Jika Anda Ingin Berubah, Mulailah dengan Pemikiran Anda

Gambar
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Perubahan memerlukan pemikiran yang baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran dan mulai mengambil pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara pikir kita.Misalnya, Anda berkata, "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan bekerja. Anda tak bisa melawan perasaan Anda. Anda harus mengubah cara Anda berpikir tentang pasangan Anda, tentang anak-anak Anda, juga tentang anggota keluarga Anda yang lain. Itu akan mengubah cara Anda merasa, yang kemudian akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).Pertempuran melawan dosa, pertempuran melawan kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah perilaku Anda atau apa pun itu di dalam emosi Anda, mulailah dengan pikiran dan sikap Anda.Pembaharuan …

Renungan Yesus Teladan Hidup Orang Percaya

Baca: Yohanes 7:14-24

"Barangsiapa mau melakukan kehendakNya, ia akan tahu entah ajaranKu ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri." (Yohanes 7:17)

Yesus Kristus bagi umat Kristen merupakan tokoh dan pujaan yang tak ada bandingnya. Kehidupan Kristus di dunia demikian mengesankan dan mempesona, serta menghayati kehidupan. Dia datang ke dunia degan motivasi pengabdian penuh yaitu untuk melakukan kehendak Bapa. Pengabdian inilah yang membentuk dan mengarahkan seluruh jalan pelayanan dan kehidupanNya selama di dunia ini. Ada pun klimaks pengabdianNya ialah pengorbanan diriNya di atas kayu salib. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama," (Filipi 2:8-9).

Janganlah menjadi penonton dan pengagum saja, tetapi marilah kita menerapkan Yesus sebagai teladan dalam kehidupan kita. Caranya? Tidak tinggal diam saja, tapi bertindak dan melangkah sesuai dengan firman Tuhan. Langkah pertama haruslah mau melakukan kehendak Allah seperti kata Yesus, "Barangsiapa mau melakukan kehendakNya, ia akan tahu entah ajaranKu ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri." (ayat nas). Contoh: Yesus sebagai Pribadi yang taat kepada Bapa, ketika hendak disalibkan, sebenarnya tak menghendaki dan merasa takut dalam ujud kemanusiaanNya. Tetapi Yesus berdoa, "Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaKu, tetapi janganlah seperti yang Kuhendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39).

Kalau Tuhan menentukan langkah hidup kita, kesanalah juga kita harus melangkah, jangan memberontak. Walaupun belum mengerti maksud Tuhan kita harus taat sepenuhnya. Melakukan firmanNya berarti melakukan kehendak Bapa. Kalau firmanNya berkata, "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;" (Lukas 6:27) maka kita harus taat. Bukankah Yesus terlebih dahulu memberikan teladan hidup? Dia mengasihi dan memberkati orang-orang yang menyalibkan Dia.

Kalau kita tidak bisa mengampuni dan mengasihi musuh, bahkan suka mencari-cari kesalahan, apakah kita meneladani Yesus?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You