Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Peri Gigi


Hai teman-teman! Namaku Bella. Aku suka dibacakan mama tentang peri gigi.

Tadi, gigiku lepas. Aku menaruh gigiku di plastik clip. Sebelum itu, aku membungkus gigi ku dengan kapas, baru di taruh di plastik clip.

Malam hari...
Aku taruh gigiku di bawah bantal. Aku pun tidur.

Keesokan harinya...
Aku buru-buru melihat gigi ku dari dongeng yang mama bacakan. Katanya, akan berubah menjadi permen. Ternyata tidak berubah. Aku pun sedih.
Ternyata, mama melihat tanpa sepengetahuanku.

Hari ini, aku sarapan dengan Lesu. "Kenapa lesu Bella?" Tanya mama padaku. "Enggak... Ma gak kenapa-kenapa.." Jawabku. Aku langsung bergegas ke sekolah.

Di sekolah...
Teman-temanku menyombong-nyombongi karena gigi mereka yang lepas ditukar dengan permen. Hanya aku saja yang tidak ditukar.

Pulang sekolah...
Pulang sekolah pun tiba. Aku langsung pulang. Aku menulis di Diary ku:

"Dear diary...
Peri gigi... Kenapa kamu gak menukar gigiku dengan permen? Aku sudah sangat senang bila gigi ku lepas. Tapi, kenapa gigiku tak ditukar? Hanya teman-temanku saja?"

Akupun selesai menulis di Diary ku.

Makan Malam...
"Bella! ayo makan malam dulu!!" Panggil mama padaku.
"Iya maa!!!" Sahutku sambil berlari ke bawah, ke ruang makan. Aku makan makananku sambil muka melesu. "Kenapa?" Tanya mama padaku. "Peri gigi tidak menukar gigiku dengan permen..." Jawabku... "Oh.. Karena itu saja?" Tanya mama. "Iya ma..." Jawabku. "Nanti mama bacakan ceritanya lagi. lalu, lihat besok apa yang terjadi di gigimu.." Jawab mama sambil tersenyum. "Baiklah...." Jawabku agak girang.

Malam hari, saat ingin tidur...
Sesuai janji, mama membacakan dongengnya. Tapi, sebelum itu aku kembali menaruh gigiku di bawah bantal. Mama membacakan Dongeng itu. Aku pun tertidur. Tanpa sepengetahuanku, mama lah yang menukar dengan permen.

Keesokan harinya...
Aku melihat di bawah bantal... Dan... Wow!!! Banyak sekali permennya! "Ini semua permenmu... dari peri gigi" Kata mama. "Benar ma?" Tanyaku. "Benar..." Jawab mama
Tanpa ku tahu.... Mama lah yang menukar! Jadi, mama lah peri giginya...

Akhirnya, mama ketahuan juga. Aku marah... Tapi hanya bercanda.... Aku sangat berterima kasih kepada mama.
Mama adalah ibuku sekaligus Peri gigi dalam keluargaku :)

Jadi, bukan hanya teman-teman ku saja yang giginya bisa ditukar dengan permen. Aku juga bisa... Aku sangat senang...

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bagiku dan mama.

- TAMAT -

Penulis: Giselle Iona Rachel Tuelah


Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah