Jika Anda Ingin Berubah, Mulailah dengan Pemikiran Anda

Gambar
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Perubahan memerlukan pemikiran yang baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran dan mulai mengambil pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara pikir kita.Misalnya, Anda berkata, "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan bekerja. Anda tak bisa melawan perasaan Anda. Anda harus mengubah cara Anda berpikir tentang pasangan Anda, tentang anak-anak Anda, juga tentang anggota keluarga Anda yang lain. Itu akan mengubah cara Anda merasa, yang kemudian akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).Pertempuran melawan dosa, pertempuran melawan kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah perilaku Anda atau apa pun itu di dalam emosi Anda, mulailah dengan pikiran dan sikap Anda.Pembaharuan …

Renungan Kehilangan Sesuatu Yang Berharga

Baca: Rut 1:1-22

“Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” (Rut 1:20)

Ketika di tanah Israel terjadilah kelaparan hebat, Naomi dan keluarganya memutuskan meninggalkan Betlehem dan menetap di Moab sebagai orang asing. Namun tragis, selang beberapa waktu tinggal di Moab bukan keberuntungan yang ia peroleh, tapi justru kepedihan mendalam yang harus ia rasakan. Naomi harus kehilangan orang-orang yang ia cintai, suami dan kedua anak laki-lakinya mati. Dalam luka hatinya Naomi memutuskan kembali ke Betlehem.

Kehilangan seseorang yang kita cintai atau sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita sungguh menyakitkan. Namun bila kita larut dalam kepedihan dan meratapi kehilangan itu terus menerus, kita dapat kehilangan berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Rasa kehilangan akan membuat kita tidak pernah melangkah maju karena kita dilumpuhkan oleh rasa kesedihan atas kehilangan itu. Jadi kita harus bisa melupakan rasa kehilangan itu dengan mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Adakalanya Tuhan mengijinkan seseorang kehilangan karena Dia sedang membawa kita ke dalam rencanaNya. 

Allah juga merasakan pengalaman kehilangan ketika manusia jatuh dalam dosa, di mana persekutuan roh antara Adam dan Allah langsung terputus. Manusia terpisah dari Allah sehingga Allah berjalan memanggil-manggil Adam, “Di manakah engkau?” (Kejadian 3:9). Ini menunjukkan Allah sangat kehilangan manusia; manusia berbuat dosa dan memberontak. Sesugguhnya hati Tuhan menjadi sangat pilu karena Dia akan ‘kehilangan’, karena manusia akan binasa oleh dosa. “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya.” (Kejadian 6:5-6).

Ketika menjadi manusia Yesus juga harus kehilangan segala yang dimilikiNya di sorga: kehormatan, kekayaan dan kemuliaanNya. Dia rela melepaskan atribut ke-Allah-anNya untuk taat kepada Bapa demi menebus dosa umat manusia. Satu hal yang menjadi kekuatan Yesus adalah Dia senantiasa hidup dalam persekutuan dengan BapaNya.

Jadi, Yesus tahu dan merasakan arti kehilangan karena Dia juga turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (baca Ibrani 4:15).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You