Tiada Lagi Air Mata

Baca: Mazmur 6"Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (Mazmur 6:7)Air mata bisa dikatakan bagian hidup manusia, mulai dari manusia dilahirkan sampai ia menutup mata, hidup manusia selalu diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Kelahiran bayi ditengah-tengah keluarga diawali tangisan dan tetesan air mata; begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis, air mata pertama sebagai pertanda kehadirannya di dunia. Ketika diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan hidup yang berat air mata kembali mewarnai hari-hari manusia, seperti yang dirasakan pemazmur: "...aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku." (ayat nas); dan ketika manusia sudah menyelesaikan 'kontraknya' di dunia alias meninggal dunia, perpisahan itu ditutup pula dengan derai air mata oleh keluarga, sahabat, teman, kerabat dan orang-orang terdekat.Tetapi, pada saatnya air mata itu a…

Cerpen Peri Gigi


Hai teman-teman! Namaku Bella. Aku suka dibacakan mama tentang peri gigi.

Tadi, gigiku lepas. Aku menaruh gigiku di plastik clip. Sebelum itu, aku membungkus gigi ku dengan kapas, baru di taruh di plastik clip.

Malam hari...
Aku taruh gigiku di bawah bantal. Aku pun tidur.

Keesokan harinya...
Aku buru-buru melihat gigi ku dari dongeng yang mama bacakan. Katanya, akan berubah menjadi permen. Ternyata tidak berubah. Aku pun sedih.
Ternyata, mama melihat tanpa sepengetahuanku.

Hari ini, aku sarapan dengan Lesu. "Kenapa lesu Bella?" Tanya mama padaku. "Enggak... Ma gak kenapa-kenapa.." Jawabku. Aku langsung bergegas ke sekolah.

Di sekolah...
Teman-temanku menyombong-nyombongi karena gigi mereka yang lepas ditukar dengan permen. Hanya aku saja yang tidak ditukar.

Pulang sekolah...
Pulang sekolah pun tiba. Aku langsung pulang. Aku menulis di Diary ku:

"Dear diary...
Peri gigi... Kenapa kamu gak menukar gigiku dengan permen? Aku sudah sangat senang bila gigi ku lepas. Tapi, kenapa gigiku tak ditukar? Hanya teman-temanku saja?"

Akupun selesai menulis di Diary ku.

Makan Malam...
"Bella! ayo makan malam dulu!!" Panggil mama padaku.
"Iya maa!!!" Sahutku sambil berlari ke bawah, ke ruang makan. Aku makan makananku sambil muka melesu. "Kenapa?" Tanya mama padaku. "Peri gigi tidak menukar gigiku dengan permen..." Jawabku... "Oh.. Karena itu saja?" Tanya mama. "Iya ma..." Jawabku. "Nanti mama bacakan ceritanya lagi. lalu, lihat besok apa yang terjadi di gigimu.." Jawab mama sambil tersenyum. "Baiklah...." Jawabku agak girang.

Malam hari, saat ingin tidur...
Sesuai janji, mama membacakan dongengnya. Tapi, sebelum itu aku kembali menaruh gigiku di bawah bantal. Mama membacakan Dongeng itu. Aku pun tertidur. Tanpa sepengetahuanku, mama lah yang menukar dengan permen.

Keesokan harinya...
Aku melihat di bawah bantal... Dan... Wow!!! Banyak sekali permennya! "Ini semua permenmu... dari peri gigi" Kata mama. "Benar ma?" Tanyaku. "Benar..." Jawab mama
Tanpa ku tahu.... Mama lah yang menukar! Jadi, mama lah peri giginya...

Akhirnya, mama ketahuan juga. Aku marah... Tapi hanya bercanda.... Aku sangat berterima kasih kepada mama.
Mama adalah ibuku sekaligus Peri gigi dalam keluargaku :)

Jadi, bukan hanya teman-teman ku saja yang giginya bisa ditukar dengan permen. Aku juga bisa... Aku sangat senang...

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bagiku dan mama.

- TAMAT -

Penulis: Giselle Iona Rachel Tuelah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You