Tiada Lagi Air Mata

Baca: Mazmur 6"Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (Mazmur 6:7)Air mata bisa dikatakan bagian hidup manusia, mulai dari manusia dilahirkan sampai ia menutup mata, hidup manusia selalu diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Kelahiran bayi ditengah-tengah keluarga diawali tangisan dan tetesan air mata; begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis, air mata pertama sebagai pertanda kehadirannya di dunia. Ketika diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan hidup yang berat air mata kembali mewarnai hari-hari manusia, seperti yang dirasakan pemazmur: "...aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (ayat nas); dan ketika manusia sudah menyelesaikan 'kontraknya' di dunia alias meninggal dunia, perpisahan itu ditutup pula dengan derai air mata oleh keluarga, sahabat, teman, kerabat dan orang-orang terdekat.Tetapi, pada saatnya air mata itu a…

Renungan Jangan Malu Bersaksi Tentang Kristus

Baca: 2 Timotius 1:3-18

“Jadi janganlah mau bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena Aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah.” (2 Timotius 1:8)

Hari demi hari perjalanan hidup kekristenan kita semakin berat, penuh ujian dan tantangan. Banyak orang mulai mengeluh dan berbicara dalam hati, “Ternyata mengikut Kristus banyak sekali ujiannya, tidak seperti yang kubayangkan!” Saat berada di tengah dunia banyak yang memandang sinis kita karena status kita sebagai pengikut Kristus.

Firman Tuhan sudah terlebih dulu memperingatkan: “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 10:22). Jadi dalam mengikuti Kristus dibutuhkan suatu komitmen yang sungguh dan motivasi yang murni, bukan sekedar mengikut saja, atau kita mengikuti Dia hanya karena ingin mendapatkan berkatNya saja, sementara sisi yang lain (penyangkalan diri dan pikul salib) kita abaikan. Akibatnya kita menjadi orang Kristen yang mudah kecewa dan pada akhirnya memilih mundur.

Ketika memutuskan mengikut Kristus kita harus menjadikanNya sebagai yang utama dalam hidup kita karena Dia adalah Raja di atas segala raja. Dan seharusnya kita bangga memiliki Kristus karena “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9). Sayangnya banyak yang malu memberitakan nama Yesus dan tidak mengakui Dia di hadapan orang lain karena takut ditolak dan ditinggalkan mereka.

Sebatas itukah harga keselamatan bagi kita? Yesus berkata, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.” (Matius 10:32-33). Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar ia tidak malu bersaksi tentang Kristus di mana pun dia berada.

Menjadi pengikut Kristus harus mau bersaksi dan memberitakan namaNya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You