Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Saatnya Merefleksi Diri

Baca: Mazmur 46:1-12

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2)

Malam ini pasti menjadi momen yang mendebarkan, berbagai rencana disusun untuk menyambut malam pergantian tahun. Biasanya banyak orang ingin menghabiskan acara akhir tahun ini dengan pesta pora, menikmati kesenangan atau mungkin menghambur-hamburkan uang melalui pesta kembang api. Sudah dipastikan semua stasiun televisi melaporkan tentang hingar-bingar orang menantikan detik-detik pergantian tahun ini. Alkitab menyatakan, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun yang di bawah langit ada waktunya." (Pengkotbah 3:1). Yang pasti, waktu akan terus melaju dan siapa pun kita, tak mampu mengubah dan menghentikannya.

Berhargakah waktu bagi Saudara? Hari-hari yang kita jalanai sepanjang tahun 2017 ini akan menjadi suatu kenangan, menjadi masa lampau dan tak mungkin terulang kembali. Satu hal baik untuk kita lakukan di hari ini adalah merefleksi diri, karena tanpa merefleksi diri dan melakukan kontemplasi (perenungan) kita tidak akan bertumbuh.

Di tahun ini mungkin banyak warna kehidupan suram telah kita alami: kesulitan, kesesakan dan penderitaan, di mana tak seorang pun dapat kita jadikan sandaran, bahkan uang yang kita punya pun tak dapat menolong dan menyelamatkan kita. Kita mungkin hanya bisa berdoa sebagaimana dinasihatkan Yakobus, "kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!" (Yakobus 5:13a). Artinya kita menjadikan Tuhan, bukan yang lain, sebagai penolong dan pengharapan kita. Bukankah telah terbukti bahwa Tuhan sanggup menolong kita?

Mazmur 46 ini ditulis saat kesukaran sedang melanda, di mana Yerusalem sedang dikepung oleh Sanherib, raja Asyur, namun Tuhan sanggup melepaskan mereka dari kesesakan. Walaupun saat ini gunung bergoncang dan sekalipun bumi berubah, percayalah bahwa perlindungan Tuhan menjadi jaminan rasa aman kita. Dia selalu punya cara ajaib untuk menolong kita. Waktu tidak akan menunggu kita. Siapa yang dapat menjamin bahwa kita dapat menyambut matahari esok pagi?

Mari malam ini kita tutup lembaran tahun dengan ucapan syukur, hanya karena Tuhanlah kita bisa melewati semuanya itu!

Comments

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Forever Invisible

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Jesus,Kaulah Satu TuhanKu

Manusia Bagaikan Butiran Pasir

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

Renungan Libatkan Tuhan Dalam Setiap Rencanamu

Cerpen Cinderella Merpati

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan