Posts

Showing posts from February 5, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Berkat Tuhan Untuk Orang Benar

Baca:  Mazmur 1:1-6 "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh," (Mazmur 1:1) Hidup berbahagia dan diberkati adalah dambaan setiap orang, tanpa terkecuali. Namun untuk memiliki kehidupan yang berbahagia dan diberkati bukanlah perkara mudah, ada harga yang harus kita bayar sebagaimana disampaikan oleh pemazmur. Hidup kita akan diberkati dan berbahagia apabila kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak berada dalam kumpulan pencemooh. Orang fasik adalah orang yang tidak beriman, tahu tentang Tuhan dan firman-Nya tapi tidak mau melakukannya; orang berdosa adalah orang yang melakukan kejahatan dan hidup menuruti hawa nafsunya. Sementara pencemooh adalah orang yang kesukaannya mencari-cari kesalahan, menghakimi, mengejek, mengritik, menggosip dan merendahkan sesamanya; orang seperti ini mudah sekali menemukan se

Terjebak Tipuan Iblis

Baca:  Mazmur 37:1-15 "jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya." (Mazmur 37:7) Firman Tuhan dengan begitu gamblang memberitahukan kepada kita bahwa Iblis adalah,  "...pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44b). Segala hal yang dikerjakan Iblis semata-mata bertujuan mencuri, merampas, menghancurkan, membunuh dan membinasakan. Semua yang berasal dari Iblis adalah kefasikan. Iblis menggunakan dosa yang dibalut dengan kenikmatan dan kesenangan semu, serta tawaran-tawaran 'berkat' yang tampak menggiurkan dan menyilaukan mata, tetapi di dalamnya penuh dengan jebakan yang mematikan. Iblis berusaha membelenggu manusia dan membutakan mata banyak orang dengan iming-iming duniawi. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dik

Prioritaskan Tuhan

Baca:  Keluaran 36:1-7 " Tetapi orang Israel itu masih terus membawa pemberian sukarela kepada Musa tiap-tiap pagi." (Keluaran 36:3b) Alkitab menyatakan bahwa ketika memberikan persembahan untuk mendukung pembangunan Bait Suci orang-orang Israel membawa persembahannya tiap-tiap pagi. Kata "tiap-tiap pagi" menunjukkan bahwa mereka memprioritaskan Tuhan terlebih dahulu sebelum mereka melakukan aktivitas-aktivitas lain. Dengan kata lain mereka tidak memberikan dari sisa-sisa berkat yang telah diterimanya dan kemudian membawanya kepada Musa pada malam hari untuk dipersembahkan, tetapi mereka memberikannya tiap-tiap pagi. Mereka mengutamakan kepentingan rohani terlebih dahulu. Persembahan kita akan berkenan kepada Tuhan dan menyenangkan hati-Nya apabila kita menempatkan Tuhan sebagai prioritas kita. Oleh karena itu  "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah,

Persembahan Apa Yang Kita Punyai

Baca:  2 Korintus 8:1-15 "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu." (2 Korintus 8:12) Hal memberi seringkali masih menjadi ganjalan bagi banyak orang Kristen. Ketika harus mengembalikan persepuluhan, memberi persembahan untuk mendukung pelayanan, memberi untuk sesama yang membutuhkan, seringkali kita lakukan dengan berat hati; atau mungkin ada motivasi terselubung. Terkadang pula kita tergesa-gesa memikirkan kapan Tuhan segera membalas pemberian kita itu. Memberi haruslah menjadi bagian hidup orang percaya. Hal memberi tidaklah selalu berhubungan dengan berapa besar nilai atau jumlahnya, tetapi selalu berhubungan dengan seberapa tulus hati kita terlibat dalam pemberian itu kembali. Mari kita belajar untuk memberi tanpa mengharapkan pemberian itu kembali. Kunci persembahan yang berkenan kepada Tuhan adalah ketika kita memberi persembahan dengan rela

Cakap Saja Tidak Cukup

Baca:  Keluaran 35:30-35 "Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli...yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu." (Keluaran 35:35) Keahlian atau kecakapan dibutuhkan dalam melakukan suatu pekerjaan. Ketika seseorang ahli atau cakap dalam bidang tertentu maka karya yang dihasilkannya pun pasti akan berbeda dan luar biasa. Namun dalam hal melayani pekerjaan Tuhan keahlian atau kecakapan saja tidak cukup, diperlukan pula hati yang tergerak dan terbeban. Jika hanya mengandalkan keahlian atau kecakapan, seseorang cenderung akan menjadi penampil, melayani sebagai sarana unjuk kebolehan. Banyak orang punya bakat atau talenta luar biasa tapi sedikit yang memiliki hati yang terbeban melayani pekerjaan Tuhan dengan sepenuh hati. Untuk mengerjakan proyek kudus-Nya Tuhan menunjuk:  "...Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, den

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Mengingat Kebaikan Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Petualangan Zoa Ke Tempat Lain

Cerpen Imaginary Sky Man

Kembang Kapas