Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Renungan Jangan Malu Bersaksi Tentang Kristus

Baca: 2 Timotius 1:3-18

“Jadi janganlah mau bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena Aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah.” (2 Timotius 1:8)

Hari demi hari perjalanan hidup kekristenan kita semakin berat, penuh ujian dan tantangan. Banyak orang mulai mengeluh dan berbicara dalam hati, “Ternyata mengikut Kristus banyak sekali ujiannya, tidak seperti yang kubayangkan!” Saat berada di tengah dunia banyak yang memandang sinis kita karena status kita sebagai pengikut Kristus.

Firman Tuhan sudah terlebih dulu memperingatkan: “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 10:22). Jadi dalam mengikuti Kristus dibutuhkan suatu komitmen yang sungguh dan motivasi yang murni, bukan sekedar mengikut saja, atau kita mengikuti Dia hanya karena ingin mendapatkan berkatNya saja, sementara sisi yang lain (penyangkalan diri dan pikul salib) kita abaikan. Akibatnya kita menjadi orang Kristen yang mudah kecewa dan pada akhirnya memilih mundur.

Ketika memutuskan mengikut Kristus kita harus menjadikanNya sebagai yang utama dalam hidup kita karena Dia adalah Raja di atas segala raja. Dan seharusnya kita bangga memiliki Kristus karena “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9). Sayangnya banyak yang malu memberitakan nama Yesus dan tidak mengakui Dia di hadapan orang lain karena takut ditolak dan ditinggalkan mereka.

Sebatas itukah harga keselamatan bagi kita? Yesus berkata, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.” (Matius 10:32-33). Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar ia tidak malu bersaksi tentang Kristus di mana pun dia berada.

Menjadi pengikut Kristus harus mau bersaksi dan memberitakan namaNya!

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah