Hadapi Masalah dengan Kuasa Allah

Zakharia 4:1-14 Kita tahu merintis pelayanan bukan tugas yang mudah. Ada banyak kendala yang bisa melunturkan semangat. Halangan, mulai dari kerikil sampai batu besar, bisa datang bergantian mengadang. Namun, di tengah situasi itu, kita harus tetap yakin bahwa Allah akan selalu memimpinZerubabel mendapat tugas untuk membangun Bait Allah dan umat-Nya (9). Mereka, yang kembali ke tanah perjanjian, bersusah payah untuk membangun kembali tanah leluhurnya dari reruntuhan.Namun, setelah sekian lama, mereka lupa tugas akan utamanya sebagai umat, yaitu beribadah. Akan tetapi, permasalahannya adalah Bait Allah telah lama runtuh. Lalu, di mana mereka harus beribadah?Tuhan hendak memakai Zerubabel untuk menyadarkan umat Yehuda agar mulai membangun Bait Allah. Namun, orang-orang yang dihadapi Zerubabel bagaikan gunung batu besar. Oleh karena itu, tugas Zakharia adalah menyampaikan janji Allah kepada Zerubabel bahwa ia akan menyelesaikan tugas tersebut bukan karena kuat dan perkasanya, melainkan …

Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)


Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.


Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.


KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.


Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun tak kunjung ketemu. Rupanya bau itu menghilangkan rasa kantuk Kojima walau belum sempat cuci muka.


“Bau apa ya?” gumam Kojima semakin bingung.
Kojima terus mencari-cari asal bau itu sampai sampai ia lupa tujuannya ke kamar mandi untuk apa.


GUBRAK!!


Deg.


Kojima spontan menoleh dengan cepat ke arah suara itu. Nampak sebuah tulang penuh darah tergeletak di lantai kamar mandi. Seluruh tubuh dan jantung Kojima bergetar hebat sampai sampai ia tak mampu berteriak. Kojima bermaksud berlari, namun kakinya tergelincir dan terjatuh.


“Aaaaaaa!!” Kojima berteriak histeris sejadi-jadinya ketika menoleh ke belakang. Wujud itu kembali ia lihat. Wujud gadis dengan tubuh terbagi dua dan tangan menggenggam sebuah celurit bersimbah darah segar.


Michi berjalan lunglai sambil menundukkan kepala. Pikirannya melayang entah kemana. Tiba tiba seseorang menyapanya.


“Ohayou, Michi!” Rupanya Michi sudah kenal suara itu.
“Ohayou, Hiraru,” jawabnya malas tanpa menoleh orang yang menyapanya.
“Hei. Kau kenapa? Tak biasanya murung begitu. Kojima mana?”
“Justru itu. Aku sendiri tak tahu Kojima di mana. Mungkin hari ini dia tidak naik kereta.


“Kojimaaaa!” panggil seorang wanita paruh baya yang langsung masuk ke kamar anaknya itu.
“Kojima! Apa yang kau lakukan?” serunya kaget.


Kojima yang seharusnya berangkat sekolah malah mengemasi barang-barangnya kedalam koper sambil menangis.


“Kojima kau mau kemana?” Mama semakin panik dan bingung.
“Aku mau pulang ke Okinawa, Mah! Aku tidak mau mati..” jawabnya ngelantur seperti orang kehilangan akal sehat.
“Maksud kamu apa? Kita baru pindah.”
“Aku tidak mau bertemu hantu itu lagi!”
“Hantu? Hantu apa maksudmu?” Mama semakin cemas dengan jawaban anaknya yang semakin ngelantur.
“Ayo kita pulang! Jika kita terus di sini kita akan mati..” ucapnya terlihat serius dan menekankan.


Kojima berlari dan turun ke lantai satu sambil menarik dua buah koper besar. Satu koper berisi pakaiannya dan satu lagi berisi pakaian Mamanya.
“Kojimaaaa!!”
“Pokoknya kita harus pulang!”
“Baik, Kojima. Kita pulang!”
Langkah Kojima terhenti.


***


Okinawa, sebulan setelah kepulangan Kojima. Akhirnya Kojima dapat menghirup udara kebebasan. Dengan tangan terlentang dan mata terpejam, Kojima merasakan kesegaran udara sore dan suara aliran air yang deras. Rasanya tenang sekali berada di jembatan yang cukup rimbun dengan pohon sakura putih yang dari dulu menjadi tempat favoritnya ini. Tak ada sedikitpun gangguan.


“Kojima!”


Kojima celingukan merasa ada seseorang yang memanggil namanya.


“Kojima! Aku di sini!”
“Hiraru?” gumam Kojima dengan kening mengkerut. Sosok itu menghampirinya.
“Hiraru? Kau benar Hiraru?” tanya Kojima tak percaya.
“Iya, ini aku,” jawab pemuda manis itu dengan pipi merahnya.


“Bagaimana kau tahu tempatku?”
“Aku mencarimu, Kojima!” ucapnya seolah memaksakan diri mengucapkan kalimat itu.
“Michi mana?” tanya Kojima sambil celingukan melihat lihat ke belakang Hiraru.
“Michi pidah sekolah.”
“Kemana?”
“Paris.”


Ada perasaan sedih dalam hati Kojima mendengar berita kepindahan Michi.
“Tapi Michi merindukanmu.”
“Ng.. Lalu, mengapa kau mencariku?”


Sudah Hiraru duga, pertanyaan itu akan keluar.
“Aku… Rindu padamu!” jawabnya dengan suara bergetar. Gerogi.
“Eh?”
“Dan mulai sekarang aku tinggal di sini.” Entah mengapa, perasaan Kojima begitu senang mendengarnya.


“Ng.. Bagaimana keadaan kereta itu?”


Tiba tiba pertanyaan yang tadinya sama sekali tak ingin dibahas keluar dari mulutnya.


“Sudah saatnya aku jujur padamu. Sebenarnya hantu itu adalah kakak kandung Michi.”
“Makanya Michi tak takut,” sambungnya, “Michi tahu bahwa hantu itu tak akan menyakiti orang-orang yang ia sayang. Namun arwahnya akan terus penasaran dan membunuh orang lain sebelum ia menemukan pacarnya yang telah membuatnya mati.”
“Lalu, jika kau sudah tahu kereta itu angker, mengapa kau mau naik kereta itu?”
“Karena aku… menyukaimu!”


Tek Ke.. Tek Ke..
Tek Ke.. Tek Ke..
Tek Ke.. Tek Ke..


THE END


Cerpen Karangan: Dedeh Kurnia

Komentar

  • Prevailing Peace in a Life of Conflict - John 14:27 Conflict is part of living. A common problem today is that most people don’t know how to deal with conflict – nor do they understand the source ...
    3 menit yang lalu
  • FOR THEY ARE LIFE TO THOSE WHO FIND THEM - Proverbs 4:20-23 (NKJV) 20 My son, give attention to my words; incline your ear to my sayings. 21 Do not let them depart from your eyes; keep them in the m...
    6 menit yang lalu
  • The Weapon of Ridicule - And they laughed him to scorn–Luk 8:53 From Lament to Ridicule This incident occurred in Capernaum, whither our Savior had just returned. He had scarce lan...
    10 menit yang lalu
  • God’s power vs. my power - Passage: 2 Chronicles 16 7 And at that time Hanani the seer came to Asa king of Judah, and said to him: “Because you have relied on the king of Syria, and ...
    14 menit yang lalu
  • The Futility of Hoop-Jumping - Bible Reading: 1 Corinthians 1:26-31 Remember, dear brothers and sisters, that few of you were wise in the world’s eyes, or powerful, or wealthy when God...
    16 menit yang lalu
  • Life:a Lesson in Love - By Rick Warren“‘Love the Lord your God with all your heart, soul, and mind.’ This is the first and greatest commandment. The second most important is simil...
    19 menit yang lalu
  • The Possibility Of The Impossible - The apostles said to the Lord, “Increase our faith!” So the Lord replied, “If you had faith the size of a mustard seed, you could say to this black mulberr...
    1 hari yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You