Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen This is Story About Their Zayn Malik (Part 2)



Inilah lokasi syuting selanjutnya. Di depan gubuk tua di musim gugur bulan November. Ternyata Asmeralda cukup berbakat, ia langsung mudah menguasai adegan-adegannya berdasarkan naskah. Josh, sang sutradara pun tampak puas, mungkin karena peranan yang diterima oleh Asmeralda sesuai dan sangat cocok dengan karakternya.

Sejauh naskah yang dibaca dan yang sudah dimainkan oleh Asmeralda, film ini mengisahkan tentang seorang tokoh utama yang bernama Robin (Harry Styles). Robin baru saja di angkat sebagai presiden direktur muda diperusahaan ayahnya. Robin memang cocok mendapatkan jabatan itu karena ia pintar dan berbakat. Kimberly (Asmeralda Austin) sang kekasih yang juga berasal dari keluarga kaya itu sangat bangga padanya. Sejak dulu Robin memang popular dengan ketampanan dan kepintarannya, karena itu ia punya satu kebiasaan jelek, suka menggoda gadis-gadis cantik meskipun ia hanya mencintai Kimberly saja. Sebagai seorang perempuan, tentu saja Kimberly cemburu dan sering dibuat cemas olehnya.

Karena sibuknya Robin dalam pekerjaan barunya dan Kimberly yang juga sibuk mengurus kuliahnya, mereka jarang bertemu, telfonan atau kirim pesan pun jarang. Kimberly pun merasa kesepian dan menahan rindu yang begitu besar pada Robin. Kimberly cemas jika Robin sudah mendapatkan gadis lain yang lebih baik darinya. Fikiran-fikiran aneh terus melintas dalam benak Kimberly. Itu membuat dia takut, tapi itu segera ditepisnya dengan mencoba berpikir positif.

Disisi lain, Robin yang ceria, energik, dan tampak selalu bahagia itu ternyata merasakan hal yang sama dengan Kimberly. Jim (Liam Payne) sang penasehat sekaligus teman dekatnya dibuat kebingungan oleh sifat Robin yang berubah dan mulai tidak konsentrasi dengan pekerjaannya. Jim menyarankan pada Robin agar pada waktu luangnya nanti ia menemui Kimberly. Jim menyusun rencana itu bersama Aggie (Qwerl) sepupu Kimberly, agar Aggie bisa mencari waktu luang Kimberly.

Hari itu pun datang, Robin bertemu dengan Kimberly di depan sebuah gubuk tua di musim gugur bulan November. Mereka memilih bertemu di gubuk itu karena di tempat itulah pertama kalinya mereka bertemu secara tidak sengaja dua tahun lalu. Tanpa basa-basi, Robin langsung memeluk Kimberly, melepaskan kerinduannya. Dalam pelukan itu Robin mencurahkan seluruh isi hatinya, betapa sepi hidupnya dan pekerjaannya tanpa ditemani oleh Kimberly, betapa rindunya dia ketika tidak bisa berkomunikasi dengan Kimberly, betapa menyesalnya dia ketika tidak menghubungi dan menemui Kimberly walaupun hanya sebentar, dan betapa menyesalnya dia ketika tidak bisa meluangkan waktunya untuk membalas pesan dan telfon dari Kimberly.

Kimberly menangis dipelukan Robin. Ia bahagia, ternyata Robin juga merasakan hal yang sama dengannya, ternyata Robin tidak melupakannya, ternyata Robin juga merindukannya, dan ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

Adegan sampai Asmeralda menangis dipelukan Harry baru saja selesai. Harry’s hand was still on the shoulders of Asmeralda, and Asmeralda’s hand still in waist Harry. It makes the heart Zayn odd flare. Zayn mendekati mereka berdua, menatap mereka satu persatu dengan tajam, Harry dan Asmeralda hanya terdiam bingung – masih dalam setengah pelukan – dengan perilaku Zayn. Kemudian Zayn pergi dengan canggung setelah sadar akan perbuatannya. Harry dan Asmeralda melepaskan tangan mereka dan saling menatap bingung dengan mata yang memancarkan pertanyaan di antara masing-masing mereka.

Zayn duduk dibangku panjang lokasi syuting pada saat break untuk melanjutkan adegan selanjutnya. Ia memakai kaca matanya, mengambil naskah dan memegangnya di tangan kiri, kaki kanannya dinaikan di atas lulut kirinya, tangan kanannya bertumpu pada kaki kanannya, dan dagunya bertumpu pada tangan tangan kanannya itu. Kemudian ia membaca-baca naskahnya, padahal naskah tersebut tidak masuk kekepalanya, pikirannya melayang, adegan pelukan Harry dan Asmeralda yang begitu mesra melintas-lintas dalam benaknya, dan itu membuatnya benar-benar terganggu.

Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya bermaksud untuk menghapuskan bayangan itu. Pada saat itu, Niall duduk di sebelah Zayn, merangkul pundaknya dan berteriak ditelingannya bertujuan untuk mengagetkannya yang sedang menggeleng-geleng sendiri. Sayangnya, Zayn tidak kaget dan melepaskan rangkulan Niall dengan kesal.
'Hey… What's up, pal? You look dizzy!!! Hahahha…' Tawa Niall meledak di telinga Zayn sekali lagi.
'My eardrum can rupture if you frequently do so!!' kata Zayn kesal, lalu ia berdiri dan pergi.
'You said you liked my laughter … Hey Zayn, don't go… I want to say something,' teriak Niall, Zayn tetap pergi.

Zayn melihat Asmeralda duduk sendiri, memegang naskah, dan memasang earphone. Asmeralda menatap kaki seseorang didepannya, kemudian ia melihat wajahnya. Tidak di sangka, ternyata Zayn.
'May I sit here?,' tanya Zayn.
'Of course… please.' Asmeralda bergeser sedikit memberikan tempat duduk pada Zayn di bangku yang hanya cukup untuk dua orang itu.
'What are you listen?' tanya Zayn menatap lurus kedepan, pada keruman kru yang sibuk dengan urusan masing-masing.
'Just a song,' jawab Asmeralda singkat, ia tahu bukan jawaban itu yang diinginkan Zayn. Tentu saja dia sedikit malu mengatakan yang sejujurnya, karena Asmeralda mendengarkan lagu One Direction yang berjudul 'More Than This', lagu itu begitu indah menurut Asmeralda karena pada lagu itu Zayn menyanyikan bagian solonya dengan sangat baik.
'How old are you?' tanya Zayn memecahkan keheningan, tidak tahu apa lagi yang mesti dikatakannya. Beginilah keadaan dua orang yang sama-sama cool.
'Ha..? Ah… 18 years this December.' Asmeralda menampilkan senyum manisnya yang memikat.
'That way… I guess we are the same age .. haha.' Zayn tertawa, Asmeralda sedikit tersinggung. 'I… I mean not so, you don’t look older. But, because of your cool.' Jelas Zayn, Asmeralda kembali tersenyum, Zayn merasa lega. Hatinya tenang melihat senyuman Asmeralda. This girl is hard to talk to, I have to say something that could make her a lot of talk, pikir Zayn Dalam hati, lalu ia berkata, 'You Looks really like enjoyed that role, are you really love Harry?'
Asmeralda terdiam, wajahnya merah, tampaknya kini Zayn benar-benar akan membuat Asmeralda banyak bicara. 'Who’s say? Don't talk nonsense.' Asmeralda melipat tangannya di depan.
'But, you held him so tightly!!'
'You know what? I’m just doing my job to the fullest, as expected the all people!!'
'But I don't!!'
'What do you mean?'
'Are you really love Harry?!!!'
'Oh God… If so weve why? what to do with you?.'
'That way…' Zayn pergi meninggalkan Asmeralda. Zayn kembali membalikkan badan. 'Should not be!!! Remember, he had a girlfriend!!' Zayn pergi meninggalkan Asmeralda dan tidak mendengar perkataannya.
'I know..!! And I don't love Harry…!!!'. Jelas Asmeralda singkat.

Asmeralda benar-benar bingung dengan perilaku Zayn. Zayn tidak seperti yang diharapkannya. Mungkin ini gila, tapi memang ini yang diharapkannya, 'At least Zayn be nice and warm at the time of their first confabulation'. Asmeralda tidak pernah mengira pada saat obrolan pertama mereka akan berlangsung seperti ini. Bukannya hangat, tapi malah panas.
Sebernarnya Asmeralda juga menyesal kenapa ia malah marah saat Zayn bertanya apakah ia suka pada Harry. Tapi apa boleh buat, Zayn membuatnya kesal. Kenapa pada saat mereka mulai bicara Zayn malah bertanya yang tidak-tidak. 'And how stupid he was, obviously I’d love him!!!' teriak Asmeralda dalam hati. Ia terdiam sejenak, 'I'd love him? No no no'. Pada saat itu juga Carol dan Yuu duduk di sebelah Asmeralda dengan gerak-gerik yang mencurigakan.
Asmeralda menatap Carol dan Yuu satu persatu. 'Haha…' tawa Asmeralda kaku dan ngeri. 'Why are you guys? I was a little scared.'
Carol melipat kakinya dan memegang dagunya, 'Asmeralda!! Don’t be afraid and don’t give up!! They’ve broken up and you have a great opportunity and a lot of opportunities.'
'Lagi pula sebentar lagi… Kyaaa…' Yuu berteriak-teriak bahagia, membuat Asmeralda yang tidak tahu apa maksudnya menjadi bingung. Carol pun ikut-ikutan teriak-teriak dengan Yuu.
Asmeralda memilih meninggalkan mereka berdua. Berjalan ke depan dengan santai. Pada saat itulah ia sadar mengapa teman-temannya berkata begitu, Jade Thirwall dan Perrie Edwards dari Little Mix datang dan kini bersama Harry dan Zayn. Asmeralda’s heart ached and … she’s jealous. Ia mencoba pergi dan berpaling, namun seseorang berteriak memanggil namanya. Sebenarnya ia ingin pura-pura tidak melihat namun tidak bisa. Akhirnya ia menoleh dan memberikan senyuman tipis.

Zayn berjalan sendiri berkeliling lokasi syuting, ia menendang-nendang setiap kerikil batu yang menghalanginya. Harry melihat tingkah aneh Zayn dan menghampirinya.
'Hey dude, What are you doing? you seem wroth.' Sapaan Harry tidak ditanggapi Zayn. 'Hey, what's wrong?' Zayn tetap diam dan terus berjalan sambil menendang-nendang. 'Huft… Ok, I'll join with you,' kata Harry, ia ikut menendang-nendang batu.
Seseorang memegang kedua pundak Harry dari belakang dan bersorak keras. Harry kaget dan kali ini pun Zayn ikut kaget. 'Heeyaa, dear… I'm so miss you.' Jade Thirwall memeluk pundak Harry.
'You make me shocked, dear,' kata Harry pada Jade.
'Really? Sorry dear.' Jade melepaskan tangannya dari pundak Harry dan berpaling pada Zayn yang tampak kesal, 'Hi, Zayn! You shocked to? Sorry, dont angry.' Jade tertawa dan mengangkat kedua tangannya membuat simbol peace.
'Hi, Jade!' balas Zayn.
Jade melipat tangannya di dada dan mendekat pada Zayn sambil tersenyum. Lalu tersenyum pada seseorang dibelakang Zayn. Perrie Edwards.
'Hi, guys! Long time not see you both.' Sapa Perrie mendekat pada Jade, Harry, dan Zayn.
'Hi, perrie!' sapa Louis dari belakang. 'Hi, Jade! Why you both come here?' tanyanya.
Jade menyikut perut Louis, 'Surely to meet Harry!! And Perrie maybe…'
Perrie memotong pembicaraan Jade, 'I just to look around, should not be?' tanya Perrie bercanda.
'Of course not.' Canda Louis dan ia tertawa. 'I'm just kidding'
Meski begitu Perrie sedikit tersinggung. Ia sadar, sudah empat bulan lebih ia putus dengan Zayn atas kehendaknya sendiri. Dan pada saat itu Zayn sangat terpukul, dan Perrie cukup keberatan dengan pesonil One Direction yang lain. Apa boleh buat, keputusannya sudah bulat dan itu punya alasan yang cukup ' menurut Perrrie. Namun ia tidak bisa menghilangkan rasa sayang dan perhatiannya dari Zayn selama itu. Dan kini ia ingin melihat keadaan Zayn ' untuk pertama kalinya sejak mereka putus ' dengan alasan pergi bersama Jade yang ingin bertemu Harry. Disaat inilah, Perrie cukup terluka ' meskipun tidak lebih terluka dari Zayn saat putus dengannya ' karena pada saat ia ingin mencurahkan perhatiannya kembali pada Zayn kenapa ia malah cuek, seperti tidak menyadari kedatangannya, dan seperti tidak mengharapkan kedatangannya. Perrie terluka, benar-benar terluka. Namun ia bisa mengatasinya.

Setelah beberapa saat berbincang-bincang, dengan Zayn yang hanya diam dan sesekali tertawa, Jade melambaikan tangannya dan berteriak memanggil seseorang, 'Hi, Asmeralda!!'
Asmeralda yang sedang berjalan dengan santai menoleh dengan pelan kearah Jade, lalu ia tersenyum tipis.
Jade melambai sekali lagi, 'Come on, join with us!!'
Zayn berharap agar Asmeralda menolak tawaran Jade, namun dengan langkah berat Asmeralda berjalan ke arah mereka. Zayn tahu bahwa Asmeralda terpaksa. Mungkin karena obrolan panas mereka barusan. Ia benar-benar tidak ingin Asmeralda bergabung bersama mereka. Karena keberadaan Perrie disini.
Wajah Zayn yang keberatan tampak jelas oleh Asmeralda. Jangankan ia, Harry, Jade, Perrie, dan Louis pun menyadarinya. Asmeralda ingin berbalik ke belakang dengan alasan ke toilet, namun ia tidak bisa. Ia ingin tahu apa yang dibicarakan Zayn dan Perrie saat ini. Ia ingin tahu!!

Cerpen Karangan: Asmeralda Austin
Facebook: Asmeralda Austin
Tetap baca lanjutan kisah dari Zayn Malik dan Asmeralda Austin ya…!! :)
dijamin seru lho.. :P
kalo mau kenal lebih dekat sama aku kamu bisa add dan chatting sama aku lewat facebook , kalian juga bisa comment dan beri masukan.
I hope you like my story

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Forever Friends

Tips to choose best dedicated server provider in Ashburn

Puisi Ruang Dan Waktu

Resolve email technical issues by microsoft professional support

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan