Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Kau Tlah Ubah Duniaku

Disuatu pagi, seperti biasa. Padahal matahari sudah bersinar terang benderang. Namun wajah Bella masih saja ditutup oleh sebuah selimut tebal.


"Bel, Bel! Ayo bangun... Udah siang lho!" Kata Mamanya Bella.

Bella terbangun dan langsung mengucak matanya. Ia juga menguap dan segera mengambil jam beker yang berada diatas meja disamping kasurnya.
Ia begitu kaget saat melihat bahwa ini sudah pukul 06.30.

Bella langsung loncat menuju kamar mandi, sehabis itu Ia langsung memakai atribut ke sekolah. Setelahnya, Bella langsung berjalan menuju Ruang Makan dan duduk di kursi makan.

Ia mengambil selembar roti dan setoples selai strobery. Ia mengoleskan selai tersebut disalah satu roti. Makan sudah selesai, Akhirnya Ia pun berjalan menuju mobil.

Ia tidak melihat bahwa tidak ada perlengkapan dandan dan aksesoris yang biasanya sudah diletakkan Bi Inah, pembantunya didalam mobil.

"Bi Inah!" Teriaknya. Bi Inah datang dengan tergopoh-gopoh sambil menundukkan kepalanya dihadapan Bella. "Iya, Non! Ada apa?" Tanya nya. "Bi, kosmetikku mana? Pencatok rambutnya?" Tanya Bella dengan kasar. "Maaf, Non! Bibi lupa taruh disini," Kata Bi Inah.

"Oh, lupa? Kalau kamu lupa, apa dong yang harus kamu lakuin sekarang? Jangan diam begitu disini! Saya nggak butuh kamu untuk diam! Saya suruh kamu untuk ambil apa yang saya minta tadi, sekarang! Saya mau pakai bando, nih!" Kata Bella panjang lebar.

Setelah itu, Bi Inah pergi ke dalam dan mengambilkan box yang berisi aksesoris dan segala dandanan punya Bella. Dan Bi Inah pun bergegas untuk kembali ke Mobil yang dinaiki oleh Bella.

"Ini, Non!" Kata Bi Inah sambil menyerahkan box itu. Bella mengambilnya dengan kasar tanpa kata terimakasih. Namun Bi Inah tidak kaget. Karena hal ini sudah biasa sekali terjadi dirumah.

Mobil yang mengantar Bella pun berangkat ke Basic JHS, sekolah Bella.

Riiitttttt...
Bunyi rem pakem mobil yang mengantar Bella. Pintu mobil pun dibuka oleh Bella. Dan Bella pun keluar dari sana.
Bella keluar dari pintu mobilnya. Sudah ada empat orang temannya yang menunggu Bella didepan gerbang. Mereka adalah anggota gank yang dipunyai Bella. Bestyssa, itulah nama gank itu. Yang terdiri atas lima orang. Yaitu Bella, Putri, Billa, Amel, dan Assyfa.

"Noh, Bella datang!" Kata Amel sambil menunjuk mobil Bella.

Bella berjalan menghampiri mereka berempat. Dan Bella pun menegur Putri, "Woy, Put! Lu baru kelihatan sekarang, sih?" Tanya Bella.

"Yaah, Bel! Gua kan harus jualan, soalnya Ibu Gua kan lagi sakit parah kemarin, abis kalau nggak ada yang jualan... Gua sama Ibu gua makan mau bagaimana? Masa iya gua minta ke lu, Bel!" Kata Putri panjang lebar. Bella hanya tersenyum dengan raut aneh.

"Oh! Kisah lu nggak menarik, Put! Nggak lucu lu tau? Coba kalau tadi lu bilang lu nggak masuk ke Singapur, Gua bakal traktir lu, Put!" Kata Bella dengan nada agak menyindir.

"Gimana gua mau ke Singapur, Bel? Gua buat makan aja susah!" Kata Putri lagi. Ia menanggapi omongan Bella dengan penuh sabar. "Yuk, ah! Masuk ke kelas," Ajak Bella kepada Bestyssa.

Putri hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Entah apa yang Ia renungkan/pikirkan. Bella menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang. "Woi, Put! Lu nggak mau ikut?" Tanya Bella dengan keangkuhan dan kesombongan.

