The Top 14 Enterprise-Scale Digital Marketing Solutions

Marketing for large organizations is different than marketing for small businesses or startups. It requires a different and specialized set of tools. We’ve put together a list of the best marketing tools for large organizations, divided by category.



Attribution 1. Altitude by ImpactAltitude promises deep insights into the behavior of your potential customers. It contains a varied array of customization options for reporting and modeling attributions.

2. AppsflyerIn markets and industries where the majority of the action on mobile, Appsflyer has the attribution solution. 

Social Media 3. OktopostBuilt by marketers for marketers, Oktopost has taken on the challenge of providing accurate and actionable visibility into social media attribution. It provides tools and resources for finding relevant social media conversations, facilitating employee advocacy efforts, and publishing.

Oktopost is designed for enterprises because it provides more than simple vanity metrics. It takes the “dark” ou…

Humor ABRI Aja Bisa Pucet

Ada seorang Madura yang berjualan semangka dipinggir jalan, lalu datanglah
seorang ibu yang hendak membeli semangka yang dijual Madura tadi.
Ibu : "Cak, berapa semangkanya ini satu ?"
Mdr : "Oh..., murah Buk, tiga ribu saja."
Ibu : "Merah enggak Cak ?"
Mdr : "Dijamin pasti merah Buk. Kalo enggak merah nanti bisa dikembalikan."
Lalu si Ibu akhirnya jadi membeli satu biji semangka, tetapi karena
terburu-buru membawanya, semangka yang baru dibeli tadi akhirnya jatuh dan
pecah, dan ternyata warna buahnya putih bukan merah seperti yang dibilang tadi.
Si Ibu tadi kembali ke orang Madura untuk protes.
Ibu : "Lo... Cak, ini koq isinya putih, katanya tadi merah... Kalo begini
saya kembalikan saja semangkanya !!! Mana duitnya tadi ..!!"(dengan nada marah).
Mdr : "Lho Buk, ABRI saja jatuh pucat, apalagi semangka."

Dokter GiGi Dan PasienNya

Ada pasien datang ke dokter gigi. Bapak-bapak, mau dirawat giginya. Ketika di
periksa, dokter gigi itu bilang "wah ini mesti di cabut".
Terus bilang lagi "Biar nggak sakit di suntik dulu ya Pak".
Lalu diambil suntikan dan obat biusnya di lemari.
Ketika balik, bapak itu udah siap-siap untuk di suntik. Dia buka celana-nya
dan menyodorkan pantatnya ...

Anak Tetangga

Disebuah perumahan yang suasananya agak akrab, terdapat rumah
sebelah-menyebelah, keluarga yang punya anak perjaka dan anak gadis. Si anak
perjaka bilang ke ibunya, bahwa dia ingin menikahi anak gadis tetangga, karena
sudah lama berpacaran dan tidak tahan lagi hidup tidak jelas...jadi ingin
berumahtangga begitu maunya.
Si perjaka; "Bu, tolong dong saya ingin menikah dengan di (gadis) sebelah".
Wah si Ibu kaget bukan main...dia tidak mengijinkan. Tapi kenapa...alasannya.
Akhirnya si Ibu bilang juga rahasia yang selama ini disimpan oleh dia. Si Ibu
bilang bahwa anak gadis itu sebenarnya sedarah dengan dia, karena si Ibu pernah
tidur bersama Bapaknya sigadis dahulu (jadi di Perjaka sebenarnya kakak di
Gadis...).
Si perjaka pusing uring2an siang malem tidak bisa tidur (soalnya banyak
nyamuk gitu)...
Eh si Bapaknya perjaka...melihat anak bujangnya uring2an...maka dia tanya ada
apa gerangan... Sambil agak sedih di perjaka menceritakan hal yang dirahasiakan
di Ibu selama ini.
Tapi...heran2nya si Bapak sih biasa2 aja...gitu...malah sambil tersenyum...
Si Bapak perjaka akhirnya bilang bahwa dia akan merestui perkawinan anaknya.
Si Perjaka... sambil tercengang menanyakan duduk persoalannya...karena dia
tahu perkawinan sedarah itu dilarang.
Si Bapak perjaka dengan tenang cerita juga akhirnya: Tenang lah nak...si
Gadis itu sebenarnya bukan adikmu..., karena dia sebenarnya anak saya...

Kamu Sudah Tahu Kalimat BerikutNya

Seorang wanita selalu pergi ke tempat kerja dengan melwati jalan yang sama. Di
jalan itu terdapat sebuah 'pet shop' dan ada seekor burung kakaktua yang
bertengger di depan toko.
Saat melewati toko itu, burung kakaktua itu berteriak, "Hei cewek! Kamu
benar-benar jelek!"
Anda bisa bayangkan betapa marahnya sang wanita itu. Setiap pergi dan pulang
kerja, cacian kakaktua itu terus didengar.
Akhirnya suatu hari, kemarahannya meledak. Dia mendatangi 'pet shop' itu dan
mengancam akan membunuh burung kakaktua itu, jika masih mengeluarkan makian
yang menyinggung perasaannya.
Pemilik toko menenangkan wanita itu dan berjanji akan membuang kata-kata
jelek itu dari mulut kakaktua.
Keesokan harinya ...
Saat dia berangkat kerja dan melewati 'pet shop' itu, burung kakaktua itu
menyapa dengan manis, "Hei, cewek!"
Terdiam sejenak.
Lalu burung itu melanjutkan, "Ah, kamu sudah tahu kalimat berikutnya!"

Darah Celup

Alkisah berlokasi di markas besar PBB di NewYork, tepat jam 12 tengah malam,
para drakula se-dunia berkumpul untuk mngadakan pertemuan tahunan di tingkat
paling atas dari gedung PBB.
Seperti biasa, pada setiap rapat dan perkumpulan, ada seorang pelayan yang
bertugas untuk menyediakan minum bagi para drakula yg hadir.
Berhubung pada saat itu persedian darah manusia sangat terbatas, maka
disediakan darah alternatif, seperti darah babi, darah sapi dan darah hewan yg
lain.
Pertama-tama pelayan mendatangi drakula yg berasal dari Amerika, sebagai yg
tuan rumah, untuk menanyakan minuman apa yg ia inginkan.
Drakula dari US tsb. berkata, "saya minta darah babi saja yg segar ..."
Pelayan mecatat permintaan tuannya.
Kemudian dia mendatangi drakula yg berasal dari Jepang, sambil menanyakan hal
yg saam seperti kepada drakula yg berasal dari US.
Drakula dari Jepang berkata, "saya minta darah sapi yg segar saja ..."
Pelayan mencatatnya.
Setelah semua drakula tamu di catat pesanan minumannya, akhirnya pelayan
mendatangi drakula yg berasal dari Indonesia.
"Tuan mau minum apa ?", tanya pelayan tsb. kepada drakula berasal dari
Indonesia.
"Saya cuma minta air putih saja ...", jawab drakula dari Indonesia santai.
Pelayan tsb. tampak kebingungan untuk beberapa saat, lalu kembali ia
menanyakan kebenaran jawaban.
"Maaf tuan ... apa saya nggak salah dengar ... ?!?", tanya pelayan meyakinkan.
"Sudahlah ... ambilkan saja saya air putih hangat ...", kata drakula dari
Indonesia menegaskan jawabannya kembali.
Lalu pelayan segera menyediakan minuman yg sesuai dgn permintaan para drakula
yg berasal dari berbagai negara.
Dan terakhir pelayan menyerahkan segelas air putih hangat pada drakula dari
Indonesia, sambil memperhatikan apa yg akan dilakukan oleh tamunya. Tak
beberapa lama kemudian, tampak drakula yg berasal dari Indonesia merogoh
sakunya dan mengeluarkan sebuah kantong putih, yg sepintas tampak seperti teh
celup. Kemudian ia-pun melakukan hal yg sama seperti halnya membuat teh celup.
Bungkusan putih tsb. dicelupkannya ke dalam air hangat ... dan tak beberapa
lama kemudian ... alhasil air hangat di dalam gelas tsb. berwarna merah semua
bak darah!
Ternyata usut punya usut, kantong berwarna putih tsb. rupanya pembalut bekas
pakai.
"Ahhhh ... lumayan ... darah celup ...", gumam drakula dari Indonesia sambil
dgn santainya menikmati ... darah celupnya ...

Comments

loading...

Popular posts from this blog

To Love without Certainty

Best Time to Trek in Nepal

How Important Personal Health Care by Electronics Health Care Products at Home or Out Side?

Global Chlorotoluene Market Outlook 2017-2022, Market Size, Trends and Research Report

Considerations For Your Go-To Product Boxes Manufacturer

4 Essentials of Great Vape Cartridge Boxes

How a Test Automation Tool is the Solution to Challenges in Testing

Ideas To Advertise Your Small Business

Take a look at these PR Firms in Hyderabad- The city of Biryani and Pearl!

I Highly Recommend Cold Sore Home Remedies