The Top 14 Enterprise-Scale Digital Marketing Solutions

Marketing for large organizations is different than marketing for small businesses or startups. It requires a different and specialized set of tools. We’ve put together a list of the best marketing tools for large organizations, divided by category.



Attribution 1. Altitude by ImpactAltitude promises deep insights into the behavior of your potential customers. It contains a varied array of customization options for reporting and modeling attributions.

2. AppsflyerIn markets and industries where the majority of the action on mobile, Appsflyer has the attribution solution. 

Social Media 3. OktopostBuilt by marketers for marketers, Oktopost has taken on the challenge of providing accurate and actionable visibility into social media attribution. It provides tools and resources for finding relevant social media conversations, facilitating employee advocacy efforts, and publishing.

Oktopost is designed for enterprises because it provides more than simple vanity metrics. It takes the “dark” ou…

Menerima Kristus dengan Benar

Menerima Kristus dengan Benar

Markus 6:1-6

Yesus kembali ke tempat asal-Nya, Nazaret. Ia datang dengan identitas baru, yaitu sebagai seorang guru. Kehadir-an-Nya mempunyai makna sekadar pulang kampung biasa. Orang-orang yang selama ini mengikut Dia sebagai murid-murid-Nya juga ikut serta (6). Kelihatannya Yesus sengaja ingin menegaskan identitas-Nya barunya sebagai seorang guru- profesi yang terhormat pada masa itu.

Yesus mulai melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru. Ia mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat (2). Tindakan Yesus melebihi guru yang biasanya hanya mengajar. Yesus mengadakan mukjizat. Tindakan Yesus yang menegaskan diri-Nya sebagai guru dan mampu melakukan mukjizat berbuah penolakan dari orang-orang Nazaret. Tetapi, mereka tidak mau menerima-Nya dan tidak mengakui mukjizat-Nya. Bagi orang Nazaret, Yesus hanya anak seorang tukang kayu.

Menangapi penolakan itu, Yesus menyikapinya dengan rendah hati. Ia tidak memaksakan kehendak-Nya. Ia menyadari betapa susahnya diterima sebagai seorang nabi oleh orang-orang di tempat-Nya sendiri. Yesus agaknya heran karena mereka belum juga percaya kepada-Nya meski banyak tanda yang dinyatakan oleh-Nya. Namun demikian, Yesus tidak memaksakan kehendak-Nya.

Dengan berbagai kelemahan manusiawi, memang tidak mudah bagi kita memahami karya Allah dalam Yesus. Manusia sering salah mengartikan-Nya karena mengandalkan kekuatannya yang terbatas. Untuk itu, kita perlu memohon hati yang jernih untuk memahami karya keselamatan dalam Kristus.

Berkait dengan penolakan, kita perlu juga belajar dari Sang Guru yang tidak marah karena ditolak oleh orang-orang sekotanya sendiri. Dia bahkan menahan diri untuk tidak banyak melakukan mukjizat di sana. Mungkin Yesus kecewa, tetapi dia tidak marah. Yesus tahu memang tak mudah bagi teman-teman sepermainannya dahulu menerima Dia yang sekarang. Mereka masih hidup dalam masa lalu. Mereka sulit menerima diri-Nya yang sekarang. Kita pun perlu belajar sabar seperti Yesus. [JS]

Comments

loading...

Popular posts from this blog

To Love without Certainty

Best Time to Trek in Nepal

How Important Personal Health Care by Electronics Health Care Products at Home or Out Side?

Global Chlorotoluene Market Outlook 2017-2022, Market Size, Trends and Research Report

Considerations For Your Go-To Product Boxes Manufacturer

4 Essentials of Great Vape Cartridge Boxes

How a Test Automation Tool is the Solution to Challenges in Testing

Ideas To Advertise Your Small Business

Take a look at these PR Firms in Hyderabad- The city of Biryani and Pearl!

I Highly Recommend Cold Sore Home Remedies