Putri hanya mengangguk dan ikut masuk kedalam kelas bersama Bella. Bella melempar tasnya. Dan Ia langsung keluar kelas sambil berjalan dan menceritakan tentang oleh-oleh yang dibawa pamannya dari Belanda.

"Yaah, gitu deh! Ini tuh kalung liontinnya dari Belanda! Nih kan gambar bunga tulip! Dan dibelakangnya juga ada tulisan 'Hollandia' dibelakangnya," Kata Bella sambil mengangkat liontin dikalung yang iya miliki.

Tiba-tiba lewat seorang cowo yang berjalan agak cepat menuju kelas Bella dan Bestyssa. Cowo tersebut menabrak Bella dan menjatuhkan kalung yang katanya berliontin mahal itu.

Cowo itu sendiri kaget, "Hah? Apa tuh?" Katanya sambil agak memutar kebelakang. Ia melihat Bella yang sedang mengambil kalung nya itu. "Eh, maaf ya" Kata Cowo itu. Bella melanga dan melihat wujud orang yang menjatuhkan liontinnya.

Entah kenapa, Bella langsung tersenyum indah. Sambil mengambil kalung itu dari tangan Si Cowo. Bella dan Cowo ini berdiri bersama dan saling menatap.

Bella menegurnya, "Eh, lu anak baru ya disini?" Tanya Bella sambil melihat ke kanan kiri. "Iya! Eh, kelas 77 dimana, sih, yah?" Tanya cowo itu lagi. "Itu, disitu, kelas kita juga, loh itu!" Kata Bella sambil menunjuk kelasnya.

"Berarti kita sekelas, dong?" Tanya Cowo itu lagi. "Kayaknya sih, Iya! Oh, iya! Gua lupa... Nama lu siapa, yaa?" Tanya Bella lagi. "Emm... Kenalin, Gua Iqbaal Diafakhri, gu pindahan dari Surabaya" Kata Iqbaal kepada Bella. Mata Bella semakin berbinar indah.

Tiba-tiba, seorang cowo yang paling dibenci oleh Bella's Gank (Bestyssa) datang untuk mengganggu Bestyssa. "Eh, Bella! Lagi kenalan sama siapa?" Kata Bastian, Si Playboy.
Bella yang kaget melihat Bastian tiba-tiba muncul dihadapannya langsung berteriak. "Apa sih, lu, Bas? Minggir nggak!" kata Bella menyuruh Bastian untuk menyingkir dari hadapannya.

Bastian langsung agak minggir sambil agak meledek, "Ih, Bella langsung marah... Jangan marah, dong! Entar jelek.." Kata Bastian.

Bella tambah marah dan segera mengejar Bastian. "Bastian!!" Teriak Bella, tapi baru tiga langkah bella berlari, Bastian sudah lenyap.

Bella kembali kebelakang dan kembali mengobrol dengan Iqbaal. "Eh, Baal! Maaf, ya! Emang anak tadi itu iseng banget! Jadi akunya emosi" Kata Bella kepada Iqbaal dengan nada agak menyesal.

"Oh, jadi nama kamu, Bella?" Tanya Iqbaal sambil menunjukkan tangannya ke Bella. "Iya!" Kata Bella kembali tersenyum.

Sedangkan keempaty teman Bella, yaitu Putri, Assyifa, Amel dan Billa saling berbisik. Terutama Billa, "Eh, Iqbaal sama Bella kok bisa langsung akrab begitu, yaa?" Tanya Billa kepada Bestyssa.

"Tau, tuh! Sampai kita dilupain..." Kata Putri agak sinis sambil melipat tangannya didada dan memutar matanya. Yang lain hanya mengangguk mengiyakan.

Bella dan Iqbaal malah langsung ke kelas. Dan Bella kini langsung melupakan teman-temannya. "Eh, kok malah masuk ke kelas, sih?" Tanya Amel. "Tadinya kan mau ke kantin... Eh, jadinya malah ditinggalin?" Sambung Amel lagi.

Karena kesal, akhirnya mereka pun mengikuti Bella dan Iqbaal ke kelas. Bella dan Iqbaal masih asyik mengobrol dengan Bella. Amel, Assyifa, Putri dan Billa langsung menegur Bella.

"Langsung, deh! Kita dilupain..." Kata Billa agak menyindir. Bella langsung melanga ke arah empat kawannya dan langsung bilang. "Iqbaal ini anak baru, dan harus diperkenalkan tentang semua yang ada dikelas, nah, Gua kan ketua kelasnya! Makanya gua yang orientasiin semua," Kata Bella yang sedang mencari-cari alasan yang tepat untuk diberikan kepada keempat kawannya.

Tiba-tiba, Kiki, Bastian, dan Aldy datang. Bastian duduk disebelah Iqbaal dan Aldy duduk disebelah Kiki. "Eh, Bella cantik! Apa kabar?" Tegur Bastian lagi. Iqbaal hanya tersenyum lucu.

"Eh, kalau nggak salah tadi nama llu Bastian, yaa?" Tanya Iqbaal kepada teman sebangkunya itu. "Iya, Gua Bastian, ini Kiki dan yang ini Aldy," Kata Bastian sambil menunjuk teman-temannya satu persatu.

"Oh" Kata Iqbaal. Bastian dan yang lain hanya mengangguk. Kali ini, Iqbaal kembali menghadap ke Bella. "Oh, iya, Bel! Rumah Gua dimana?" Tanya Iqbaal.

Bella agak nge-fly dan Ia pun langsung menyebutkan alamat rumahnya. Kriiinggg... Bel masuk berbunyi. Iqbaal masih mengajak Bella untuk mengobrol "Eh, Bella! Kalau kayak gitu, nanti aku main ke rumah kamu, ya?" Tanya Iqbaal. "Boleh, Bal! Jam berapa?" Tanya Bella. "Jam setengah empat," Kata Iqbaal, dan Bella hanya mengangguk.

Waktu pulang sekolah tiba, Iqbaal, Bella, dll. Berjalan menuju gerbang sekolah. Bella bergegas pulang. Setelah pulang, Bella langsung bersiap-siap menyambut Iqbaal.
"Bella! Kamu rapih banget..." Tegur Mamanya. Ia masih saja menyisiri rambutnya yang sebenarnya sudah rapih. Ia pun berkata, "Soalnya entar ada teman yang datang ke rumah, mah!" Seru Bella sambil mengelokkan rambutnya yang dikuncir dua.

"Teman cowo atau cewe?" Tanya Mama Bella agak meledek. "Cowo" Kata Bella agak tersenyum malu. "Ehem! Siapa namanya?" Kata mamanya lagi. "Itu loh, Ma! Anak baru... Iqbaal, namanya!" Kata Bella dengan pipi memerah.

"Pacar kamu, Bel?" Tanya mamanya tak henti. Bella hanya bilang "Bukan,".

Tak lama kemudian, Bel rumah Bella berbunyi. Bella langsung berlari keluar. Lina, anak Bi Inah, juga cepat-cepat menuju pintu depan untuk membuka kan pintu (Karena itu merupakan tugasnya).

Sebenarnya, Lina juga pembantu dirumah Bella. Dia anak Bi Inah yang putus sekolah. Seharusnya, sekarang dia sudah kelas 1 SMP, sama seperti Bella. Semangat belajar Lina sangat tinggi, sehingga Buku Bella banyak yang Ia baca jika Bella sedang pergi ke sekolah.
Makanya dia lebih pintar dari Bella.

Saat Lina akan membuka pintu, tiba-tiba Bella datang dan berkata kepada Lina "Heh, Lina! Nggak usah lu yang buka! Biar gua aja!". Lina hanya menurut kepada majikannya dan berkata "Baik, Non" dan segera ke belakang.

Bella membuka pintu. "Eh, Iqbaal! Ayo masuk..." Kata Bella mempersilahkan Iqbaal masuk. Iqbaal masuk sambil mengucapkan, "Assalamu'alaikum!".

"Duduk aja, Baal!" Kata Bella mempersilahkan Iqbaal duduk. IqbaaL dan Bella pun duduk di sofa yang ada diruang tamu. Bella segera berteriak lagi. "Linaaa! Linaaa!" Iqbaal langsung heran terhadap Bella.

"Bel! Nggak usah teriak! Samperin aja orangnya," Kata Iqbaal. "Hah? Aku kan majikannya, Baal?!" Kata Bella menyangkal. "Yang majikannya itu mama dan papa kamu! Kamu cuman anaknya," Kata Iqbaal lagi.

