Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Seorang Gadis yang Masih Percaya dengan Dunia Peri


Pada suatu hari di suatu jaman di masa depan yang sudah tidak percaya dengan hal-hal yang terdapat pada khayalan seorang penulis dongeng, ada seorang gadis yang memakai baju merah dan rok berwarna merah muda berlari ke sana kemari mengikuti arah angin di sebuah padang rumput yang tenang dan damai. Sambil berlari, ia tersenyum semanis yang ia bisa. Rambutnya yang terkepang menjadi dua itu juga mulai mengikuti jejaknya, terayun-ayun mengikuti arah ke mana angin berhembus.


Ia percaya, kalau dia selalu tersenyum semanis mungkin, seorang peri akan datang di hadapannya, sambil tersenyum pula bersama kedua sayap kacanya yang menghiasi punggung ciliknya.
Ia percaya ini dari ia masih berumur 3 tahun, waktu itu Ibunya sering membelikannya buku dongeng tentang peri-peri yang saling bermain, bercanda, dan terbang ke sana kemari sambil membawa tongkat yang terkandung sihir yang akan berguna saat mereka mengucapkan suatu mantra. Ia tergila-gila dengan dunia peri.


Waktu umurnya 5 tahun, saat ia baru sekolah di sekolah dasar, ia selalu membawa buku dongeng yang Ibunya belikan ke mana-mana, kalau temannya bertanya, “Kenapa kamu selalu membawa buku dongeng itu?” Ia hanya menjawab, “Ini bukan sekedar buku, teman. Ia sebuah saksi bisu. Yang menulis ini adalah salah satu orang dari sedikit orang yang sangat beruntung, dan aku akan menjadi salah satunya.”
Dan, mulai saat itu, ia sering dijuluki Si pengkhayal aneh oleh teman sekelasnya, sampai ia lulus sekolah dasar.


“Ayolah peri, keluarlah. Tunjukkan dirimu.” Kata sang gadis sambil berlari dengan tangan terangkat, yang mungkin bisa untuk menangkap satu atau dua peri, yang ternyata gagal, selalu. Akhirnya, setelah selama mungkin ia berlari-lari mengitari padang rumput ini, ia merasa kelelahan. Sambil terengah-engah, ia berkata, “Aku… uh… sudah lama menunggumu, peri. Aku… hanya ingin bertemu denganmu… uh…”


Ia lalu terduduk di atas rumput hijau yang tergoyang terhembus angin sore. Ia lalu menidurkan dirinya sambil menatap langit yang dihiasi awan putih yang sangat indah. Ia percaya, suatu hari nanti, ia pasti akan bertemu dengan peri. Itu sudah takdirnya, bertemu dengan peri. Ia lalu menutup matanya, mencoba merasakan angin yang menabraknya dengan pelannya, dengan sejuknya, dengan keajaibannya.


“Itu dia!”


Tiba-tiba terdengar suara wanita dengan kerasnya dari arah utara. Mata sang gadis langsung terbuka. Ia langsung berdiri. Tubuhnya tiba-tiba bergemetar dengan hebatnya, giginya tidak bisa diam dari suara yang makin membuat hatinya tergoncang. Ia butuh peri! Ia butuh peri untuk kabur dari sini! Peri!
Wanita itu dengan cepatnya tiba-tiba sudah berada di depannya. Tangan besarnya terlipat hebat di depan dadanya, mulutnya yang lebih maju dari hidungnya yang mancung, rambutnya yang diikat kuda dengan sangarnya, dan matanya elangnya yang hampir membuat sang gadis mati.


“Ibu bersusah payah bekerja di rumah, mencuci, mengepel lantai, masak, dan kamu enak-enaknya tidur di sini?! Memangnya kamu pikir Ibu ini apa?! Pembantumu?! Hah?!” Suara wanita yang menamai dirinya ‘Ibu’ itu dengan hebatnya masuk ke dalam telinga sang gadis dan meruntuhkan nyalinya seketika. Ia takut, ia butuh peri!
“Aku… hanya ingin… bertemu…”
“Peri?!”
Sang gadis mengangguk dengan pelannya, sepelan mungkin ia bisa.


“Ya Tuhan! Ibu sudah bilang sejuta kali sama kamu, ya! Peri itu omong kosong! Peri itu hanya khayalan bodoh dari orang bodoh yang dengan bodohnya membuat cerita aneh di dunia yang juga sudah tidak percaya dengan yang namanya jujur ini! Kamu seharusnya sudah sadar, umur kamu sudah empat belas tahun! Empat belas! Dan kamu masih percaya dengan semua ini?! Dengan dunia peri yang bodoh itu?!”
“Dunia peri tidak bodoh, Ibu.”
“Lalu apa?! Hah?! Sudahlah! Sekarang pulang ke rumah lalu cuci baju! Cepat!” Sang gadis lalu mulai menggerakkan kakinya yang kaku untuk berjalan menuju rumahnya.


Sambil menunduk, ia menangis. Tidak tahu harus bagaimana, apa ia harus percaya kalau dunia peri itu tidak pernah apa? Atau harus lari, pergi ke sebuah dunia yang masih percaya akan hal itu, meninggalkan semuanya seperti yang ia sedang alami ini? Ia bingung. Ia percaya peri, namun ia takut.


Cerpen Karangan: Wahyu Tio

Komentar

  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    5 minggu yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    5 minggu yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    5 minggu yang lalu
  • The Soul’s Amen - Then I will keep the promise I swore on oath to your ancestors to give them a land flowing with milk and honey.” That is the very land that you still live ...
    5 minggu yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    5 minggu yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    5 minggu yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    5 minggu yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You