Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Humor Piala Dunia 98

Piala Dunia 98

Seorang pria sedang berjalan-jalan di Dublin, ketika dia mendengar seorang
wanita berteriak-teriak, disertai asap yang mengepul dari sebuah bangunan. Dia
lari menuju ke rumah itu dan melihat banyak orang berdiri melihat pemandangan
kebakaran itu.
Di pinggir jendela dari bangunan tingkat 10 itu, seorang wanita dengan
bayinya, berteriak minta tolong, supaya bayinya selamat.
Pria itu berteriak, "Lempar bayimu ke bawah, aku akan menangkapnya."
Jawab si wanita, "Tidak ! Tidak ! Kamu akan gagal menangkap bayiku, dan dia
bisa mati !"
Pria ini berkata, "Nggak bakalan ! Aku Alec Maguire. Sayalah penjaga gawang
dari kesebelasan Irlandia. Aku tidak pernah gagal selama 10 th ini dalam
menangkap apapun, dan aku tidak pernah membiarkan satu bolapun masuk ke
gawangku !"
Wanita bertanya, "Apa? Tidak satupun?"
Jawab si pria, "Tidak ! Tak satupun ! Setiap pemain bola di dunia tahu siapa
aku, dan mereka mengakui, akulah penjaga gawang terbaik seluruh dunia yg pernah
ada !"
Kemudian pria itu menunjukkan gayanya menangkap sebuahbola, yang membuat
kagum penonton di sekitarnya.
Wanita itu berkata, "Ok ! Aku percaya kamu. Daripada tidak ada pilihan lain.
Ini, tangkap!"
Maka, si wanita melemparkan bayinya ke arah pria itu. Tapi sayang lemparannya
rada spin, alias muter, jadinya tuh bayi muter-muter dua kali jatuhnya dan
nggak tentu arahnya.
Si wanita teriak ketakutan. Tapi si pria dgn sigap,menangkap bayi itu dgn
tangan kanannya. Kemudian ....diletakkannya bayi itu di atas tanah, lalu dia
mundur kebelakang sejauh dua meter. Pelan tapi pasti, dia berlari ke arah bayi
itu, dan .... menendangnya sejauh 60 meter.

Buat Seorang Kawan

Disebuah bar disudut Jakarta, selalu kulihat seorang tua botak duduk disudut
dengan dua gelas besar bir didepannya. Heran juga, dia duduk seorang diri
berlama-lama menghabiskan dua gelas bir. Akhirnya pada suatu hari, kuberanikan
diri bertanya padanya.
"Maaf Oom, kuperhatikan oom selalu minum dua gelas bir sendirian disini."
tanyaku ramah.
Jawabnya "ou ceritanya panjang dik.... Dulu oom selalu minum berdua dengan
teman oom disini, tapi teman oom meninggal tiga bulan yang lalu. Untuk
mengenangnya, Oom selau pesan 2 gelas bir, satu buat Oom, satu lagi kuminum
sebagai kenangan untuk dia."
Hebat juga rasa persahabatan pak tua ini pikirku.
Setahun kemudian, di Bar kulihat si Oom masih duduk disudut yang sama. Yang
mengherankan hanya sebuah gelas yang ada didepannya. Kusapa dia
"Hai Oom apa khabar, kok cuma minum segelas?".
"Ooo...maag ku sakit berat, dokter melarang Oom minum bir lagi, jadi yang
segelas ini Oom minum untuk mengenang kawan yang sudah meninggal dulu"

KB Cap Jempol

Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh karena anaknya
sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping usia pasangan
ini sudah mendekati angka 50an. Soal KB masih awam, nggak ngerti .
Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik.
Pgw.: "Pak dokter, saya mau ikut KB. Anak saya sudah sembhilan, kasian
isteri...pak !"
Dtr.: "Oh... begitu toh pak. Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi
toh..."
Pgw.: "Njee... pak, tulung yo...."
Dkt.: "Baik... Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan kemasan
pil KB), Ibu ne.. tinggal minum". Kalau yang ini, bapak yang pake (sambil
memperlihatkan bungkus plastik kecil). Bapak pilih yang mana...?"
Pgw.: "Biar yang itu sajjaaa pak dokter... biar saya yang pake...kasian
isteri kalau harus minum pil..."
Dkt.: "Baik... Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya beghini...!(sambil
menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake 'e
beghini, bapak ibuk aman... Ibuk 'e nggak bakalan hamil laghi...Ngerti toh...
pak.."
Pgw.: "Njeee... pak dokter"..
Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena
ternyata isterinya hamil lagi.
Pgw.: "Pak dokter pie toh pak..isteri saya kok hamil laghi..? "Katanya nggak
bakal hamil.."!
Dkt.: "Hamil lagi?... nggak mungkin..."
Pgw.: "Benner lho pak... ini bapak liat sendhiri.. (sambil menunjuk pada
isterinya yang berdiri disamping).
Dkt.: "Lha... bapak pakainya gimana...?"
Pgw.: "Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri saya,
ya sudhahhh...!"
Dkt.: "Pak 'e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! "

Berapa 3+3

Suatu hari seorang guru bertanya kepada seorang muridnya
guru : nak berapakah 3+3
murid : 8 bu guru
guru : cobalah nak ingat kembali
murid : benar bu
guru : baik sekarang pulang dan tanya kepada orang tuamu
maka pulanglah anak itu ke rumahnya lalu ia menemui kakak nya yang sedang
bertengkar dengan cowoknya
murid : kak 3+3 berapa?
kakak : isok koa
merasa tidak puas ia bertanya kepada ibunya
murid : bu 3+3 berapa
ibu(sedang bercumbu ): enak sekali
murid (kembali bertanya): bu3+3 berapa?
ibu : besok-besok lagi ya
merasa puas ia pun kembali ke sekolah
guru : ayo sudah kau tanyakan?
murid: udah
guru : 3+3=
murid:(ingat kata-kata kakaknya)isok koa
guru : kurang ajar kamu keluar!
murid:(merasa salah ia mengulangi jawabannya )enak sekali
guru :(makin jengkel) keluuaaarrrrrr!
murid : besok lagi ya
dan sebuah tamparan ke pipi sang murid sangat telak lalu ia pun menangis dan
berlalu.

Kisah Udin Dan OtongNya

Pernikahan Udin dan Inah diambang keruntuhan gara-gara "otong"-nya Udin gak
bisa bangun. Buat Udin, uang bukan lagi masalah... yang penting kebutuhan Inah
sebagai seorang istri harus bisa dipenuhi.
Suatu hari datang seorang penjual obat keliling di kota Udin dan Inah
tinggal..
Denger punya denger... katanya si penjual obat tsb. bisa menyembuhkan segala
macam penyakit. Pagi-pagi sekali ketika Inah masih terlelap di ranjang,
Udin langsung mendatangi si penjual obat. Setelah diurut-urut, dibetot-betot
dan dicelup dalam ramuan khusus... sang otong langsung tegak, layak tentara
sedang siap siaga. Buru-buru Udin lari pulang ke rumah dan ke kamar tidur
dan.. (Sensor-Sensor-Sensor)...
Melihat betapa jantannya Udin pagi itu... membuat Inah kaget-kaget senang..
katanya "besok lagi yah, mas!"
Seminggu lamanya Udin menjadi pejantan yang baik.. setelah itu khasiatnya
mulai sirna.. malangnya si penjual obat sudah pergi entah kemana.. Udin frustasi
Kawan sejawatnya di tempat kerja kebetulan melihat sebuah iklan tentang
penyembuhan lemah syahwat pakai therapi ala India di Bombay.. langsung Udin
diberitahu..
Besokannya, Udin terbang ke India.
Sang Mahaguru mendemonstrasikan... tali tambang.. diolesi ramuan cairan
seperti minyak, lalu dia bersuit Suuuiittt..... tak kepalang tambang menjadi
lurus dan
keras bagai besi baja... Udin terkagum-kagum..
Sang Mahaguru bersuit sekali lagi... lalu tambang itu menjadi lemas kembali..
Udin langsung yakin dan menawar harga ramuan dalam botol kecil itu. Tentu
saja harganya mahal.. karena ramuan itu dari konsentrat bunga yg tumbuh di
pegunungan
himalaya 25 tahun sekali.
Sekembalinya.. Udin mengajak Inah ke kamar. "liat Inah...", sembari mengoles
otongnya dengan ramuan lalu dia bersuit... nyaring sekali.. Suuiittt
Ddennggg.... bagai senar gitar yang dipetik, otong
berdiri hormat...
"Woouwww ... mas Udin.." teriak Inah kegirangan..
lantas mulailah...(Sensor-Sensor-Sensor)..
5 menit...10 menit.. 15 menit berlalu...
dari jendela yang setengah terbuka..
berjejal-jejal tetangga-tetangga sedang melongok, mengintip adegan hot gratis
itu.
"Suuitt Suuuitt... 15 menit 13 detik nich yee",
komentar seorang tetangga yang kebetulan punya jam digital merk Casio...
Kontan otong berhenti bekerja.... berikutnya tak perlu diceritakan lagi apa
yang terjadi..
Udin yang marah besar akhirnya memutuskan utk pindah rumah. Didekat rumah
mereka yang baru, tinggal seorang Dokter bedah dan ahli ortopedi dan kelamin...
Udin menimbang nimbang dalam hati... akhirnya dia memutuskan untuk mencoba
berobat pada Dokter itu. Si Dokter menyanggupi untuk melakukan operasi pada
'otong' Udin. Kali ini Udin lebih telaten..
Dia tanya berapa lama daya tahannya dan apa efek sampingan dan pantangannya.
Sang Dokter menyakinkan Udin, tak ada efek sampingan, tak ada pantangan.. dan
kalau operasinya berhasil..
maka problem Udin selesai untuk selamanya. Seminggu kemudian.. Udin dioperasi
di rumah si Dokter Otong Udin dipotong oleh si Dokter dan dianalisa...
Tiba-tiba.. bleky.. anjing Dokter nyamber 'otong' Udin. Belum sempat si
Dokter berbuat apa apa... otong sudah di dalem perut bleky. Si Dokter terkejut
setengah mati.
Dengan kesal ditangkepnya si bleky... dipotonglah anunya bleky sebagai ganti
otong Udin...
Buru-buru disambung ke Udin...mudah-mudahan si pasien gak tahu...harap si
Dokter..
Setelah Udin siuman... Dokter bilang operasi berhasil. Tapi Udin masih harus
konsultasi terus utk control lagi.
"Kalau Bapak tak ada waktu biar istri Bapak saja yang datang kemari untuk
konsultasi",jelas sang Dokter.
2 minggu kemudian datanglah Inah ke praktek Dokter tsb.
"Bagaimana hasilnya, Bu?" tanya Dokter
"Oh baik sekali Dok...cuma ada satu itu loh Dok.. Suami saya koq sekarang
kalo kencing kakinya suka diangkat sebelah"

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan