Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)

Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.

Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.

KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.

Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun …

Cerpen Peri Gigi


Hai teman-teman! Namaku Bella. Aku suka dibacakan mama tentang peri gigi.

Tadi, gigiku lepas. Aku menaruh gigiku di plastik clip. Sebelum itu, aku membungkus gigi ku dengan kapas, baru di taruh di plastik clip.

Malam hari...
Aku taruh gigiku di bawah bantal. Aku pun tidur.

Keesokan harinya...
Aku buru-buru melihat gigi ku dari dongeng yang mama bacakan. Katanya, akan berubah menjadi permen. Ternyata tidak berubah. Aku pun sedih.
Ternyata, mama melihat tanpa sepengetahuanku.

Hari ini, aku sarapan dengan Lesu. "Kenapa lesu Bella?" Tanya mama padaku. "Enggak... Ma gak kenapa-kenapa.." Jawabku. Aku langsung bergegas ke sekolah.

Di sekolah...
Teman-temanku menyombong-nyombongi karena gigi mereka yang lepas ditukar dengan permen. Hanya aku saja yang tidak ditukar.

Pulang sekolah...
Pulang sekolah pun tiba. Aku langsung pulang. Aku menulis di Diary ku:

"Dear diary...
Peri gigi... Kenapa kamu gak menukar gigiku dengan permen? Aku sudah sangat senang bila gigi ku lepas. Tapi, kenapa gigiku tak ditukar? Hanya teman-temanku saja?"

Akupun selesai menulis di Diary ku.

Makan Malam...
"Bella! ayo makan malam dulu!!" Panggil mama padaku.
"Iya maa!!!" Sahutku sambil berlari ke bawah, ke ruang makan. Aku makan makananku sambil muka melesu. "Kenapa?" Tanya mama padaku. "Peri gigi tidak menukar gigiku dengan permen..." Jawabku... "Oh.. Karena itu saja?" Tanya mama. "Iya ma..." Jawabku. "Nanti mama bacakan ceritanya lagi. lalu, lihat besok apa yang terjadi di gigimu.." Jawab mama sambil tersenyum. "Baiklah...." Jawabku agak girang.

Malam hari, saat ingin tidur...
Sesuai janji, mama membacakan dongengnya. Tapi, sebelum itu aku kembali menaruh gigiku di bawah bantal. Mama membacakan Dongeng itu. Aku pun tertidur. Tanpa sepengetahuanku, mama lah yang menukar dengan permen.

Keesokan harinya...
Aku melihat di bawah bantal... Dan... Wow!!! Banyak sekali permennya! "Ini semua permenmu... dari peri gigi" Kata mama. "Benar ma?" Tanyaku. "Benar..." Jawab mama
Tanpa ku tahu.... Mama lah yang menukar! Jadi, mama lah peri giginya...

Akhirnya, mama ketahuan juga. Aku marah... Tapi hanya bercanda.... Aku sangat berterima kasih kepada mama.
Mama adalah ibuku sekaligus Peri gigi dalam keluargaku :)

Jadi, bukan hanya teman-teman ku saja yang giginya bisa ditukar dengan permen. Aku juga bisa... Aku sangat senang...

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bagiku dan mama.

- TAMAT -

Penulis: Giselle Iona Rachel Tuelah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's YouI Love You