Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Misteri Rumah Tua


Malam semakin larut. Udara dingin pun kian menusuk sampai ke tulang. Seperti biasa jalanan kampung durian ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang dengan kendaraan kebanggaan mereka. Kampung durian ini kampung yang ramai, nyaman dan tenteram. Warganya pun ramah kepada siapapun. Namun di balik keramaian itu, kampung ini menyimpan sebuah misteri tentang rumah tua yang terletak di dekat masjid besar kampung ini yakni masjid al-istiqamah.


Konon katanya, rumah ini sangat angker dan banyak hantu yang bergentayangan menakuti warga sekitar yang melewati rumah tua itu. Bila malam telah datang, rumah ini menjadi sangat mencekam bagai istana setan. Banyak warga yang menyaksikan keanehan rumah tua itu. Di antaranya, ketika Pak Somad bersama rekannya sedang ronda, mereka melewati rumah itu.


Di saat mereka berdiri tepat di depan rumah itu, tercium bau wangi bagai minyak kasturi. Dan tak lama setelah itu, muncul seorang wanita cantik membuka pintu rumah tua yang selama ini selalu tertutup.
“Ronda ya bang?” Tanya wanita itu dengan senyum di bibirnya.
“iya nih neng.” Sahut Bang Somad sambil senyum karena terpana dengan kecantikan wanita itu.


Salah seorang teman Pak somad yakni Pak Karim mendekati wanita itu dengan yakin, lalu dia memegang tangan wanita itu.
“yuk neng ikut ronda bareng Abang.” Kata Pak Karim genit.


Dia menggandeng tangan wanita itu. Tanpa ia sadari tangan wanita yang ia gandeng itu lepas dari tubuhnya. Melihat kejadian itu, Pak Somad lari terbirit-birit. Dan Pak Karim karena saking ketakutannya sampai pingsan di tempat.


Cerpen Karangan: Fitri Nur Azizah

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan