Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Kesendirian ini Tidak Berlaku Sebab Engkau Tuhan Ada Disisiku

Ayam Berkokok Membuat Suara Terdengar Sampai Ke Gendang Telingaku,
Mulai Membesar Sistem Kerja Otakku,
YANG malam Terlelapkan mengecilkan Sistem Kerja Otakku

Mulai Bergerak Mataku, Membuka Pagi Yang Akan Terpandang Awal, Hanya Ada Tempat Tidur lelapku, aku termenung seorang diri,Tiada Seorang Disisiku, Sepanjang Fajar Yang Selalu Menyingsing.

Kepiluan Pengawalan Hari Seolah Tiada Hentinya, Selalu Berlalu Demikianlah Untuk Setiap Waktunya, Apakah Salah Akan Diri ini, Telah Aku Coba Untuk Mencari Seorang Di Awalan Hariku, Namun Apa Yang Selalu Berlalu, Bunga Berlalu Mekarnya, Tinggalkan Kumbang Untuk Dapat Menyinggahinya.

kesedihan Di Awalan Hari Seperti Tiada Hari Kesudahannya, Sesak Hati Pertama Kali Selalu Terulangi, Aku Lara Hati Tuhan, Ku Coba Hidup Selalu Terawali Rasa Pahit Tiada Seorang Disisiku, Dengarkanlah Aku Tuhan, Sebab Aku ini Adalah Hambamu Yang Berkeluhsusah Hati.

Apakah Aku Yang Akan Jadi Selalu Mendengar kamu Tuhan?

pertanyaan ini Menyadarkan Aku
Jika Setiap Awal Hariku Selalu Mendengarkanmu Bukankah Sama Saja Engkau Tuhan Selalu Ada Di Awalan Hariku ,Maka Aku Memutuskan Diri Suara Ayam Berkokok Kini Aku Akan Menggantinya Dengan Suara Pujianmu Tuhan, Biar Aku Berawal Hari Dengan Bersamamu DiSisiku, Maka Kesendirianku Tidak Berlaku Lagi, Sebab Begitulah Juga Demikian Waktunya ,Awal Waktu Kelahiranku Adalah Bersamamu Yang Menjadikan Aku.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Forever Friends

Puisi Ruang Dan Waktu

Resolve email technical issues by microsoft professional support

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Cerpen Alam Bawah Sadar