Bella terdiam. Sejenak, Lina datang dengan anggun. "Non, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Lina kepada Bella. Iqbaal langsung beranjak dari tempat Ia duduk. "Jadi yang namanya Lina itu kamu?"Tanya Iqbaal sambil menunjuk Lina.

"Iya, Den! Saya Lina, memang ada apa, Den?" Tanya Lina lagi. "Kamu berapa tahun? Sekarang kelas berapa?" Tanya Iqbaal. "Saya mah putus sekolah, Den! Dari kelas enam SD! Harusnya saya sudah kelas 1 SMP! Sama kaya Aden," Kata Lina kepada Iqbaal.

"Eh, Lina! Bikinin milkshake coklat dua, ya!" Kata Bella kasar.
"Iya, Non!" Kata Lina sambil menundukkan kepalanya. Setelah Lina pergi, Iqbaal langsung bertanya kepada Bella.

"Bel! Memang mama kamu nggak sekolahin Lina lagi?"
"Aah! Ngapain sih ngurusin pembantu nggak jelas itu? Biarin aja, lagi! Aku aja yang majikannya nggak ngurusin banget..." Kata Bella sinis.

"Loh?" Iqbaal semakin heran, karena saat dirumah Ia tak semanja dan tak sesemena-mena Bella saat bicara kepada Pembantunya.

Tak lama, Lina datang membawa dua gelas milkshake coklat.
"Non Bella! Ini minumannya, Non!" Kata Lina yang membawakan minuman. "Hah! Tumben lu disuruh bener," Kata Bella agak sengak.

Iqbaal hanya bisa menggeleng. Tak lama sebelum minum milkshake, Iqbaal pun pamit pulang kepada Bella dan Mamanya.

Disepanjang jalan Iqbaal pun berbicara kepada dirinya sendiri. "Gua nggak nyangka! Gua sangka Bella itu anaknya baik... Ternyata dia semena-mena banget sama pembantunya. Dan dia tuh menganggap dia lebih tinggi derajat nya daripada Lina itu! Tadinya, aku udah suka sama dia! Tapi semenjak aku tau dia kayak gitu... Aku jadi ragu untuk suka sama dia?! Tuhan... Jangan-jangan aku udah suka sama orang yang salah lagi.

Keesokan paginya, Iqbaal datang. Bella menegurnya, "Hay Iqbaal!".
Namun Iqbaal tetap saja diam. Iqbaal sama sekali tak menghiraukan Bella.

"Bal! Kamu kenapa, sih?" Tanya Bella. "Kamu tanya aja, Bel sama diri kamu!" Kata Iqbaal dengan nada marah. "Baal, kamu marah sama aku?" Tanya Bella lagi.

"Aduh, Bel! Kamu tanya aja sama diri kamu sendiri, dan nggak usah peduli sama aku! Karena aku tau, kamu itu bukan jenis orang yang peduli!" Kata Iqbaal kepada Bella.

"Iqbaal! Jawab, dong..." Kata Bella merengek. "Gini, Bella! Masalahnya itu aku udah salah," Kata Iqbaal sambil membetulkan topinya. "Salah kenapa, Baal?" Tanya Bella agak menangis.

"Salah milih orang yang aku suka!" Kata Iqbaal sambil menggebrak meja. Iqbaal langsung keluar dari kelasnya. Kiki, Aldi dan Babas mengikuti Iqbaal.

Bella kaget dan langsung duduk dibangkunya. Ke empat teman-temannya (Bestyssa) Menghampirinya.

"Bel! Lu sama dia udah pacaran?" Tanya Amel. "Nggak, gua juga nggak tau kalau dia suka sama gua, Mel!" Kata Bella. "Mungkin, lu harus ubah sikap lu yang suka semena-mena itu sama orang, Bel" Kata Putri sambil menempuk bahu Bella.

"Berubah? Maksud lu, Put?" Tanya Bella sambil melihat ke arah Putri. "Iya... Jujur, lu tuh sering banget nyakitin hati gua, Bel! Lu tuh sering ngomong kasar ke gua cuman karena gua orang miskin, Bel" Kata Putri menasihati.

"Oh, jadi lu nyalahin gua?" Tanya Bella agak membentak. "Nggak kayak gitu..." Omongan Putri terputus.

"Oh! Ya udah, kalau gitu Bestyssa bubar aja! Nggak ada gunanya juga diterusin, lu udah nggak asik diajak main tau nggak? Apa lagi Putri!" Kata Bella marah.

Iqbaal mengintip ke ruang kelas. Bella melihat Iqbaal didaun pintu kelas. Iqbaal hanya menggeleng lalu menunduk. Dan segera pergi ke depan.

Bella menyusul Iqbaal sambil berteriak. "Baal! Tunggu, Baal!". Tiba-tiba suara Billa menghentikan langkah Bella. "Bel, terus Bestyssa gimana?". Bukan Bella yang menjawab, malah Putri yang menjawab. "BUBAR!".

Bella kesal "Uh!" Kata Bella sambil mengepalkan tangan dan langsung berlari keluar. "Iqbaal, tunggu, Baal!" Kata Bella sambil mengejar Iqbaal.

Iqbaal tidak berlari. Dan Bella langsung meraih tangan Iqbaal. Iqbaal pun menengokkan wajahnya kebelakang dan menghadap ke Bella. "Baal! Kamu kenapa, sih? Jawab aku! Gua mohon," Mohon Bella.

"Aku nggak suka sikap kamu, Bella!" Kata Iqbaal singkat. "Tapi aku juga suka sama kamu, Baal" Kata Bella lagi. "Oh! Telat, Bel" Kata Iqbaal sambil melepas tangannya dari Bella.

Iqbaal dan ketiga temannya pun berkumpul. Sedangkan Bella masih saja mengikuti Iqbaal. Namun mengumpat-umpat.
"Baal! Lu kenapa sih sama Bella?" Tanya Kiki. "Tau, Baal! Bukannya Lu kemarin yang bilang kalau lu suka sama Bella," Kata Bastian.

"Jadi gini, Bray! Kemarin kan gua kerumahnya Bella! Nah tapi ternyata disana baru ketahuan kalau Bella itu anaknya manja, dan suka seenaknya sendiri sama orang yang ada dirumahnya," Kata Iqbaal menerangkan yang sebenarnya terjadi kepada teman-temannya.

"Terus lu maunya gimana, Baal?" Tanya Aldy. "Yah, gua mau nya sikap Si Bella berubah, lah!" Kata Iqbaal. "Kalau Bella berubah, gua pasti bakalan suka lagi sama dia! Soalnya sebenarnya gua masih ada rasa sama Bella," Sambung Iqbaal.

Bella yang mendengar pembicaraan mereka langsung mengetahui letak kesalahannya dan bergumam. "Oh, jadi begitu tipe cewenya Iqbaal? Ok! Gua bakalan lakuin itu, demi lu Baal!" Kata Bella.

Bellapun balik ke kelas dan bertemu dengan Putri. "Put!" Tegur Bella. "Apa?" Tanya Putri sinis. "Maafin gua, yaa! Gua udah buat lu sakit hati selama ini gara-gara sikap gua," Kata Bella meminta maaf.

"Oh, nggak apa-apa! Gua udah biasa, Bel! Udah kapok gua berteman sama anak kayak lu! Cuman bisa nyakitin hati gua, yang orang-orang miskin!" Kata Putri agak santai.

Bella duduk di dekat Putri. Dan tiba-tiba...
Tiba-tiba Iqbaal masuk ke kelas dan heran melihat Bella yang duduk sama Putri. Iqbaal pun langsung memanggil Putri. "Put! Si Bella kenapa?" Tanya Iqbaal kepada Putri.

"Ah, lu, Bal! Gua sangka lu marah beneran sama dia! Ternyata pura-pura doang, lu!" Kata Putri. "Nggak! Gua serius, maksud gua, kenapa Si Bella duduk disamping lu?" Tanya Iqbaal memperjelas kata-katanya.

"Mana gua tau! Tadi sih dia langsung minta maaf gitu! Dan terus gua belum jawab," Kata Putri. "Ya udah bagus, jangan dimaafin dulu!" Kata Iqbaal.

Beberapa saat kemudian, Bel masuk berbunyi. Semua anak duduk dengan rapih. Bu guru pun masuk ke ruang kelas. "Selamat pagi anak-anak" Kata Ibu Guru.

