Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis

Markus 1:1-8

Berbeda dengan penginjil lain-yang langsung bicara soal Yesus-Markus menceritakan tentang pribadi lain. Orang itu adalah Yohanes Pembaptis.

Mengapa? Kelihatannya Markus ingin mengatakan bahwa sehebat-hebatnya Yohanes Pembaptis, toh dia-seperti yang diakuinya-hanyalah pembuka jalan. Dengan kata lain, kalau Yohanes Pembaptis saja sudah sehebat itu, apa lagi pribadi berikutnya?

Kenyataannya-inilah kabar baik itu-Yohanes Pembaptis sendiri tidak ingin orang lain berfokus pada dirinya. Ia ingin orang lain, melalui dirinya, mengarahkan pandangan kepada Yesus orang Nazaret. Dengan lugas dan gamblang dia berkata, "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." (Mrk 1:7)

Jelas, Yohanes Pembaptis mengakui adanya orang yang lebih berkuasa dari dirinya. Dia hanyalah pembuka jalan sebagaimana nubuat Nabi Yesaya. Ada orang yang lebih berkuasa dari dirinya.

Ungkapan "membungkuk melepaskan tali sepatu", menurut Rama Gianto, tidak hanya berarti penghormatan kepada orang yang dihadapi, melainkan terselip pula arti yuridisnya. Kebiasaan di Israel pada masa itu, setiap kali orang hendak menguatkan suatu perkara, maka yang seorang menanggalkan sebelah kasutnya dan memberikannya kepada yang lain. Itu berarti orang itu sedang melepaskan haknya.

Perkataan Yohanes Pembaptis bukanlah basa-basi. Dia mengaku bahwa dirinya tidak layak melakukan sesuatu yang membuat Yesus melepaskan hak-Nya. Dan hak Yesus ialah membawakan baptisan dalam Roh Kudus dan mendekatkan kembali keilahian kepada manusia. Yohanes Pembaptis hendak mengatakan bahwa yang dijalankannya ialah membaptis dengan air-menyadarkan manusia. Tetapi, Yesuslah yang berhak membaptis dengan Roh Kudus. Jelas di sini, dalam segala yang diupayakannya, Yohanes Pembaptis senantiasa berusaha menjadi saksi Kristus.

Lalu, bagaimana dengan kita? Masihkah kita menjadi saksi Kristus? (KFT)

Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah