Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Sekumpulan Makhluk Aneh


Malam itu tiba-tiba menangkapnya. Tanpa bintang, tanpa bulan, hanya kegelapan. Sambil memegangi sebuah lilin yang menyala, gadis itu berjalan menuju luar rumah. Ia tidak dapat melihat, karena listriknya sedang mati. Ia sempat menabrak beberapa perabotan, seperti kursi atau meja. Namun, pada akhirnya, ia sampai juga di depan pintu. Namun, sebelum ia memutar kuncinya, tiba-tiba ia mendengar teriakan seorang wanita. Ia kaget. Siapa itu? Kenapa ia berteriak?


Lalu, suara terengah-engah terdengar. Semakin lama, semakin keras. Gadis itu melirik ke luar rumah melalui jendela. Sedikit susah dilihat karena kegelapan yang semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Yang ia lihat, hanya sekumpulan orang yang berjalan, namun sangat lambat. Mengapa mereka berjalan di dalam kegelapan? Ada acara apa?


Suara terengah-engah itu ternyata berasal dari mereka, mengapa mereka terengah-engah? Apakah mereka habis berlari? Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka melirik gadis itu. Lalu, tiba-tiba dia berlari. Gadis itu kaget, ia langsung menutup jendela itu dengan gorden. Ia berjalan cepat menuju kamarnya, menutup pintunya, lalu menguncinya. Ia berjalan ke belakang pelan-pelan.


Suara kaca terpecah, pintu yang digedor dengan sangat keras, dan suara terengah-engah itu mulai menghiasi rumah ini, membuat gadis itu takut. Sebenarnya, siapa mereka? Sekumpulan orang jahat? Atau sekumpulan orang gila? Gadis itu duduk di pojok kamarnya. Dan, menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu, memejamkan matanya.


Pintu kamarnya digedor-gedor dengan sangat keras. Ia ketakutan. Ia sangat ketakutan. Lalu, tiba-tiba pintu itu terbuka. Langkah-langkah kaki mulai terdengar. Suara terengah-engah terdengar jelas di sini. Ia dengan keberaniannya mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Sekumpulan orang itu mengelilinginya. Sangat banyak.


Lalu, ia mulai mengarahkan lilin ke arah sekumpulan orang itu, agar ia bisa tahu sekumpulan orang jenis apa yang sekarang sedang ada di depannya. Dan, ternyata… mulut yang dipenuhi oleh darah, mata yang berubah warna menjadi warna yang aneh, tubuh yang kurus, baju yang berantakan dan tentunya, penuh dengan darah.


Gadis itu berteriak. Sekumpulan makhluk aneh itu mengerubunginya. Menggigitinya. Memakannya.
Sampai akhirnya, teriakan itu hilang.


Cerpen Karangan: Wahyu Tio

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah