Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Sekolahku Seram


Cewek bernama Vinny dan Fella bersekolah di SMP cahaya bangsa. Konon dahulu sekolah itu bekas rumah sakit. Banyak kejadian-kejadian aneh di atas jam 19.00. Semua siswa sudah diperingati berkali-kali tapi, masih ada yang bandel. Banyak siswa yang setelah membuktikan peringatan itu, dan benar banyak sekali penampakan, tangisan dan suara minta tolong.


Pada suatu hari Vinny dan Fella ada tugas osis yang mengharuskan mereka berdua dan tiga temannya lagi mengerjakannya sampai jam 19.30. Tiba-tiba Fella kebelet buang air. “Vin, anterin aku ke toilet yuk!” pinta Fella.
“aduh, Fella! tugas kita belum selesai. Terus kamu’ kan udah besar jadi beranikan.” ucap Vinny.
“agh, Vinnya ayo anterin aku, aku takut!” ucap Fella sambil menarik-narik tangan Vinny keluar kelas.
“iya iya, aku temenin” ucap Vinny pasrah.


Vinny dan Fella melewati lab. IPA, UKS dan baru sampai di toilet. Saat melewati lab IPA, Vinny dan Fella mendengar suara orang menangis. Lalu, saat melewati ruang UKS mereka berdua melihat penampakan cewek berambut pajang, muka hancur yang bersimbah darah. Karena keduanya penakut, mereka langsung saja berteriak dan mengambil langkah seribu untuk sampai ke toilet
“hosh.. hosh… itu barusan apa ya Vin? hosh.. hosh..” tanya Fella yang sedang mengatur nafasnya.
“ya, nggak tau. Tapi mukanya nyeremin banget.” jawab Vinny.


Ternyata mereka berdua sudah sampai di depan toilet
“Fel, ini sudah nyampai di toilet. Gih buruan, aku tunggu di luar.” ucap Vinny memberanikan dirinya untuk di luar.
“ya, sudah bentar ya.” kata Fella sambil masuk ke toilet.


Mungkin sekitar 10 menit Vinny menunggu Fella ‘aduh Fella lama banget.’ gerutu Vinny di dalam hatinya. Saat menengok ke kiri, tepatnya di depan ruang guru Vinny melihat ada seorang anak kecil lewat. ‘deg.. deg… deg..’ jantung Vinny mekin berdebar kencang. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Vinny dari belakang. Vinny pun menegok. Pas saat menengok, ternyata yang menepuk adalah hantu muka seram yang sering diceritakan teman-temannya. “kyaaa…!!!” jerit Vinny ketakutan.
“Vinny, kamu kenapa?” tanya Fella yang kaget karena sahabatnya berteriak.
“aku tadi lihat hantu!! Habisnya kamu lama banget. Memang kamu ngapain aja?” tanya Vinny.
“tadi airnya habis, jadi aku ngisi air dulu he.. he… he..” jawab Fella.
“hiks… hiks… kamu jangan tinggalin aku ya hiks.. hiks…” kata Vinny disela tangisan ke takutannya. Fella hanya mengangguk. Lalu mereka berdua kembali ke kelas.


Saat kembali ke kelas ternyata Ze, Stella dan jeje sedang menyelesaikan tugas mereka semua. Mungkin sekitar satu jam berlalu akhirnya tugas osis selesai juga. Sekarang pukul 20.56, waktu yang tepat untuk hantu-hantu bergentayangan. “huft.. akhirnya selesai ya!” seru Ze pada ke empat temannya.
“iya” jawab mereka berempat bersamaan.
Saat sampai di gerbang, tidak ada pak Supri -tukang kebun dan penjaga kunci sekolah-disana, dan pintunya juga dikunci. Mereka berlima bingung karena tak biasanya pak Supri dan satpam sekolah membiarkan pintu terkunci dengan siswa di dalam sekolah.
“Ze, gimana nih?” seru Stella panik.
“aku juga nggak tau!” seru ze tak kalah panik dari teman-temannya.
“biasanya kan pak Supri dan satpam sukanya keliling-keliling. Gimana kalau kalau kita cari mereka aja, biar lebih cepet.” saran Jeje.
“wah! Ide bagus, kalau begitu kita bagi dua kelompok aja. Aku sama Ze. Fella sama jeje, dan kamu Stella, sendirian saja.” ucap Vinnya.
“ya sudah kalau begitu.” jawab semuanya kompak, lalu mereka berpisah bersama kelompok masing masing.


Di tempat Vinny dan Ze. Vinny dan Ze jalan melewati kelas 8b dan 7j. Saat melewati kelas itu banyak kejadian aneh seperti wanita berbaju putih, suara tangisan, orang jalan dan barang jatuh. Itu semua membuat Vinny dan Ze lari terbirit-birit. Di tempat Stella. Dia melewat ruang guru dan ruang tata usaha. Saat melewati ruang TU seperti ada bayangan hitam lewat dan ada suara laki-laki tertawa, sama seperti Vinny dan Ze, Stella juga lari terbirit-birit. Di tempat Fella dan Jeje. Mungkin hari ini adalah hari kebertungan mereka berdua karena, tak menemukan apapun yang aneh.


Karena Vinny, Ze dan Stella melihat penampakan mereka tak menyadari kalau mereka menabrak pak supri dan satpam yang sedang jaga. ‘bruk’. “aduh” keluh pak. Supri dan satpam bebarengan.
“hosh… hosh.. pak Supri. Bapak kemana saja, kita hampir mati ketakutan” protes Ze dan mendapat anggukan teman-temannya.
“Non ngapain nyari saya?” tanya pak Supri dengan polosnya.
“kan gerbangnya dikunci.” ucap Stella.
“nggak, saya nggak ngunci lho. Kalau nggak percaya ayo ikut bapak ke depan.” ucap satpam.
Kemudian mereka semua pergi ke gerbang.


Ternyata benar yang dikatakan pak Supri dan satpam, gerbangnya tidak di kunci. ‘aneh’ pikir Vinny. “ya sudah kalau gitu kita pulang dulu.” pamit Vinny.
Saat hendak pulang ada suara yang memanggil Ze, Vinny dan Stella. “Vin, tungguin!” seru suara itu, ternyata suara itu adalah suara Fella dan Jeje.
Mereka semua membalikan badan. “Fella, Jeje!” Seru Ze, Vinny dan Stella saat bertemu deng sahabat mereka yang dilupakan karena takut tadi.
“pak kita pulang dulu” pamit Vinny
“ya” jawab pak Supri dan satpam. Kemudian mereka semua pulang.


Tamat


Cerpen Karangan: Nachan

Komentar

  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    4 minggu yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    4 minggu yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    4 minggu yang lalu
  • The Soul’s Amen - Then I will keep the promise I swore on oath to your ancestors to give them a land flowing with milk and honey.” That is the very land that you still live ...
    4 minggu yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    4 minggu yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    4 minggu yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    4 minggu yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You