Posts

Showing posts from December 21, 2017

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Surat Cinta Tergantung

Tik-tik waktu berjalan,tik penananda menulis, tik hujan yang berbunyi, tik ku tuliskan sebuah kisah yang berlalu, aku tidak mengerti sepertinya ada yang mau, sebuah kisah yang perlu aku goreskan kembali, sebagai tanda memulai cerita.supaya terdengar oleh penyuka,yang seharusnya mendatangiku untuk dapat mendorong kisah-kisahku,dan memoleskannya agar cantik aku di pandang oleh yang lainnya. Itulah kata yang pertama aku goreskan supaya kamu tahu, bahwa aku ada rasa. Rasa cintaku tergantung begitu saja,sejak awal ke datangan dia, entah mengapa ia datang kepada aku, dan menggantungkannya tanpa ada kisah kata penutup. Aku lihat dia cantik buat aku hanyutkan saja bila aku di cinta , tapi kurasa selesai sudah karena tergantung tiada terpakai lagi, hati yang memadukan rasa manis dan pahitnya di dalam suka maupun duka. Dia pergi tanpa penutup kata,buatku menunggu arti cinta yang tak kembali, apakah maksud cinta tergantung, pada cinta yang tak kembali, karena di sini aku sedang menanti, menanti

Penyembahan Jauh lebih dari Sekedar Musik

Penyembahan Jauh lebih dari Sekedar Musik Bagi banyak orang, penyembahan sama dengan musik. Sebenarnya ada lebih dahulu dari musik. Adam menyembah di Taman Eden,tapi baru di sebutkan di kej 4:21 Bersama kelahiran Yubal(=ahli musik yang pertama). Jika penyembahan hanya berarti musik, berarti semua orang yang tidak memiliki bakat musik tidak pernah bisa menyembah. Penyembahan tidak ada kaitannya dengan gaya atau volume atau kecepatan  lagu. Allah menyukai berbagai musik karena Dia menciptakan semuanya, cepat atau lambat, keras dan lembut, lama dan baru, mungkin kita tidak menyukai semuanya tetapi Allah menyukai! Jika lagu itu di persembahkan kepada Allah dan roh dan kebenaran, maka itu merupakan tindakan penyembahan. Pada intinya penyembahan itu adalah sebuah seruan akan Allah,dengan penuh keyakinan akan kebenarannya yang di nyatakan melalui seruan terhadap Allah. Semuanya yang terpenting adalah bagaimana kita Berseru-seru kepada Allah Dengan Roh Dan Kebenaran kita Yang Kita Nyata

Hidup Kekal

Hidup Kekal Daniel 12:1-13 Dalam alam pikir orang Israel, mereka memiliki penghayatan bahwa Mikhael adalah pemimpin dan pelindung surgawi. Pada masa Daniel, Mikhael muncul mendampingi umat Allah untuk menghadapi penderitaan yang tak terperikan (1). Bagi mereka yang berada dalam penderitaan, masih ada pengharapan dari Allah. Ia berjanji bahwa umat-Nya akan diluputkan dari kesesakan besar pada akhir zaman. Semua janji Allah telah dilihat oleh Daniel. Ia melihat bagaimana orang banyak yang tidur dalam debu tanah akan bangun mendapatkan hidup kekal. Namun, mereka yang sombong terhadap Allah akan mengalami kehinaan dan kengerian kekal (2). Sedangkan para orang bijaksana akan bercahaya seperti cakrawala. Mereka yang menuntun orang pada kebenaran akan bersinar seperti bintang-bintang sampai selamanya (3). Allah meminta Daniel menyembunyikan segala rahasia Firman yang telah didengar olehnya. Hal ini terkesan aneh karena biasanya sebuah penglihatan atau sesuatu yang membuat orang takjub ak

Kesiapan Untuk Hal Yang Akan Datang

Kekhawatiran aku Bukanlah tentang hal apa yang terjadi,akan tetapi tentang hal yang dalam perjalanan mendekati semua hal yang akan di genapi ini adalah dua masa,yang berjalan tandanya mulai timbul, rancangannya telah membentuk sempurna menjadi sebuah Seketsa yang tinggal di Perjelaskan oleh Dia,Raja Utara yang kekuasaannya meliputi bagian Utara,Dan Raja Selatan Kekuasaannya Meliputi Bagian Selatan,Dan Kini telah Menjadi Negara Sendiri, Lukas 13:29 (TB)  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. maka Perlu dilakukan persiapannya Mendirikan Rumah-rumah Bagi Bangsa-bangsa Di Gunung Kudus Tuhan Allah di mana Anak Dombanya berdiri tegak Mendirikan Kerajaan Allah. Aku hanyalah ingin memberitahukan kepada kamu yang nantinya akan mendapati tanda kedatangan kendaraannya,Hendaklah kamu siap berkumpul pada waktu dunia menjadi gelap,berkumpul di tempat yang telah di berikan kepada kamu suatu Tempat untuk menunggu k

Cuman Satu Yang Ingin Ku Dekap

Sejauh Mataku Memandang Ruang Ruang Hatiku Yang Banyak Tinggal Bermacam Bunga Yang ingin Ku Taruh Di Dalam Ruang Yang ada Di Hatiku Namun Cuman Satu Yang Ingin Ku Dekap Cuman Satu Yang Ku Dekap sayang Teramat sayang Ku lepas Dekapan Tak berdaya hati melerakan Melepaskan dekapan yang hangatkan Rasa hasrat akan penuh kasih sayang Ku kata dan ku pandang Ada bunga lain yang seperti kamu Cuman ku rasa ku dekap lain Tiada yang lain yang dapat ku rasakan Cuman satu yang ku rasa ku dekap ku sayang Ku sayang, ku cinta, ku rasa cuman satu kasih yang penuh sayang Itulah cuman kamu Dari yang lain itu cuman kamu Cuman satu itu kamu sayang Satu yang ku dekap sayangku Cuman satu ku dekap sayangku penuh rasa kasih sayang Hanyalah kamu satu sayangku Telah memenuhi ke penuhan hatiku Hingga yang lain tak dapat tempat Di dalam ruang hatiku dapat ku dekap Hanyalah satu Cuman satu cuman kamu yang ku dekap di hatiku sayang

KISAH 3 POHON

*KISAH 3 POHON * *Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.* *Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.* *Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang  mengagumi keindahannya".* *Kemudian pohon ke2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar.* *Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".* *Lalu giliran pohon ke3 yg menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.* *Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .* *Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok. penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.* *Poh

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Mengingat Kebaikan Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Petualangan Zoa Ke Tempat Lain

Cerpen Imaginary Sky Man

Kembang Kapas