan apa yang dilihat lebih dari apa yang di dalam hati. Yesus berkata pada kita, "Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil." (Yohanes 7:24).

Roh kita merupakan bagian terpenting dari diri kita karena roh kita adalah manusia yang sebenarnya di dalam kita. Karena Allah adalah Roh, kita juga makhluk roh. Mengapa? Karena kita diciptakan menurut gambar dan citra Allah (Kejadian 1:26). Kita adalah roh yang memiliki jiwa, dan kita hidup dalam tubuh jasmani yang dapat dilihat dan dijamah. Roh, jiwa, dan tubuh harus dijaga tidak bercacat cela seperti yang dikatakan ayat Alkitab: "...semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita." (1 Tesalonika 5:23).

Karena mungkin bagi kita untuk mengembangkan tubuh kita, maka juga tidak mustahil untuk mengembangkan pikiran sekaligus roh kita. Pikiran adalah bagian dari jiwa kita. Satu-satunya cara untuk mengembangkan roh kita adalah dengan Firman Allah. Tuhan Yesus berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Dapat dipahami bahwa manusia tidak dapat berkembang secara fisik tanpa makan, maka orang juga tidak dapat berkembang rohnya tanpa makanan rohani. Dalam hal ini makanan rohani adalah Firman Allah.

Sesungguhnya ada kelaparan secara rohani dalam hati setiap manusia di dunia. Kelaparan rohani di dalam diri setiap manusia di dunia adalah untuk didamaikan dengan Sang Pencipta - Allah - dan bersekutu dengan Dia. Tetapi manusia tidak menyadari bahwa kelaparan di hatinya adalah untuk memiliki persekutuan yang baik dengan Tuhan. Seringkali kelaparan hati tersebut mendorongnya pada hal-hal duniawi yang buruk untuk memuaskan 'jeritan hati' di dalam dirinya.

Kelaparan akan kasih Allah tidak bisa dipuaskan dengan keduniawian dan hal-hal materi.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan