Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Kunci Mengalami Dan Menikmati Janji Tuhan

Baca: Yakobus 5:7-11

"Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi." (Yakobus 5:7b)

Lembaran tahun yang lama telah kita tutup dan hari ini kita mulai membuka lembaran baru. Adalah percuma meratapi kegagalan-kegagalan kemarin. Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah baru seperti yang dilakukan Paulus. "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah," (Filipi 3:13b, 14a).Mari jadikan tahun ini sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji Tuhan dalam kehidupan kita.

Ada hal-hal yang harus kita perhatikan untuk meraih janjinya itu: Pertama, kita harus punya kesabaran. Dikatakan, "Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!" (Yakobus 5:8). Sabar berarti tidak lagi mengomel atau bersungut-sungut, apa pun keadaannya. Kita bisa belajar dari petani, "...ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi." Para petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba. Dalam masa penantian itu bukan berarti petani diam dan berpangku tangan saja. Sebaliknya mereka tetap bekerja, bahkan lebih keras lagi: mengairi tanaman, memberi pupuk membersihkan gulma dan juga memberantas hama. Panas terik, hujan lebat, petir atau halilintar tidak menyurutkan semangatnya! Ini berbicara tentang keteguhan hati. Teguh berarti setia, artinya tidak goyah dan tetap fokus pada janji Tuhan, karena pada saatnya kita akan menuai.

Kedua, kita harus bertekun seperti "...mereka yang telah bertekun;" (Yakobus 5:11). Perhatikan hidup Ayub, meski mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan karena dia tahu bahwa ujian terhadap iman "...menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:3). Karena ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa (baca Ayub 42:10).

Mari kita jalani hari-hari di tahun ini dengan sabar dan tekun, yakinlah Dia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Forever Invisible

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Jesus,Kaulah Satu TuhanKu

Manusia Bagaikan Butiran Pasir

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Cerpen Cinderella Merpati

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan