Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu


Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkanrumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karenalapar.


Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depankedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”

“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu denganmalu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulaiberlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, aku hanyaterharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibukusendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yangbaru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu?Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begituterharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnyakamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidakberpikir tentang hal itu?”

Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begituberterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selamabertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkandirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihatibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertamayang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telahmenyiapkan makan malam.”

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya& ia menangis di hadapan ibunya.

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Sesungguhnya Aku Menyayangimu Tapi (Part 2)

NATURAL ANTI DANDRUFF SHAMPOO

Forever Friends

What Does Desert Safari Mean?

Cerpen Lampu Merah

Advantages of a Manual Wheat Grinder

Cerpen 3 Days To Live

Cerpen 2 Sahabat Menjadi 2 Penghianat

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah