Jika Anda Ingin Berubah, Mulailah dengan Pemikiran Anda

Gambar
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Perubahan memerlukan pemikiran yang baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran dan mulai mengambil pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara pikir kita.Misalnya, Anda berkata, "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan bekerja. Anda tak bisa melawan perasaan Anda. Anda harus mengubah cara Anda berpikir tentang pasangan Anda, tentang anak-anak Anda, juga tentang anggota keluarga Anda yang lain. Itu akan mengubah cara Anda merasa, yang kemudian akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).Pertempuran melawan dosa, pertempuran melawan kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah perilaku Anda atau apa pun itu di dalam emosi Anda, mulailah dengan pikiran dan sikap Anda.Pembaharuan …

Pengampunan Tuhan Atas Kita

Baca: Matius 18:23-35

"Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" (Matius 18:33)

Dalam perumpamaan pada pembacaan kali ini Yesus menyatakan betapa kejamnya di hadapan Allah, orang yang tidak mau mengampuni orang lain. Bila kita tidak mau mengampuni orang lain, kita ini disebut sebagai hamba-hamba yang kejam.

Hamba yang kejam dalam bacaan itu mempunyai hutang kepada tuannya sebesar 10.000 talenta, namun ia dibebaskan (10.000 talenta menggambakan betapa besar dosa manusia dan pengampunan Tuhan kepada kita). Akan tetapi dia tak mau membebaskan hutang temannya yang hanya 100 dinar saja, bahkan dipenjarakannya sampai ia melunasi hutangnya. Perbuatan ini sangatlah kejam, tidak berperikemanusiaan. Demikianlah kita akan dinilai Bapa seperti ini bila kita tidak mau mengampuni orang lain. Bukankah kita sudah dibebaskan dari segala dosa kita dan beroleh kasih karuniaNya? "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25).

Dosa dari pelanggaran kita sudah diampuni Tuhan melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Bukankah kita juga patut mengampuni orang yang bersalah kepada kita? Orang Kristen yang tidak bisa mengampuni orang lain menjadi orang yang kekurangan kasih karunia di hadapan Allah. Jangan sampai nantinya Raja di atas segala raja memanggil kita dan berkata, "Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihi kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" (Matius 18:32-33). Bila kita menghargai betapa pengampunan Tuhan diberikan kepada kita, maka hendaknya pengampunan itu juga dapat kita berikan kepada orang lain.

Setiap orang yang telah menerima kasih karunia dan pengampunan dari Bapa harus belajar mengampuni orang lain dan mengasihani mereka. Raja itu marah kepada hamba yang tak mau mengampuni, "Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya." (Matius 18:34). Perhatikan kata Tuhan Yesus, "...BapaKu yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:35).

Belajarlah mengampuni orang lain, karena dosa-dosa kita pun telah diampuni Tuhan; jika tidak, kita pun tidak akan diampuni lagi Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You