"Selamat pagi, Bu!" Sahut anak-anak. "Anak-anak, hari ini Ibu hanya memberitahukan saja kalau besok kita akan mengadakan praktik IPA diruang lab, dan Ibu akan bentuk kalian dua orang dalam satu kelompok, tapi Ibu akan acak! Jika ada yang dapat dengan teman lawan jenis, Ibu harapkan tidak saling meledek"
Kata Bu Guru panjang lebar.

PERSINGKAT:: Bella dapat dengan Iqbaal

Setelah membagikan kelompok peneliti, Bu Guru pun mempersilahkan pulang. "Anak-anak, boleh pulang! Karena guru-guru akan rapat, jadi kalian boleh pulang! Tapi besok kembali seperti biasanya, ya, Nak! Ya udah, Ibu tutup pelajaran hari ini!" Kata Ibu Guru yang langsung keluar dari kelas.

Anak kelas 77 langsung berhamburan keluar gerbang. Bella pun menegur Iqbaal. "Baal! Kamu nggak bisa marah terus kayak gini!" Kata Bella.

"Terus kamu maunya aku gimana?" Tanya Iqbaal. "Senyum," Kata Bella. "Ngapain senyum?" Tanya Iqbaal lagi. "Kamu kan sama aku entar sekelompok, Baal! Jadi nggak enak kalau ngerjainnya sambil cemberut gitu..." Kata Bella.

"Di rumah siapa ngerjainnya, kalau gitu?" Tanya Iqbaal. "Dirumah aku aja, yaa?!" Kata Bella. "Ya udah! Suka-suka kamu, deh, Bel" Kata Iqbaal agak pasrah.

Akhirnya, sekitar jam 12, Iqbaal datang ke rumah Bella. Kali ini memang kebetulan Bella yang membuka pintunya. "Eh, Iqbaal! Masuk ayo, Baal!" Pintah Bella.

Iqbaal langsung duduk di sofa. Dan melirik ke arah Bella. Bella melihat Lina yang sedang berjalan ke arah dapur. Ini berbeda dengan yang dulu. Bella menghampiri Lina dan berkata kepada Lina dengan sangat halus, "Lina, bisa minta tolong buatkan minuman?".

Iqbaal kaget dan langsung memalingkan wajahnya ke arah Bella yang sedang berbicara dengan Lina. Iqbaal merasa aneh, "Apa Bella udah brubah?" Kata Iqbaal didalam hati.

Iqbaal dan Bella pun mengerjakan tugas tersebut dengan bercanda dan tertawa. Bahkan Lina pun ikut membantu mereka karena dipanggil Bella.

Bella sangat ceria saat itu. Iqbaal menghadapkan wajahnya ke Bella yang sedang asyik tertawa bersama Lina. "Kok kayaknya ada yang beda, ya?" Tanya Iqbaal didalam hati. Iqbaal jadi tersipu saat melihat Bella.

Akhirnya tugas mereka pun selesai. "Udah selesai, Non! Kata Lina. Tiba-tiba, Bella berkata kepada Lina "Eh, nggak usah panggil Non kali! Udah, Bella aja...". "Nggak enak, Non!" Kata Lina agak merendah.

"Nggak apa-apa," Kata Bella. Akhirnya, semenjak itu hubungan Lina dan Bella sangat dekat. Maghrib telah tiba. Dan Iqbaal pun pamit pulang. Iqbaal sebenarnya dari tadi merencanakan sesuatu untuk besok, berhubung besok ulang tahunnya Bella.

"Apa, ya? Yang harus aku kasih ke Bella besok?" Tanya Iqbaal kepada dirinya sendiri.
Malamnya...
Iqbaal bilang kepada Bundanya, "Bunda, Iqbaal mau keluar, ya?" Kata Iqbaal. "Mau kemana?" Tanya Bunda Iqbaal. "Mau beli kado buat teman, Bun! Besok dia ulang tahun," Kata Iqbaal agak-agak malu.

"Oh! Temanmu itu cewe atau cowo?" Tanya Bunda Iqbaal lagi. "Perempuan, Bun! Namanya Bella" Kata Iqbaal sambil memakai topinya. "Bunda ikut, ya! Kan Bunda juga cewe..." Kata Bunda Iqbaal.

