Tiada Lagi Air Mata

Baca: Mazmur 6"Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (Mazmur 6:7)Air mata bisa dikatakan bagian hidup manusia, mulai dari manusia dilahirkan sampai ia menutup mata, hidup manusia selalu diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Kelahiran bayi ditengah-tengah keluarga diawali tangisan dan tetesan air mata; begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis, air mata pertama sebagai pertanda kehadirannya di dunia. Ketika diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan hidup yang berat air mata kembali mewarnai hari-hari manusia, seperti yang dirasakan pemazmur: "...aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (ayat nas); dan ketika manusia sudah menyelesaikan 'kontraknya' di dunia alias meninggal dunia, perpisahan itu ditutup pula dengan derai air mata oleh keluarga, sahabat, teman, kerabat dan orang-orang terdekat.Tetapi, pada saatnya air mata itu a…

Sekumpulan Makhluk Aneh


Malam itu tiba-tiba menangkapnya. Tanpa bintang, tanpa bulan, hanya kegelapan. Sambil memegangi sebuah lilin yang menyala, gadis itu berjalan menuju luar rumah. Ia tidak dapat melihat, karena listriknya sedang mati. Ia sempat menabrak beberapa perabotan, seperti kursi atau meja. Namun, pada akhirnya, ia sampai juga di depan pintu. Namun, sebelum ia memutar kuncinya, tiba-tiba ia mendengar teriakan seorang wanita. Ia kaget. Siapa itu? Kenapa ia berteriak?


Lalu, suara terengah-engah terdengar. Semakin lama, semakin keras. Gadis itu melirik ke luar rumah melalui jendela. Sedikit susah dilihat karena kegelapan yang semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Yang ia lihat, hanya sekumpulan orang yang berjalan, namun sangat lambat. Mengapa mereka berjalan di dalam kegelapan? Ada acara apa?


Suara terengah-engah itu ternyata berasal dari mereka, mengapa mereka terengah-engah? Apakah mereka habis berlari? Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka melirik gadis itu. Lalu, tiba-tiba dia berlari. Gadis itu kaget, ia langsung menutup jendela itu dengan gorden. Ia berjalan cepat menuju kamarnya, menutup pintunya, lalu menguncinya. Ia berjalan ke belakang pelan-pelan.


Suara kaca terpecah, pintu yang digedor dengan sangat keras, dan suara terengah-engah itu mulai menghiasi rumah ini, membuat gadis itu takut. Sebenarnya, siapa mereka? Sekumpulan orang jahat? Atau sekumpulan orang gila? Gadis itu duduk di pojok kamarnya. Dan, menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu, memejamkan matanya.


Pintu kamarnya digedor-gedor dengan sangat keras. Ia ketakutan. Ia sangat ketakutan. Lalu, tiba-tiba pintu itu terbuka. Langkah-langkah kaki mulai terdengar. Suara terengah-engah terdengar jelas di sini. Ia dengan keberaniannya mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Sekumpulan orang itu mengelilinginya. Sangat banyak.


Lalu, ia mulai mengarahkan lilin ke arah sekumpulan orang itu, agar ia bisa tahu sekumpulan orang jenis apa yang sekarang sedang ada di depannya. Dan, ternyata… mulut yang dipenuhi oleh darah, mata yang berubah warna menjadi warna yang aneh, tubuh yang kurus, baju yang berantakan dan tentunya, penuh dengan darah.


Gadis itu berteriak. Sekumpulan makhluk aneh itu mengerubunginya. Menggigitinya. Memakannya.
Sampai akhirnya, teriakan itu hilang.


Cerpen Karangan: Wahyu Tio

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You