Posts

Showing posts from May 15, 2018

Featured post

Create Joy

Psalm 51:10-12 (CSB) God, create a clean heart for me and renew a steadfast spirit within me. Do not banish me from your presence or take your Holy Spirit from me. Restore the joy of your salvation to me, and sustain me by giving me a willing spirit.Could it be that in our pursuit of God through religion that it becomes our focus to avoid sin rather than to embrace a true relationship with the Lord through righteousness? The purpose of righteousness is much greater than avoiding bad things, it is the fulfillment of God’s Purpose by doing the right things. The Bible says that to those who love God – His Commands are not burdensome. (I John 5:3) There is a shift in mentality found in true repentance that is often lost by checklists of doctrine. Perfect love casts out all fear especially that of punishment which is the sole source of avoidance of sin our side of a loving relationship with Jesus Christ. (I John 4:18) For those who seek Him to know Him will find that true repentance can pr…

Cerpen Pena Dari Bulu Angsa Ajaib

Karmela, seorang anak yang sangat senang menulis. Ia begitu riang tiap kali ia guratkan ujung penanya yang runcing itu ke permukaan kertas. Tiap guratannya ia bentuk menjadi huruf per huruf dan ia susun hingga menjadi sebuah kalimat, bahkan sebuah paragraf. Kesenangannya menulis ia dapatkan dari Ayahnya. Ayah Karmela adalah seorang penulis ulung yang telah menulis di banyak kertas. Ayahnya adalah orang yang paling terkenal di desanya.

Semua orang desa tahu siapa Ayah Karmela. Pria kurus dengan kumis dan kacamata yang hampir sama tebalnya. Pak Julis, begitu biasanya mereka menyapanya. Entah kenapa warga desa senang memanggil beliau dengan sebutan Pak Julis, padahal namanya bukanlah Julis, melainkan Deri. Mungkin panggilan Julis itu berasal dari kepanjangan ‘juru tulis’ yang disingkat menjadi ‘Julis’. Entahlah, tapi yang jelas nama itu sudah lama melekat di dalam diri Ayah Karmela.

Sesuai dengan panggilannya, Ayah Karmela adalah seorang juru tulis di desanya. Lebih tepatnya juru tulis dal…

Cerpen Kancil yang Cerdik

Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar. Dia berjalan kesana-kemari, tetapi tidak mendapatkan makanan. Ketika hari sudah sore, Kancil melihat Kera sedang asyik makan pisang di atas pohon. Nikmat betul kelihatannya.

Kancil ingin sekali menikmati pisang itu. Akan tetapi, bagaimana caranya mengambil pisang itu? Memanjat pohon, ia tidak bisa. “Meminta pada Kera, pasti ia tidak memberi. Kera itu kan pelit.” Kancil mencari akal. Kancil pun menemukan akal.

Ia melempari Kera dengan batu-batu kecil. Mula-mula Kera tidak peduli. Kancil tidak berputus asa. Kancil terus melempari Kera. Ia berusaha agar Kera marah. Lama-kelamaan Kera menjadi kesal dan marah. Ia balik melempari Kancil. Mula-mula Kera melempar dengan kulit pisang. Setelah kulit pisang habis, Kera melempari Kancil dengan buah pisang.

Kancil pura-pura kesakitan. Kera semakin bersemangat melempar hingga semua pisang dilempari ke arah Kancil. Kera merasa puas kemudian meninggalkan pohon itu.
Akal Kancil berhasil. Setelah Kera pergi, Ka…

Cerpen Seperti Chakky dan Okoiku (Kisah Sepotong Kayu)

Tak biasanya langit biru nan cerah berubah menjadi gelap dan mencekam. Kakek tua yang tinggal di atas bukit lari tergopoh-gopoh membawaku di atas punggungnya yang bungkuk dengan sedikit tenaganya yang masih tersisa. Keesokan harinya, ia menjemurku di bawah terik matahari yang sangat panas bagaikan di savana hingga aku mengering dan tak mempunyai setetes air pun di tubuhku.

Di gubuknya yang sudah reot ia mulai memotong-motongku dengan kapaknya yang tajam, dilanjutkan dengan gambar-gambar sketsa yang tak jelas. Aku tak tahu, di tangannya akan dijadikan apa aku nanti. Aku hanya pasrah dan rela tubuhku dipotong-potong sesukanya. Gambar-gambar sketsa itu semakin lama semakin jelas dan bermakna. Ia mengukir tubuhku dengan sangat teliti. Walaupun matanya berair dan tak bisa melihat dengan jelas seperti sewaktu muda dulu tapi dengan bantuan kacamata dan luv peninggalan Ayahnya ia terus mengukirku dengan hati-hati.

Hari berganti hari bulan berganti bulan tubuhku mulai terbentuk. Ia menggosok-gos…

Cerpen Seorang Gadis yang Masih Percaya dengan Dunia Peri

Pada suatu hari di suatu jaman di masa depan yang sudah tidak percaya dengan hal-hal yang terdapat pada khayalan seorang penulis dongeng, ada seorang gadis yang memakai baju merah dan rok berwarna merah muda berlari ke sana kemari mengikuti arah angin di sebuah padang rumput yang tenang dan damai. Sambil berlari, ia tersenyum semanis yang ia bisa. Rambutnya yang terkepang menjadi dua itu juga mulai mengikuti jejaknya, terayun-ayun mengikuti arah ke mana angin berhembus.

Ia percaya, kalau dia selalu tersenyum semanis mungkin, seorang peri akan datang di hadapannya, sambil tersenyum pula bersama kedua sayap kacanya yang menghiasi punggung ciliknya.
Ia percaya ini dari ia masih berumur 3 tahun, waktu itu Ibunya sering membelikannya buku dongeng tentang peri-peri yang saling bermain, bercanda, dan terbang ke sana kemari sambil membawa tongkat yang terkandung sihir yang akan berguna saat mereka mengucapkan suatu mantra. Ia tergila-gila dengan dunia peri.

Waktu umurnya 5 tahun, saat ia baru s…

Cerpen Agungnya Desaku

Hidup di tengah-tengah desa yang masyarakatnya masih memegang teguh kepercayaan sejak dulu, yang masih kental kebudayaannya sampai sekarang tidaklah luntur membuat Dhuan harus mengikuti semua peraturan-peraturan, mitos atau kebiasaan yang telah lama ada di desanya meski ia bukan asli orang Pesarean, dia pindahan dari kota Semarang hingga wajar saja jika dia tidak terlalu paham kebiasaan yang ada di desanya sekarang.

Siang hari yang terik, setelah pulang sekolah Dhuan pergi ke halaman belakang rumahnya untuk sekedar meringankan beban yang ada di pundaknya dan duduk manis sendirian ditemani musik box kesayangannya diputar lagu-lagu kesukaannya, seperti peterpan. Dengan lirik indah mengalir lagu peterpan semua tentang kita

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu ‘ tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia, saat kita bersama saat dulu kala

Raganya memang berada di sana, memutar lagu namun hanya menganggapnya teman ia tidak …

Renungan Allah Menopang Dengan LenganNya

Baca: Ulangan 31:1-8"Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." (Ulangan 31:8)Sekarang ini banyak orang dikejutkan dengan keadaan dunia yang berubah-ubah, susah untuk diprediksi. Contoh dalam hal musim di negeri kita. Dulu orang bisa menebak dengan mudah kapan musim kemarau terjadi dan kapan juga dimulainya musi penghujan. Kini? Musim tidak menentu dan sangat membingungkan.Sesungguhnya generasi-generasi terdahulu sudah mengingatkan kita pada ketidakpastian dan kemerosotan nilai-nilai dalam dunia ini. Jika memperhatikan keadaan yang ada kita menjadi pesimis menghadapi hari esok. Tetapi sebagai anak Tuhan janganlah kita berkecil hati karena kita memiliki Allah yang kuasaNya tidak berubah. Dia berjanji akan menyertai kita sampai kesudahan zaman. FirmanNya,"Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah,..." (Maleakhi 3:6). Ka…

Renungan Tiada Yang Sebanding Dengan Kuasanya

Baca: Yesaya 40:12-31"Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?" (Yesaya 40:18)Apakah yang menjadi kebanggan kita saat ini: harta, jabatan, atau kepandaian kitakah? Ingatlah, teknologi secanggih apa pun tidak mampu menjamin kita dapat luput dari masalah, bahkan bahaya yang mengancam di depan mata pun tak dapat kita hindari. Lalu ke mana kita dapat lari dan mencari tempat perlindungan yang aman? Dapatkah kita membeli rasa aman itu dengan uang?Maka dengan kata lain, segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat lenyap dan musnah begitu saja; jika hal itu seijin Tuhan, terjadilah. Manusia mungkin bisa memperediksi keadaan cuaca dan sebagainya, namun siapakah yang dapat menanggulangi bencana yang tiba-tiba datang tanpa diduga sebelumnya? Banyak korban berjatuhan karena gempa, tanah longsor, banjir bandang, kecelakaan pesawat dan lain-lain. Dan semua itu di luar perkiraan manusia.Tuhan berkata, "Sesungguhnya, bangsa-bangsa ad…

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerita Malam Pertama

Advantages of a Manual Wheat Grinder

Cerpen Sesungguhnya Aku Menyayangimu Tapi (Part 2)

NATURAL ANTI DANDRUFF SHAMPOO

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

What Does Desert Safari Mean?

Cerpen Lampu Merah

Apa Yang Terjadi