Sesampainya di Mall. Iqbaal pun bertanya kepada Bundanya, "Bun, kira-kira beli apa, ya, Bun?". "Yaah, dia suka apa memangnya?" Tanya Bunda. "Aku nggak tau, Bun! Kan aku anak baru..." Kata Iqbaal agak lemas. "Oh, iya, ya!" Kata Bunda Iqbaal yang baru saja ingat.

Iqbaal melintas didepan sebuah toko kotak musik. Ia masuk kedalamnya dan melihat dengan kagum sebuah kotak musik beling berwarna merah jambu. Diatas kotak musiknya terdapat dua angsa kecil yang disangkutkan dengan hati yang dapat menyala menjadi warna biru, emas dan putih.

Tanpa diduga, saat kotak musik itu dibuka, didalam nya terdapat sebuah kalung berliontin hati yang berwarna bening. Iqbaal amat senang jika bisa membelikan Bella kotak musik itu.

"Baal, ayo jalan!" Ajak bundanya. "Bun, kata Bunda, bagus nggak kalau Bella Iqbaal kasih kado ini?" Tanya Iqbaal dengan muka luguh. "Emmm... Bagus, sih! Tapi kok kayaknya romantis banget, sih? Bella itu teman atau pacar?" Tanya Bunda Iqbaal meledek.

"Gini Bunda, sebenarnya, Bella itu teman Iqbaal! Tapi... Iqbaal suka sama Bella! Dan Iqbaal pingin kasih hadiah yang spesial untuk Bella!" Kata Iqbaal menjelaskan perasaannya kepada Bunda.

"Ciiee... Anak Bunda lagi falling in love, nih, yee!" Kata Bundanya kembali meledek lagi. "Ih, Bunda!" Kata Iqbaal yang agak malu. "Ini bagus kok untuk Bella, tuh, ada kalungnya lagi!" Kata Bundanya memberi saran.

Setelah membayar ke kasir, Iqbaal pun pulang dan membungkus kadonya dirumah. Ia brharap Bella akan senang menerima kado dari Iqbaal.

Sedangkan dirumah Bella...

"Ayah, gimana kalau besok Lina ikut sekolah sama Bella?" Tanya Bella. Ayahnya heran. Waktu itu, Bella yang tidak mau kalau Lina sekolah. "Loh, bukannya waktu itu kamu yang larang Ayah untuk sekkolahin Lina?" Tanya Ayahnya heran.

"Ayah... Itu kan Bella yang dulu! Sekarang Bella udah berubah, Bella nggak mau jadi anak manja lagi dan Bella mau selalu sopan dan baik sama semua orang yang kerja disini, Yah!" Kata Bella.

Mendengar hal yang Bella katakan ayahnya menjadi kaget. Ia langsung menelpon kepala sekolah Bella untuk menerima Si Lina untuk bersekolah disekolah yang sama dengan sekolah Bella, Basic JHS.

"Kalau Lina sekolah di Basic, nanti pakai seragam siapa dong?" Tanya Mama Bella. Lina pun ikut kebingungan. "Lin! Pakai bekas punyaku yang dulu aja! Masih bagus kok, masih muat sama kamu, kayaknya!" Kata Bella.

"Makasih banyak loh, Pak! Bu! Saya nggak pernah nyangka akan sekolah di sekolah elite kayak sekolahnya Non Bella!" Kata Lina berterimakasih kepada Bella dan keluarganya.

"Ih, Lina! Dibilang panggil aku Bella aja! Nggak usah pakai Non," Kata Bella dengan nada mmbentak Lina. "Eh, iya, maaf Bel!" Kata Lina minta maaf. "Nggak apa-apa! Santai aja, Lin..." Kata Bella.

Paginya, Bella langsung bangun. Hari ini tumben. Bella bangun sebelum matahari terbit. Ia melihat Lina yang sudah siap dan rapih ingin berangkat ke sekolah.

"Eh, Lina... Kok udah siap duluan sih?" Tanya Bella sambil mengucak mata. "Iya, Bel! Saya nggak sabar ingin sekolah" Kata Lina kegirangan.

"Ya udah, Lin! Kalau gitu kamu sarapan dulu aja! Aku mau mandi dulu!" Kata Bella dengan halus. Bellapun bergegas mandi dan memakai bajunya.

Ia berlari ke ruang makan sambil membawa tasnya yang berwarna Pink. Ia mendapati Lina masih berdiri dipojok dapur. "Lina! Ayo sini makan bareng kita!" Pintah Bella sambil mengajak Lina untuk makan bersama keluarganya.

"Selamat ulang tahun, yah sayang!" Kata Ayah dan Mamanya. "Eh, makasih, ya, Mah, Yah!" Kata Bella berterimakasih. Lina yang baru sampai dihadapan Bella langsung memberikan sebuah kotak kecil berbungkus kertas kado coklat.

"Selamat ulang tahun, ya, Bella!" Kata Lina sambil tersenyum. "Ini, buat kamu dari Aku dan Ibu aku... Kecil sih, Bel! Tapi semoga kamu suka!" Sambung Lina.

Saat dibuka, ternyata isinya adalah sebuah bando ungu yang lucu dan juga jepitan yang warna-warni. Ada hijau, pink, ungu, merah, biru, dsb. "Ya ampun, ini semua buat aku, Lina?" Tanya Bella kegirangan. Lina hanya menjawabnya dengan senyum dan mengangguk.

Linapun makan dengan Bella dan keluarganya. Dan kini, Bella dan Lina sudah sangat akrab. Layaknya sahabat. Mereka berdua pun berangkat bersama ke sekolah. Seperti biasa, Bella sudah ditunggu oleh teman-temannya.

Bella yang baru keluar dari mobil kaget akan teman-temannya yang ternyata masih menunggunya disana.

"Loh, kok kalian masih nungguin aku?" Tanya Bella kaget. "Iya, kan kita mau ngucapin selamat ulang tahun ke kamu!" Kata Putri dengan semangat. "HBD Bella!!" Kata mereka semua.

Mereka berempat memberikan hadiah semua. Termasuk Putri. Ia tak menyangka, sikapnya yang kemarin tak membuat teman-temannya lupa akan hari spesialnya.

Mereka pun berjalan menuju kelas bersama dengan Lina. Bastian, Kiki dan Aldy juga ikut menyambut Bella dengan gembira. "Bella! HBD, eeaa!" Kata Bastian sambil memberikan kado yang ternyata isinya Teddy Bear. Begitu juga dengan Aldy yang memberikan kado bingkai foto dan Kiki yang memberikan jam tangan.

Iqbaal baru datang. Ia kaget saat melihat Bella sudah datang bersama Lina. Dengan cepat, Lina langsung Ia tegur. "Eh, Lina! Kok kamu bisa sekolah disini?" Tanya Iqbaal. "Iya, Bella yang udah minta ke Mama Papanya biar aku boleh sekolah disini!" Kata Lina.

Iqbaal sangat senang akan semua ini. Bella pun dipanggil oleh Iqbaal. "Bella! HBD, yaa!" Kata Iqbaal. "Eh, Iqbaal?!" Kata Bella yang jadi salah tingkah melihat Iqbaal.

"Bella, aku ada kado spesial buat kamu!" Kata Iqbaal sambil memberikan kadonya untuk Bella. Bella mengambil kado dari Iqbaal dan segera membukanya.

Bella langsung terkejut saat melihat kado yang diberikan Iqbaal untuknya yang ternyata sangat spektakular. Belum lagi karena kalungnya.

"Bel, kamu mau nggak jadi pacar aku?" Tanya Iqbaal menyatakan cintanya pada Bella. "Bella hanya mengangguk sambil tersipu sedangkan yang lain hanya bisa berkata Ciieee...

"Ternyata, dengan berubahnya sikapku! Aku lebih disayang sama sekelilingku!" Kata Bella didalam hatinya.

"Jadilah setiap orang yang punya peringai yang baik dan selalu menyayangi semua yang ada disekelilingmu, maka mereka juga akan sayang padamu! Dan janganlah pernah kau berubah untuk menjadi orang lain, kecuali dengan maksud dan tekad yang baik... Maka dunia ini akan terasa lebih damai dan penuh dengan cinta dan kasih sayang dari semua yang telah kau cintai" Kata Bella didalam hati.

*TAMAT*

Penulis: Jihan Astriningtrias


Komentar

  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    4 bulan yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    6 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    6 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    6 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    6 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    6 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    6 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You