Posts

Showing posts from August 3, 2019

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Dilayani atau Melayani?

1 Samuel 2:11-26 Jabatan dan kekuasaan merupakan salah satu godaan terbesar hidup manusia. Umat Allah pun tidak kebal terhadap godaan ini. Semakin tinggi jabatan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Semakin besar kekuasaan, semakin besar pula keinginan untuk dilayani.Hofni dan Pinehas, anak-anak Imam Eli menggunakan jabatan imamnya dengan semena-mena (12). Mereka menghina kurban persembahan untuk Allah, yaitu dengan cara merampas apa yang menjadi hak Allah (13-16). Tidak hanya itu, mereka melakukan perzinahan di depan Kemah Pertemuan. Tindakan mereka jelas merupakan penghinaan terhadap Allah. Jika Allah tidak dihormati, tidak heran mereka juga tidak mengindahkan teguran ayahnya. Akibat perbuatan dosa mereka, Allah akan menghukum mereka (25).Berbeda dari kedua anak Imam Eli, Samuel tumbuh menjadi pelayan Allah yang diperkenan Allah dan manusia (26). Meski tumbuh di bawah pengawasan yang sama, sikap mereka dalam menerima pengajaran Allah sangat berbeda. Mungkin hal ini terjadi karen…

Beraksi : Memberitakan Kristus Dan Karyanya (1)

Baca: Markus 5:1-20"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" (Markus 5:19)Perikop dari pembacaan firman kali ini adalah Tuhan Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa. Alkitab menyatakan: "...tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu." (ayat 3-5). Dan ketika melihat Tuhan Yesus dari kejauhan, orang yang dirasuki oleh roh jahat itu berlari dan sujud menyembah-Nya. "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" (ayat 7). Hal itu terjadi kare…

Tak Kuasa Mengekang Lidah

Baca: Matius 12:33-37"Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)Di akhir zaman ini Iblis juga sedang gencar melancarkan serangannya terhadap gereja Tuhan yaitu dengan cara mengambil kontrol atas lidah jemaat melalui gosip, fitnah, dusta, tipu muslihat dan segala macam perkataan jahat lainnya, supaya jemaat Tuhan saling berselisih, bertengkar, bermusuhan, mengkritik, sehingga terjadi perpecahan. Iblis tahu benar bahwa bila tidak ada kesatuan di antara jemaat, gereja pasti akan menjadi lemah. "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan." (Matius 12:25).Karena itu Rasul Paulus mendesak jemaat di Efesus: "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan." (Efesus 4:31). Banyak orang Kristen tidak disiplin, lalai dan menganggap sepele …

Di Bawah Perlindungan Sayap Tuhan

Setelah kejadian kebakaran hutan di Yellowstone Park, fotografer National Geographic bersama-sama dengan beberapa penjaga hutan memulai perjalanan naik ke sebuah gunung untuk menilai kerusakan yang diakibatkan api. Ketika mereka sedang mendaki melewati hutan yang terbakar, Sang fotografer menemukan burung yang terbakar dan telah menjadi abu, namun tampak tegar dengan bentuk yang kokoh di tanah di dasar pohon. Terlihat aneh dan menakutkan, membuat sang fotografer dengan lembut menyepak abu burung tersebut dengan sepatu botnya. Seketika itu juga, tampak bergegas keluar dari bawah sayap induk mereka yang sudah menjadi debu, 3 ekor burung kecil.Induk burung yang penuh kasih ini, sangat menyadari bencana yang akan datang, sehingga membawa anak-anaknya ke dasar pohon kemudian mengumpulkan mereka di bawah lindungan sayapnya. Secara naluri ia mengetahui bahwa asap beracun akan menyapu tempat itu. Ia bisa saja terbang ke tempat yang aman, tetapi ia menolak untuk meninggalkan anak-anaknya. Keti…

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

The Many Benefits of a Sports Massage

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Puisi Ruang Dan Waktu

Forever Friends

Belajar Dari Nenek Ella Craig

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan