Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Renungan Tidak Lagi Murni Seperti Emas

Baca: 1 Raja-Raja 14:21-31

"Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja." (1 Raja-Raja 14:27)

Terlepas dari kesalahan yang dilakukan di akhir hidupnya, Salomo adalah raja Israel yang diberkati Tuhan secara melimpah; kekayaannya tak tertandingi oleh bangsa mana pun. "Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat." (1 Raja-Raja 10:23). Istananya megah, bahkan semua perabotan perbendaharaan rumah Tuhan pun terbuat dari emas. Itulah sebabnya ia menjadi buah bibir di antara bangsa-bangsa.

Alkitab mencatat bahwa Salomo memerintah atas Israel 40 tahun lamanya. Setelah Salomo mati, tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh anaknya yaitu Rehabeam. Sayangnya ia tidak dapat mempertahankan apa yang telah dirintis oleh ayahnya. Rehabeam justru melakukan banyak pelanggaran yang menyebabkan bangsa Israel berdosa kepada Tuhan: "...orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka menimbulkan cemburuNya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka." (1 Raja-Raja 14:22). Bahkan semua perabotan rumah Tuhan yang terbuat dari emas tak dapat mereka jaga dan pertahankan, semuanya dirampas oleh musuh, yaitu Sisak raja Mesir. Tetapi Rehabeam tidak kehabisan akal, dia mengganti semua perabotan emas itu dengan tembaga. Kualitas yang sangat rendah bila dibandingkan dengan emas!

Saat ini banyak orang Kristen yang tidak lagi memiliki kualitas 'emas' di hadapan Tuhan., tetapi hanya 'tembaga': menjalani kehidupan rohaninya asal-asalan, asal berdoa, asal baca Alkitab, asal ke gereja. Kita tidak lagi hidup dalam kekudusan dan dengan mudahnya berkompromi dengan dosa. Firman Tuhan tegas berkata, "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," (1 Petrus 1:15). Jadi, kekudusan adalah syarat mutlak! "...sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14b). Kita juga menjalankan ibadah dan pelayanan tak lebih dari sekedar kegiatan rutin atau kebiasaan semata. Namun pada saatnya pekerjaan kita akan diuji!

Maka, lakukanlah yang terbaik untuk Tuhan!

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Forever Friends

Puisi Ruang Dan Waktu

Resolve email technical issues by microsoft professional support

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Cerpen Alam Bawah Sadar