Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Bangku Terlarang



Hari ini adalah hari awal aku masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Namaku Tania. Aku duduk di kelas 1 SMA PERWIRA HUSADA. Aku berjalan melewati koridor kelas yang cukup panjang dengan langkah santai. Dari kejauhan ku lihat anak-anak berkerumun di depan kelasku. Aku berlari dan mencari tau apa yang terjadi.


“Ada apa sih Nit?” tanyaku pada Nita.
”Ada yang kesurupan, Lira.” Balasnya.
“Kok bisa sih? Atau jangan-jangan dia duduk di bangku kosong depan bangkuku?” tanyaku detail.
“Sepertinya sh gitu Tania.” Jawab Nita singkat.


Tiba-tiba anak yang mengerumuni Lira itu serentak terpental.
“Kekuatan Lira hebat banget.” Teriak Anton yang tersungkur pada sebuah pot bunga. Lira pun tiba-tiba pingsan. Anak-anak membawanya ke ruang UKS karena guru belum ada yang berangkat.


Berbagai hal aneh selalu terjadi, jikalau bangku di depanku ini ada yang menduduki. Sudah 10 kali kasus seperti ini terjadi. Aku tak habis pikir, kenapa bangku itu selalu membuat masalah. Di saat aku melamunkan perihal bangkul ini, tiba-tiba Rere sahabat baikku datang.


“kenapa kamu?” Tanyanya sambil menepuk pundakku. Seketika itu aku terperanjat. Aku menatap Nita tajam.
“mm, kamu tahu sesuatu tentang bangku ini gak?” tanyaku serius sambil menunjuk bangku di depanku itu.
Rere menatap mataku seakan menyelidik apa yang ada di otakku, Lalu tangannya dilambai-lambaikan tepat di depan mukaku.
“ih, apaan sih kamu Re? Gak jelas banget deh” ocehku kesal, karena Rere seakan meledekku.
“Aku gak tahu persis sih. Tapi aku pernah denger cerita orang, kalau bangku ini itu bangku terlarang. Disebut terlarang karena dulu, kira-kira 5 tahun yang lalu ada seorang murid perempuan, dia sangat cantik dan pintar. Lalu di antara teman-temannya ada yang tidak menyukainya. Dan dia akhirnya dibunuh oleh temannya itu. Semua kejadian itu terjadi di bangku ini.” ucap Rere panjang lebar.
“terus, terus, terus?” tanyaku semakin penasaran.
“Ya, terus karena murid cantik itu merasa ini bangkunya, jadi gak ada seorang pun yang boleh duduk di bangku ini.” jelasnya lagi semakin serius.


Sesaat aku menoleh ke seluruh penjuru kelas. Ku lihat anak-anak yang lain masih berkerumun menceritakan perihal Lira yang kesurupan pagi tadi.
“tan ada darah.” bisik Rere pada telingaku.
“Mana Re? gak ada apa-apa kok.” balasku selagi membetulkan kerudung putihku.
“Lihat deh darah itu deh masih segar!” Tegas Rere ketakutan. Mendadak wajahnya pucat pasi seperti mau pingsan. Aku melihat sekitar bangku terlarang itu. Ternyata setelah aku teliti memang ada bercak darah segar di bangku itu. “Perasaan tadi bangku itu bersih, kok tiba-tiba ada darah ya?” batinku.


Semenjak kejadian itu, kami sering dihantui oleh hantu bangku terlarang itu. Situasi ini memancing kami untuk menjadi detektif dadakan. Semua hal yang berkaitan dengan bangku terlarang itu kami selidiki satu per satu dengan detail.


Hingga pada suatu hari ketika aku sedang belajar di kelas badanku terasa dingin dan lelah. Seketika itu pula aku melihat kejadian tragis yang menimpa seorang gadis. Mungkin dia adalah pemilik bangku terlarang itu. Aku melihat jelas ketika gadis itu sedang duduk membereskan alat tulisnya, dan tiba-tiba muncul seorang yang ingin membunuhnya. Awalnya dia berusaha berlari dan mencari pertolongan. Namun apa daya, karena sekolah sudah sepi. Akhirnya ia terbunuh.


Kepalanya dipenggal. Tubuhnya terkulai lemah di bangku itu. Dan kepalanya disimpan di koper yang berada di gudang. Orang yang membunuhnya tak lain adalah teman sebangkunya yang sirik terhadap dia. Aku tak tega melihat semua ini. Aku menangis seketika melihat peristiwa ngeri ini. Tiba-tiba gadis tanpa kepala mendekatiku. Aku hampir pingsan dibuatnya. Aku takut setengah mati, tapi aku juga merasa kasihan. Dan aku tahu tujuan gadis itu mendekatiku adalah untuk meminta bantuanku menemukan kepalanya dan menguburkannya dengan sewajarnya.


Aku menceritakan apa yang kualami siang itu pada Rere. Kami berusaha mencari kepalanya. Seluruh penjuru gudang kami obrak-abrik.
“Ta, koper itu bukan?” Rere menyeretku menuju koper di pojok jendela.


Setelah kami buka, ternyata benar. Di dalamnya ada kepala manusia yang usang dan sudah berubah menjadi tengkorak kepala. Kami pun membawanya ke halaman sekolah dan menguburkannya dengan layak. Dan kami pun mendoakannya. Sesaat setelah itu, munculah gadis yang cantik di depan kami. Dia mengulurkan tangannya pada kami. Dan dia mengucapkan terima kasih, karena telah menguburkan kepalanya. Kami pun menjabat tangannya dan tersenyum. Tidak lama kemudian gadis itu menghilang.


Setelah kejadian itu kami tidak dihantui hantu bangku terlarang lagi. Kini bangku itu aman diduduki oleh siapa saja karena arwah gadis itu telah tenang setelah kami menguburkan kepalanya sore kemarin di halaman sekolah.


TAMAT


Cerpen Karangan: Fitri Nur Azizah

Komentar

  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    4 bulan yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    6 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    6 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    6 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    6 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    6 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    6 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You